ME AND MY LAST LOVE

ME AND MY LAST LOVE
C56. Pernyataan cinta Ani



Keesokan harinya..


Dokter mengatakan jika Putra sudah boleh pulang dan Nayla bersiap untuk itu, semalam Theo menelpon Nayla ia tak bisa datang karena banyak pekerjaan yang tertunda. Tetapi Theo ingin menjemput Nayla dan juga Putra sampai kerumah nya Theo ingin Nayla dan adiknya tinggal dirumahnya saja mengingat hari pernikahan mereka sudah semakin dekat dan Nayla mengikuti apa yang kekasih nya katakan.


"Apa tidak merepotkan kakak ipar jika kita tinggal dirumahnya kak? Rumah kita juga tidak begitu buruk koqq, Putra nyaman tinggal disana." Ucap Putra sembari merapikan pakaian yang ia kenakan.


"Tidak repot sayang, sebentar lagi kakak akan menikah dengan nya jadi harus selalu dekat sekalian membicarakan acara pernikahan nya. Kenapa kamu bicara seperti itu dek? Apa kamu tidak ingin tinggal disana? Rumahnya sangat bagus dan besar kalau tinggal disana banyak yang jagain kamu, kamu tidak akan merasakan kejadian seperti kemarin. " Tutur Nayla memberi penjelasan sekalian mengingat kejahatan yang penculik itu lakukan hingga menyebabkan adiknya itu kecelakaan. Ia tak ingin hal itu terulang kembali Nayla merasa aman saat dekat Theo jadi memilih tinggal dirumahnya.


"Putra mengerti kak, hanya takut merepotkan saja Jika kakak bilang begitu aku ikut kata kakak. Aku tidak masalah tinggal dimana saja yang penting bersama kakak karena aku sangat menyayangimu kak. Baiklah Ayuk kita tunggu saja kedatangan kakak ipar." Balas Putra anak yang sangat mengerti kakaknya dan Nayla menetes kan air matanya mendengar perkataan Putra.


"Makasih sayang, kakak juga sangat menyayangi Putra. Kakak terharu pada pemikiran mu yang seperti ini, maaf kakak belum bisa memberikan yang terbaik untuk kamu tapi kakak janji kita akan selalu bersama." Tutur Nayla.


"Aku ingin cepat besar kak, maka dari itu aku harus berpikir seperti orang dewasa." Jawab Putra terlihat gagah dengan wajah barunya.


"Hahaha.. adiknya kakak bisa saja ya. Dari dulu sudah menjadi superhero kakaknya jadi kakak harap jangan cepat membesar dek." Ucap Nayla.


Ditengah perbincangan kakak adik itu ternyata Theo dari tadi sudah mendengarkan mereka di depan pintu ruangan Putra ia melihat Nayla dan Putra dengan ekspresi wajah yang berubah. Awal menangis tiba-tiba tertawa Theo hanya melihat dengan senyuman kemudian ia masuk.


"Ehh kenapa pada tertawa ya, mau ikut dong kalian bicara apa?." Sapa Theo.


"Ehh kakak ipar sudah sampai, ini ceritaku yang ingin secepatnya menjadi besar agar mengalahkan penjahat seperti om badut dan om gendut. Tapi kakak malah menertawakan ku, aku rasa tidak ada yang lucu dari perkataan ku kan kak?." Balas Putra dan Theo pun menjawab nya.


"Tentu dong! Putra anak yang kuat dan pemberani jadi akan segera menjadi orang besar seperti kakak yang bisa melindungi kak Nayla dari kejahatan juga. Ini janji kita!!!." Sahut Theo memberikan jari kelingking nya pada Putra dan Putra menjulurkan jarinya ke jari kelingking Theo.


"Wahh.. dua jagoan ku sedang berjanji melindungi ku, aku sangat bahagia. Hahaha.." Ucap Nayla.


Putra dan Theo tersenyum bersama melihat Nayla.


"Ya sudah kita pulang sekarang ya." Jawab Theo.


Mereka pun bergegas pergi meninggalkan ruangan yang selama ini dihuni Putra lebih dari sebulan itu bersyukur Putra masih selamat dari kecelakaan walaupun harus menghabiskan harinya di rumah sakit tapi Putra anak yang sangat kuat.


Ditengah kepulangan Nayla dan Putra kerumah Theo disitulah awal mula Adi dan Ani merencanakan pertemuan disuatu cafe yang ditunjuk oleh Ani.


