
Theo memberikan ciuman mesra pada perempuan yang sekarang menjadi istri nya itu. Memeluknya dengan ketulusan dan berkata.
"Aku sangat merindukanmu, maka saat rasa itu melanda secepatnya memeluk dan mencium mu."
Nayla tersenyum menatap kekasihnya itu.
"Kita selalu dekat. jika masih tetap rindu aku harus mengatakan apa padamu. Hehe' Oyaa.. bolehkah? mengajarkan ku untuk mengemudi mobil dengan baik karena aku belum menyetir dengan mahir seperti mu." Ujar Nayla.
Diselah pembicaraan keduanya tiba-tiba handphone Theo berbunyi dengan keras. Ia penasaran ingin melihat siapa yang menelepon nya dan ternyata pihak rumah sakit.
"Sebentar ya, aku ingin angkat telepon dulu."
"Halo?." Sahut Theo pada sambungan telponnya.
"Mohon maaf mengganggu waktu anda pak. Hanya ingin mengabarkan mengenai kondisi nyonya Jia Li saat ini." Ucap dokter yang selalu menemani Jia.
"Oh, ada apa ya? Apakah operasi nya berhasil?."
"Hmm.. kami telah berusaha semaksimal mungkin tetapi sampai saat ini keadaan nya masih koma. Padahal sudah hampir setahun setelah operasi nya, tubuhnya tak bergerak sama sekali dan jantung nya melemah. Apakah bapak ingin berkunjung? karena sepertinya nyonya hanya menunggu kehadiran anda saja untuk pergi."
Ucap dokter menghela nafas panjang.
"Semuanya telah aku berikan untuknya tapi kali ini aku sudah tak bisa menemuinya lagi. Biarkan saja berjalan seperti biasa jika jantungnya masih berdetak dan nafasnya masih ada. Tak perlu risau dengan biayanya ya." Ucap Theo.
"Hmm.. baiklah, saya akan terus melihat kondisinya sampai tembusan nafas terakhir." Sambung dokter dan ia mematikan sambungan itu tanpa menunggu apa yang akan dikatakan Theo.
Melihat Theo terdiam, Nayla sangat penasaran siapa yang menelepon nya.
"Ada apa? Apakah ada masalah?."
"Enggak ada, ini telepon dari dokter yang menangani pasien Jia. Mengatakan jika dia belum ada perubahan dari operasi nya."
"Apakah kamu ingin kesana untuknya?." Ujar Nayla lagi, ia sangat mengerti Theo.
"Enggak ada niat untuk menemui nya lagi. Kehidupan ku udah bahagia bersama mu. Jangan membicarakan nya lagi ya." Ucap Theo.
"Baiklah, aku gak akan membicarakan nya lagi."
Rasa sakit yang amat dalam bisa merubah seseorang yang tadinya peduli jadi mengabaikan, baik menjadi jahat, tulus menjad kotor. Perubahan sifat ini karena terjadi guncangan yang amat dahsyat dalam kehidupan akibat sakit hati.
Tak lama kemudian handphone Theo kembali berbunyi dan di lihatnya rekan di perusahaan yang menelepon nya lalu segera Theo angkat.
"Halo ya. Bicara saja."
"Mohon maaf mengganggu waktu istirahat nya, Presdir di mohon untuk datang ke perusahaan karena ada masalah besar." Ucap asisten nya.
"Apa? Baiklah saya akan segera kesana."
Dengan tergesa-gesa Theo ingin secepatnya pergi ke perusahaan tetapi masih sempat menjawab pertanyaan istrinya.
"Ada apa? Buru-buru banget."
"Ada masalah besar di perusahaan aku akan segera kesana. Kamu belajar menyetir nya bersama paman Bai saja ya lakukanlah 3 hari kedepan. Jangan terlalu banyak keluar rumah."
"Ya Tuhan semoga segera pulih kembali perusahaan nya dan masalahnya cepat teratasi." Doa Nayla dalam khawatir nya dan Theo yang mendengar nya hanya mencium kening Nayla.
Mereka turun ke lantai bawah dan disana sudah ada Meimei melihat mereka dengan berpikir.
"Ada apa kak?." Ucap Meimei dan Theo pergi dari hadapannya begitu saja.
"Haishhh.." keluh Meimei.
"Ada masalah besar di perusahaan dek." Jawab Nayla dan Meimei langsung menyusul kakaknya keluar rumah dan berkata.
"Kak?? aku ikut ke perusahaan ya." Tanpa persetujuan Meimei langsung masuk mobil kakaknya dan Theo hanya diam saja. Nayla yang melihat nya berpikir jika adanya Meimei juga bisa membantu kakaknya dalam setiap masalah jadi Nayla mengerti untuk tetap diam dirumah.
