
Sementara itu ada kejadian di dalam mall, semua begitu ketakutan dan panik.
Sirine gawat darurat terus saja berbunyi nyaring, hingga terdengar ke telinga Lingmei yang saat itu tak jauh dari lokasi kejadian.
"Ada apa ini, kenapa semua orang tak terlihat. Ternyata mereka menuruti perintah dari sang pencuri untuk tiarap dilantai. Aku harus secepatnya menelpon kakak. Aku sangat takut." Gumam Lingmei dalam hati sambil mengambil handphone nya dalam tas. Tetapi tak sempat Lingmei menelpon, handphone nya pun dirampas para pencuri.
Kejadiannya sangat cepat, hingga semua security berlarian mengejar para pencuri tersebut. Tuhan.. lindungi kami. Adapun pengunjung yang berteriak meminta pertolongan.
Segerombolan pencuri itu sangat berani dan tak ragu melukai siapa saja yang berteriak, salah satu dari pengunjung terluka parah. Hingga semua menjadi ketakutan, Lingmei yang saat itu berada di tempat hanya terkulai lemas.
Mereka mengambil habis semua uang yang ada dalam kasir, dengan tas yang besar pencuri itu berhasil menguras semua yang berharga dalam mall.
"Jangan ada yang bergerak, atau peluru pistol ini akan melukai tubuh kalian sampai mati." Sambil mengacungkan pistol kepada semua orang.
Pria tampan yang saat itu berada dilantai paling atas tak mendengar apapun yang terjadi, ditambah ruangan nya dilengkapi dengan kedap suara jadi pria tampan tak tahu. Ketika Ratuliu ingin keluar dengan rasa sedihnya, baru lah mereka mendengar perkataan dari para pencuri. Dengan pistol di pinggang nya pria tampan pun bergegas keluar untuk melihat yang sedang terjadi.
Semua keamanan dikerahkan dan para pencuri mulai melarikan diri. Tetapi pria tampan fokus pada tas yang dibawanya.
Hingga kaki seorang pencuri tersebut ditembak oleh pria tampan, tapi tetap saja dia berlari dengan kaki pincangnya.
Saat berlari pencuri lain mengacungkan pistol kepada pria tampan, tetapi dengan hebatnya pria tampan menangkis nya dengan menembak duluan tangan pencuri tersebut.
Tiba-tiba pencuri lain datang dari belakang pria tampan dengan cepat menembak pria tampan tetapi seorang security menangkisnya hingga peluru pistol nya mengenai tubuh security tersebut.
"Kau tak apa-apa? Bertahan lahh.. bantuan akan segara datang." Ucap pria tampan sambil memegang tangan security yang tertembak.
"Aku tak apa-apa. Jangan khawatir kan keselamatan ku." Jawab security.
Lalu pria tampan pun menembak perut dari pencuri yang berani melukai security atau mencoba menembaknya dari belakang.
Dan pencuri nya pun terjatuh hingga tak sadarkan diri.
Tetapi tas nya berhasil diselamatkan karena terjatuh, pencurinya dengan cepat melarikan diri tanpa memperdulikan hasil curiannya.
Scurity pada berlarian mengejar pencuri hingga ke atas balkon.
"Anda sudah terkepung, menyerahlah." Ucap security sambil mengacungkan pistol kepada pencuri.
"Cih.. tak ada kata menyerah." Pencuri tersebut terus menaiki pagar dilantai yang paling atas, hingga kakinya tergelincir karena licin nya pijakan.
Lalu terjatuh dari tingginya bangunan mall tersebut. "Arghhh... Hhh..hhh.." teriak pencuri yang terjatuh.
"Astaga, dia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya dari pada menyerah kan diri ke polisi. Sungguh pencuri yang tak berakal." Ucap security sambil melihat ke bawah dari pagar.
Tergeletak mayat dari pencuri yang sudah hancur. berlumuran darah segar yang keluar dari tubuhnya dan tak beraturan lagi bentuk tubuh pencuri tersebut.
"Dia mati dengan begitu mengenaskan. Aku tak sanggup melihatnya." Ucap security lain.
"Wiw..wiw..wiw.." suara mobil polisi datang bersamaan dengan ambulans.
Pengunjung yang terluka dibawa masuk ke mobil ambulans bersama security lain yang ikut tertembak. Sementara para pencuri yang terluka dibawa dengan mobil polisi. Dengan tangan terborgol.