"Ini hari pertamaku bertemu dengannya lagi setelah hampir setengah tahun gak bertemu, aku jadi gak sabar dech." Gumam Ani sambil tersenyum ia berjalan menyusuri trotoar yang berada dekat cafe tersebut. dan Adi lebih dulu sampai di cafe ia menunggu Ani dimeja yang sudah di pesan dahulu oleh Ani, Adi terus melihat jam. Tak lama kemudian Ani pun datang menyapa nya.


"Hai, udah lama nunggu ya? Maaf aku telat."


"Bagaimana kabarmu? Lama yaa kita gak ketemu makasih juga udah mau menemui ku." Tutur Ani.


"Baik, cuman agak sibuk dikit karena baru mulai memimpin perusahaan yang ditinggalkan ibuku semasa hidupnya." Balas Adi lagi.


"Jadi ibumu telah tiada, aku sampai gak menanyakan kabar kedua orang tua mu kalau begitu turut berduka cita ya Di." Sambung Ani.


"Gak apa-apa, kamu juga sedang sibuk kan? Belum sampai sebulan kepergiannya tapi aku udah bisa ikhlas koqq. Sekarang yang aku lakukan meneruskan keinginan nya untuk memajukan perusahaan." Ungkap Adi.


"Syukurlah kalau pemikiran mu begitu, aku sangat kagum padamu karena bekerja keras untuk mewujudkan pesan terakhir ibumu. Kamu pria idaman semua orang." Puji Ani


"Ahh kamu bisa aja, kalau begitu seharusnya aku enggak single dong ya banyak pacar nya. Hahaha.." ini adalah tawa Adi yang pertama kalinya setelah ditinggal orang yang paling dia sayangi.


"Kalau begitu jadikan aku pacarmu aja biar enggak single." Pinta Ani terus terang.


"Hah? Hahahaha.. bercanda Bu guru sangat lucu ya. Ehh.. kita keasikan ngobrol jadi lupa pesan minumnya." Ucap Adi mengalihkan pembicaraan.


"Emm.. iya kamu pesan aja. Aku ikut yang kamu minum setelah ini apa rencana mu?." Tanya Ani.


"Maksudnya rencana apa ya? Aku sih masih fokus belajar terus kerja juga kalau rencana dengan siapa aku menikah atau siapa kekasihku nanti, belum terpikirkan untuk saat ini." Jawab Adi sembari memesan Coffe Americano dua gelas.


Bagi Adi berteman saja dulu nanti jika memang jodoh pasti tidak akan kemana, ia tidak ingin menjalin hubungan karena belum bisa melupakan Nayla tapi Adi lumayan nyaman dekat dengan Ani.


"Oh begitu ya, kalau sudah terpikir bisa menghubungiku lagi ya. Aku enggak bercanda dengan perkataanku yang aku bilang adalah ungkapan isi hatiku. Kita memang belum kenal lama dan jarang bertemu tapi aku akan berusaha lebih sering menemui mu. kita bisa memulainya jika kamu mau, kita bukan anak remaja lagi jadi aku bicara begini secara jujur padamu." Balas Ani.


Adi terdiam mendengar perkataan Ani, ia sangat bingung biasanya sangat berat baginya mengungkapkan perasaan kepada orang yang dicintainya tapi Ani adalah sosok wanita yang terus terang atas apa yang dirasakannya dan hari ini Ani menyatakan cinta pada Adi membuat Adi berpikir.


"Wanita ini bagaimana bisa jatuh cinta padaku, aku gak pernah melakukan hal spesial untuknya seperti aku menaklukkan hati Nayla dulu. Aku bingung jawab apa tapi aku juga masih ingin berteman dengannya." Pikir Adi saat terdiam tak lama kemudian minuman pun datang dan Adi berusaha tenang sembari meminum Coffe Americano nya.


"Aku pasti akan menghubungi mu kita kan berteman, lagian teman wanita ku hanya kamu yang paling dekat saat ini. kita jalani pertemanan ini dengan baik memantaskan diri dahulu jika sudah saatnya kita langsung menikah aja." Jawab Adi.


"Aku senang mendengar jawabanmu, semoga kita semakin lebih baik lagi kedepannya." Tutur Ani dengan senyuman ia bahagia karena Adi tidak menolaknya tapi memberi kesempatan untuk lebih dekat lagi walaupun tanpa status berpacaran.


Dan Adi benar-benar ingin berubah tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, ia juga tak ingin kehilangan orang yang paling dicintainya seperti kehilangan Nayla jadi sebelum memulai suatu hubungan dia ingin bersikap lebih dewasa lagi supaya tidak merusaknya.


****