Tak lama kemudian....
Theo berjalan cepat menuju ruang rapat dan Meimei hanya mengikuti dari belakang.
"Sudah berkumpul semua?." Sahut Theo
"Iya sudah." Jawab mereka.
"Baiklah silahkan mulai." Ucap Theo lagi.
"Pesaing terbesar kita grup Bumi Karisma setelah mengumumkan busana musim baru. Penjualan mereka sudah memiliki kecenderungan untuk melampaui kita. Kalau begitu apakah perlu penyesuaian strategi di bulan ini terhadap target pasar di masa depan?."
"Menurut yang lain bagaimana?." Tanya Theo.
"Kami sudah membahas nya didalam rapat. Sebaiknya kita mengurangi harga produk dengan tepat, meningkatkan produksi dengan cepat dan segera menempati pasar."
Theo hanya mengangguk dan berpikir banyak.
"Aku berpikir untuk menggunakan cara yang sebaliknya." Jawab Theo.
"Target kita pada busana wanita merupakan kemewahan yang terjangkau. Benar kan?. Semua wanita tidak akan berharap bajunya sama dengan yang lain saat keluar. Jadi kalau sekarang kita turun kan harga, memperbesar jumlah produksi secara membabi buta, hasilnya merek kita akan terlihat sederhana dan murahan. Jadi kupikir sebaiknya kita gunakan cara yang sebaliknya." Sambung Theo dan mereka saling tatap setelah nya mengangguk dengan cepat.
Ditempat yang berbeda...
"Inikah produk baru Lotus untuk musim berikutnya?." Ucap Theo setelah melihat pakaian yang diberikan salah satu staf kepercayaan.
"Benar, ini barang tiruan."
"Apa sudah masuk pasar sekarang?."
"Masih belum. Masih dalam tahap produksi sekarang, tapi saya tidak bisa temukan asal-usul perusahaan ini. Saya tidak punya orang yang bisa melakukan hal ini." Jawabnya.
"Akan ku selidiki." Ucap Theo.
"Ya, bagus sekali. Kami melakukan pendaftaran hak cipta terhadap setiap merek dan setiap busana perusahaan kita. Asal bisa temukan pihak tersebut, kita punya hak untuk meminta pihak itu segera menghancurkan semua produknya serta mengganti rugi kerugian kita." Jawabnya
"Ya." Theo mengerti sembari mengangguk.
"Sebelumnya, kami berhubungan dengan pemasok di Mesir. Terjadi beberapa masalah karena kebocoran informasi waktu itu saya mengira itu hanya sebuah kebetulan saja. Kalau dipikirkan lagi sekarang, seharusnya ada mata-mata di dalam jabatan tinggi perusahaan." Ujarnya lagi.
"Kalau memang seperti itu, informasi yang sudah bocor seharusnya bukan hanya satu merek lotus." Ucap Theo sangat serius.
"Direktur Ling, menurutmu apakah perlu utusan untuk pergi ke pabrik untuk melakukan pemeriksaan?." Tanya nya lagi.
"Oh tentu saja." Jawab Theo.
"Banyak sekali perusahaan produksi di negara ini, kalau dilakukan satu persatu itu akan sulit."
"Perusahaan kita memiliki perjanjian dengan desainer yang punya merek asli jadi kita punya tanggung jawab dan kewajiban untuk melindungi karya mereka. Tidak peduli berapa besar beban kerja terhadap masalah ini harus di periksa secara jelas." Ucap Theo.
Tak lama kemudian ada seseorang datang untuk melapor pada Theo tentang permasalahan ini.
"Direktur Ling." Jawab asisten dan Theo hanya mengangkat kepalanya ke atas guna merespon perkataan asisten nya.
"Kami periksa pabrik yang memproduksi barang tiruan Lotus kualitas pabriknya sangat rendah. Disana banyak vendor dan pesanan tapi kebanyakan barang palsu dan kualitas rendah. Mungkin karna itulah alasannya petugas keamanan mereka sangat hati-hati. Orang kita tidak bisa masuk kesana." Ucap nya memberikan informasi.
"Kalau datang begitu saja tentu kau tidak bisa langsung masuk ke dalam. Kecuali kau adalah orang mereka." Sahut Theo.
"Apa maksud anda? Kami harus masuk ke sana dengan cara melamar pekerjaan? Aku mengerti. Anda punya pengalaman untuk hal ini." Ujarnya.
"Pergilah ke kantor dan cari karyawan baru yang cukup pintar." Ucap Theo.
"Baik. Aku mengerti, akan kulakukan." Jawabnya dan mereka pergi meninggalkan ruangan direktur.