ME AND MY LAST LOVE

ME AND MY LAST LOVE
C45. Gaun pilihan kekasih



"Duh, aku bingung pilih yang mana ya." Ucap Nayla.


"Yang ini juga bagus, suka yang panjang apa yang pendek gaun nya sis?" Tanya Rakha.


Nayla sadar Rakha tak mengenalinya kemudian Nayla membuka kaca matanya dan Rakha hanya bisa tersenyum kaget.


"N-nayla? Jadi ini kamu, kenapa berpakaian yang aneh? Pantesan kayak kenal suaranya, Hehe."


Nayla tersenyum malu, ini dilakukan nya karena tak ingin Theo melihatnya ada disini. Sempat menolak ketika Theo ingin membelikan nya gaun. Jadi dia hanya bisa ke mall dengan pakaian tertutup.


"Hahahaha, aku kesini agar gak ada yang kenal aku. Jadi menurut mu aku cocok pakai yang pendek apa yang panjang? Aku gak pernah pakai gaun soalnya." Jawab Nayla sambil memperhatikan sekelilingnya takut Theo tiba-tiba datang.


"Emm, bagaimana kalo kamu coba keduanya Nay, nanti aku yang akan menilai mana yang cocok buatmu." Ide Rakha, dan Nayla pun menuruti nya.


Tak lama kemudian...


"Kurang pas, coba ganti yang lain." Ucap Rakha.


"Terlalu tenggelam, cari yang agak kecilan." Ucap Rakha lagi. Sekitar tiga gaun yang sudah di coba Nayla tapi masih belum terlihat cocok. Tiba-tiba Theo mendekati Rakha. Dan Rakha kaget bukan kepalang melihat Theo ada di dekatnya.


"S-selamat siang pak." Sapa Rakha dengan gugup.


"Siang, kamu kenapa? Ada masalah? Biar saya bantu menyelesaikan." Jawab Theo dengan ramah.


"I-ini pak, ada customer yang membeli gaun malam tapi masih bingung dengan kecocokan nya."


"Oh begitu, orangnya bagaimana?" Tanya Theo.


Nayla yang mendengar suara Theo ikut gugup dan tegang, tak berani keluar dari kamar ganti. Tetapi Rakha berusaha tenang dan memberitahu Theo ciri-ciri wanita yang ingin mengenakan nya. Lalu Theo pun memberikan sehelai gaun ke Rakha tanpa melihat wanita yang akan mengenakan nya pun Theo sudah bisa memilih gaun malam itu dengan cepat. Lalu Theo pun beranjak pergi ke counter lain, ada rasa lega di hati Nayla sekaligus bahagia karena akan memakai gaun pilihan kekasihnya. Jodoh emang gak kemana, dalam situasi apapun selalu menemukan jalannya. Semakin jatuh cinta Nayla pada pria yang sebentar lagi akan menjadi suami nya itu.


"Hahahaha, beruntung nya kamu Nay, hoki seumur hidup dapat gaun pilihan langsung dari pemilik mall nya. Aku ikut seneng dech rasanya." Ucap Rakha pada Nayla, saat itu Nayla sudah keluar dan mengambil gaun pilihan Theo.


"Tanpa kamu tau, pemilik mall itu adalah kekasihku dan tak ada yang lebih bahagia lagi saat mendapatkan pria super perhatian pada siapapun."


Gumam Nayla dalam hati, sangat bangga pada Theo. Selalu menyelesaikan masalah untuknya dan untuk semua orang. Menjadi kekasih Theo adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan untuk Nayla.


"Hahaha, ya udah dech. Aku terima keberuntungan ini seumur hidupku." Balas Nayla dan Rakha hanya terdetak atas ucapan Nayla. Rakha belum mengerti maksud Nayla, ia akan tahu saat Nayla sudah mengenalkan kekasihnya itu pada Rakha.