Dan untuk pencuri yang terjatuh dari gedung mall ini. Tetap dibiarkan untuk di identifikasi lebih lanjut. Dengan jasadnya ditutup koran, dan mencoba melihat identitas dirinya. Agar bisa menghubungi pihak keluarga nya.
Pria tampan terus mencari keberadaan adiknya. Dia sangat khawatir terjadi sesuatu pada adiknya.
"Semua pengunjung silahkan pulang terlebih dahulu, dan tetap hati-hati saat dijalan. Mohon maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi pada mall ini. Sekiranya akan terus berbelanja di lain waktu." Ucap MC mengingatkan.
"Pak bagaimana dengan kejadian hari ini, karena kondisinya sudah tak memungkinkan untuk mall nya tetap buka. Jadi apakah kita akan membiarkan nya tutup terlebih dahulu." Ucap manager merasa bingung.
"Sebaiknya begitu, untuk kepentingan penyelidikan juga. Maka rapat maupun bahasan tentang keuangan ditunda saja dulu." Jawab pria tampan selaku pemilik mall tersebut.
Lalu pria tampan meminjam mic yang berada diruang informasi.
"Lingmei.. apakah kamu mendengar suara kakak?" Jika terdengar maka berdirilah karena keadaan sudah aman."
Lingmei yang mendengar pun tak mampu berdiri karena sudah mati ketakutan, badannya berkeringat dan wajahnya pucat. Hingga gemetar nya tak bisa membuat nya berbicara. Tetap dalam meja pakaian yang dijual itu ia bersembunyi.
"Lingmei.. Jangan takut. Kakak disini, cobalah berdiri sayang." Ucap pria tampan dengan rasa khawatirnya.
Lalu Lingmei pun memberanikan diri untuk berbicara. "Ka..kak.."
"Pak? Lingmei ada disini." Ucap salah seorang karyawan karena mendengar Lingmei memanggil kakak nya.
Dengan cepat pria tampan bergegas menuju ke arah Lingmei berada.
Dan dilihatnya adiknya yang lemas terkulai tanpa berdaya.
"Maafkan kakak karena telah meninggalkan mu, tak mendengar kata-kata mu. Kakak sungguh menyesal." Ucap pria tampan cemas.
*****
Pria tampan pun membawa Lingmei keruangan yang biasa dia gunakan untuk beristirahat. Memberikan air minum padanya. Dan terus memeluk adiknya hingga tertidur.
"Syukurlah, semua sudah membaik. Aku takut pengunjung mall ini akan berkurang karena masih ada diantara mereka yang syok berat." Ucap manager sambil menghitung uang yang tak berhasil diambil para pencuri.
"Walaupun uang nya tetap utuh tetapi banyak pakaian dari mall bersimbah darah, ini membuat kerugian yang tak sedikit pak. Counter juga banyak yang rusak dan tak bisa terpakai lagi." Sambung manager.
"Tak mengapa, sudah musibah. Rapikan saja pakaian yang masih bisa dijual. Untuk kerusakan silahkan hubungi tukang servisnya agar dibetulkan kembali. Jika tak bisa, maka. Belilah peralatan yang baru." Ucap pria tampan.
"Baiklah jika begitu, bagaimana dengan karyawan kita pak?"
"Untuk masalah karyawan, ini akan kita bahas bersama rapat di lain waktu. Atau besok jika saya sudah ada waktu."
"Tetapi tak banyak masalah pada absensi karyawan nya, hanya saja ada beberapa dari security yang terluka pak."
"Berikan saja mereka pengobatan yang terbaik, dan tetap hitung gaji mereka walaupun tak bisa bekerja." Ucap pria tampan mengelus kening Lingmei.
"Apa tidak sebaiknya kita berhentikan saja pak, mengingat mereka sudah terluka dan tak bisa bekerja dengan maksimal. Tetapi, uang pesangon tetap kita berikan agar tiada hutang piutang." Ucap manager memberikan saran.
"Tak perlu. Ini bukan kesalahan mereka, bahkan mereka sudah bekerja dengan begitu baik. Tetap biarkan mereka bekerja disini setelah kondisi nya benar-benar pulih." Jawab pria tampan.
"Baiklah jika itu sudah keputusan bapak."
"Oh ya. Silahkan anda urus slip gaji terakhir dari supervisor Ratuliu. Untuk besok dan seterusnya, saya tak ingin melihatnya lagi. Tak perlu tanyakan alasannya, cukup anda urus sesuai perkataan saya. dan segera mencari kandidat baru untuk mengambil alih semua tugasnya." Ucap pria tampan dengan nada yang sedikit keras sehingga membangunkan Lingmei yang sedang tertidur.