Nayla hanya tersenyum, ia begini bukan karena menghindari supervisor dan menutup diri dari pekerjaannya tapi karena kekasihnya itu.


Tak lama kemudian Nayla menyelesaikan tugasnya untuk membeli gaun, ia sudah tak sabar mencoba nya dirumah. Kalau soal berdandan Nayla ahlinya, ia sudah terlahir dengan good looking walaupun begitu Nayla ingin memberi kabar bahagia ini dengan Meimei, ia tak boleh ketinggalan setiap momen cerita cinta kakaknya itu.


"Halo? Mei lagi sibuk enggak ya?" Tanya Nayla lewat telepon dan Meimei saat itu sedang santai saja dirumah depan kolam renang sambil menonton drama China. Terlihat di laptop nya adegan aktris dilraba dilmurat di serial drama berjudul Eternal Love, Meimei sangat menyukai aktris tersebut.


"Yaa ibu kecil, Meimei lagi gak sibuk koqq. Ada apa ya? Apa perlu Meimei kerumah sakit sekarang?"


"Enggak, ibu kecil sedang dirumah nih. Cuman mau cerita aja, nanti malam ibu kecil dan kakakmu akan berkencan untuk pertama kalinya. Aku hanya memberi tahu kamu, hanya makan malam aja sih." Ucap Nayla berbagi kebahagiaan.


"Oh ya ampun, so sweet sekali. Uhhh.. jadi ingin punya kekasih dech. Aku kerumah ibu kecil ya, harus tampil lebih cantik dari biasanya." Balas Meimei dengan penuh semangat.


"Hahahaha iya, ibu kecil tunggu ya." Tutup Nayla.


"Hughh.. kenapa aku deg-degan ya, bagaimana nanti? aku sangat gugup. Tapi kan hanya makan malam biasa. Harusnya sih aku gak perlu gugup. Semoga enggak melakukan kesalahan, ohh.. Theo kenapa aku tergila-gila padamu." Gumam Nayla berbicara sendirian sambil terus memandang gaun pilihan dari kekasihnya itu.


Tak lama kemudian Meimei pun datang dengan membawa alat make-up yang super banyak. Ia sudah tidak sabar menyulap Nayla menjadi seorang bidadari. Dan Nayla hanya menuruti perempuan yang akan menjadi adik iparnya itu.


"Apa gak terlalu kecepatan make-up sekarang?"


"Emm, emang jam berapa kakak jemput ibu kecil? Berdandan juga kan butuh waktu yang panjang. Hasil terbaik harus dilakukan dengan pelan agar terlihat sempurna di depan kakak. Hihihi.."


"Aawww, jadi malu dech. Pengennya yang natural biasa aja soalnya bukan acara pernikahan jadi gak perlu yang berlebihan kan?" Jawab Nayla.


"Tapi kan, yang natural itu udah biasa ibu kecil lakukan saat kerja atau keluar rumah. Ini kan momen pertama kali kalian kencan walaupun cuman dinner biasa tapi harus tetap lebih cantik dari biasanya. Udah ya, ibu kecil jangan banyak protes. Keburu malam nanti." Sahut Meimei.


Nayla pun mengikuti kemauan Meimei, sebelumnya ia sudah mandi saat menunggu Meimei datang. Tetapi belum memakai gaunnya. Ia juga masih menyempatkan dirinya bergumam dihati mengenai meet dinner bersama Theo.


Waktu terus berjalan, hasil make-up Meimei sangat indah sekali bahkan Meimei pun terkesima dengan hasilnya. Bukan hal yang sulit memakai make-up bagi Nayla, kerjaan nya juga tak lepas dari make-up. Tapi kali ini Nayla sangat menyukai riasan Meimei. Lebih cantik tapi tidak berlebihan juga. Nayla sangat berterimakasih pada Meimei.


Setengah jam lagi menunggu sang kekasih datang menjemputnya, Nayla masih di landa rasa gugup yang amat dahsyat.


****