Lingmei mengusap kedua matanya yang terlihat buram baginya.
"Kakak? Kakak sedang marah?"
"Kamu sudah terbangun, kakak sedang membahas semua kinerja karyawan saja. Tidak marah. Maaf kakak sudah membangun kan tidurmu."
"Tak mengapa, apakah kakak ingin rapat? Apakah Meimei mengganggu kakak?" Tanya Lingmei melihat wajah kakaknya yang terlihat serius.
"Tidak sama sekali. Apakah Meimei ingin melanjutkan tidurnya?"
"Tidak kak. Aku ingin mendengar kakak rapat saja." Ucap Lingmei sedikit manja.
Lalu pria tampan pun melanjutkan rapatnya kembali disamping adiknya yang sedang berbaring sambil mengelus kepala adiknya dengan pelan. Tiba-tiba Lingmei mengingat kejadian saat di toilet dan dengan cepat ia berkata.
"Kak, aku tak suka dengan kepala bagian kebersihan. Jika di izinkan, tolong berhentikan saja dia dari pekerjaan nya. Sikap nya sangatlah tak baik pada karyawan yang baru saja masuk. Sangat kasar dan terlihat penindasan."
"Hah? Betulkah begitu. jika iya, dia tak perlu lagi bekerja disini." Ucap pria tampan kaget mendengar perkataan Meimei.
"Aku berkata sesuai dengan yang aku lihat kak, bahkan dia berani berkata tak usah berbelanja di mall ini jika ada pengunjung yang ikut campur. Aku sangat kesal dengan gaya bicaranya yang sombong." Jawab Lingmei memberitahu.
"Dia sudah lama bekerja disini. Ada sekitar empat tahun-an, tetapi baru sekarang saya mendengar berita buruk untuknya. Jika begitu sebaiknya kita sudahi saja kontrak kerja bersama dia." Sahut manager yang tak percaya.
"Meimei berkata benar kakak. Meimei juga sebenarnya tak mau ikut campur urusan bisnis kakak, tetapi sikap karyawan itu sangatlah tak terpuji."
"Sudah. Kakak selalu percaya katamu, sekarang juga berhentikan kepala bagian kebersihan itu. dan anda yang seharusnya manager lebih tahu semua kinerja karyawan, apakah Anda tak pernah mengecek dilokasi?"
"Mohon maaf pak, saya selalu mengecek sesuai jam kerja saya. dan saya tak temukan ada keganjalan dilokasi. Mungkin saya kurang bekerja dengan maksimal sehingga kejadian yang sangat memalukan ini tak saya ketahui." Ucap manager dengan rasa bersalah nya.
"Jika itu keputusan bapak, saya akan memberhentikan nya segera." Sambung manager.
"Saya tak ingin kejadian seperti ini terulang kembali, dan untuk pembahasan keuangan kita lakukan secara virtual saja. saya tak cukup banyak waktu untuk berada disini lebih lama. dan Meimei cuci wajahmu kemudian kakak akan mengajakmu untuk makan malam." Ucap pria tampan mengakhiri rapatnya bersama manager.
Manager hanya menurut dan keluar dengan rasa bersalah nya, ia terus mengingat perkataan yang Lingmei katakan. sikap kepala bagian kebersihan sangatlah sopan dan berbicara manis padanya sehingga manager melupakan sikapnya pada karyawan lain.
"Kakak.. kita akan makan apa malam ini? Aku ingin makan yang banyak agar tumbuh menjadi orang dewasa. dan bisa berbisnis seperti kakak." Ucap Lingmei dengan suara lucunya.
"Kita akan makan di restaurant favorit mu, ada begitu banyak menu makanan yang kamu sukai disana."
"Wahh.. kakak emang yang terbaik dan selalu mengerti adiknya."
"Tapi makannya tak boleh banyak, kakak ingin kamu seperti ini terus. Kakak menolak melihatmu bertumbuh dewasa." Ucap pria tampan dengan tersenyum melihat tingkah laku adiknya.
"Ahh.. kakak tak boleh gitu dong!! Meimei akan tumbuh dewasa dan menikah, seperti kakak yang sudah mapan dan menikah walaupun belum punya keturunan tapi Meimei tetap menjadi adik termanja buat kakak." Jawab Lingmei berpikir dewasa depan kakaknya.
Pria tampan hanya terdiam dan wajahnya terlihat berpikir keras. Lalu kakak adik tersebut melanjutkan perjalanan menuju restaurant.
*****