ME AND MY LAST LOVE

ME AND MY LAST LOVE
C62. Acara pernikahan



Tidak terasa bulan pun menampakkan sinar indahnya dan bintang satu persatu mulai terlihat pada cuaca malam yang sangat indah dan penuh kebahagiaan bagi Nayla dan Theo.


Nayla mengingat perkataan adiknya tadi siang sangat bermakna dan membuat nya semakin terharu, ia menjadi perempuan yang dicintai adiknya dan kekasihnya.


"Ibu kecil jangan melamun dong, inikan hari spesial untukmu. Memangnya sedang memikirkan apa sih?." Ujar Meimei memecahkan lamunan Nayla.


"Hahaha tidak apa-apa hanya merasa bersyukur banget, Tuhan baik sekali padaku menghadirkan kalian untuk menemani hari-hari ku." Jawab Nayla.


"Karena ibu kecil memiliki hati yang tulus itulah mengapa kami hadir disini dan untuk yang memiliki hati setulus ibu kecil Tuhan menitipkan kebahagiaan yang luar biasa." Ucap Meimei dengan lembut.


"Terimakasih Tuhan aku sangat bahagia." Balas Nayla yang sedari tadi di rias oleh perias aktris. Seperti biasa Nayla akan berkata rias dirinya dengan natural saja. Ia tak nyaman jika wajahnya penuh dengan make up warna terang.


Semua saat itu sedang bersiap dandan untuk menghadiri pesta pernikahan Theo dan Nayla tetapi ada juga para tamu sedang menikmati berbagai makanan yang sudah di sediakan. Suasana semakin ramai dengan berputar nya jarum jam tiap detik. Theo mengundang banyak kolega bisnisnya dan Nayla hanya mengundang beberapa teman saja. Hingga keduanya telah siap menuju gedung dengan semangat dan Meimei tak pernah berhenti mengambil gambar keduanya.



Meimei tertawa pada tingkah keduanya yang tak berhenti saling menatap hingga tak sadar para tamu undangan telah menunggu mereka untuk berada di ruangan megah nan indah itu.


"Rangkul lah tanganku kita bisa berjalan menuju pelaminan yang sudah siapkan. Nayla? apakah kamu mendengarkan ku." Ucap Theo dan Nayla terus menatap suaminya dengan perasaan kagum yang berlebihan. Ia sangat bahagia.


"Nayla?." Tanya Theo lagi tak lama kemudian Nayla tersadar dan melanjutkan apa yang di ucapkan Theo, mereka berjalan dengan sangat serasi.



Siapapun yang melihat pernikahan pasti akan ikut berbahagia, pernikahan adalah hal yang membuat kita berpikir bahwa tidak cukup dengan saling mencintai saja tanpa adanya pengakuan secara spiritual. saat pernikahan telah terjadi dalam hidupmu saat itu juga kamu harus siap dalam segala hal. kadang hidup tidak selalu bahagia ada waktunya dimana kesedihan meliputi hidupmu.


Tapi kita bukan bercerita kesedihan dan kebahagiaan melainkan dengan siapa kamu mampu menjalaninya dan terus bersama walaupun kebahagiaan ataupun kesedihan itu terus mengiringi perjalanan hidupmu. Pernikahan bagaikan rantai dari cincin emas, diawali dengan secercah sinar terang dan diakhiri oleh keabadian.


Siapapun yang mampu menemani mu sampai maut memisahkan itulah definisi dari cinta sejati. Seseorang yang memiliki hati mu sampai akhir cerita hidupmu adalah cinta terakhir mu.


"Terimakasih sayang aku sangat bahagia. Ini pernikahan pertama dan terakhir dalam hidupku. Aku akan terus berada disampingmu sekalipun cintamu bukan untukku lagi." Ujar Nayla ditengah suasana mengharu biru itu dan Theo pun menjawabnya dengan perasaan tulus kepada kekasihnya yang kini menjadi istrinya.


"Aku akan selalu membuatmu bahagia dan bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta pada wanita lain saat cintaku ini telah habis untuk dirimu seorang. Nayla.. kamu akan tetap menjadi cinta terakhirku selamanya emuahh.." Theo mengecup bibir Nayla tanda cinta pada wanita itu.


Nayla tak bisa mengungkapkan perasaan bahagia nya lagi, hanya bisa tersenyum setulus hati.


Tak lama kemudian Adi datang ditemani Ani dengan berpakaian couple mereka turut berbahagia pada pasangan itu dan Adi telah mengiklaskan Nayla untuk pria yang kini menjadi suaminya.


"Tolong jaga dia bro, maaf aku gak bisa menjaganya dan tugas ini telah beralih padamu." Ucap Adi pada Ling Theo.


"Semoga kalian cepat menyusul ya, Adi tolong jaga Ani dengan baik. Ani wanita baik dan sangat mencintaimu. Kita udah menjadi teman curhat jadi jangan sungkan ya untuk memberi tahu kapan kalian akan menikah. Hahaha.."


"Jika aku menikah dengan Adi. Maka, orang pertama yang aku undang adalah kamu Nay. Makasih atas semua kebaikan mu. Theo begitu beruntung memiliki istri seperti mu." Puji Ani yang ikut dalam pembicaraan mereka.


"Hahaha.. tuhkan calon istri mu sangat pandai dalam berbicara." Ucap Nayla. "Adi.. jangan biarkan dia terlalu lama menunggu." Bisik Nayla dan Adi berpikir kehadiran Ani membuat hidupnya lebih berwarna lagi. Tanpa berpikir panjang Adi pun mengeluarkan cincin di dalam saku jas nya. Cincin yang sudah lama ia siapkan untuk wanita yang akan menjadi pendampingnya.


"Nayla benar, aku rasa ini adalah waktu yang tepat untuk memiliki kekasih. Ani.. walaupun kita belum kenal lama dan rasa itu belum sepenuhnya tumbuh dalam hatiku tapi aku. Adi... Seorang pria yang bisa melihat kebaikan dari dalam dirimu maka dari itu terima lah lamaranku ini untuk menjadi bagian dari hidupmu dan berjuang lah membuatku jatuh cinta setiap harinya." Ungkap Adi dan Ani sangat terharu. Tak menyangka Adi akan melamar nya di acara pernikahan mantan pacarnya, ini sudah cukup membuat nya mengetahui bahwa Adi sudah move on dari Nayla dan Ani pun tanpa ragu menjawab pernyataan tersebut.


"Yaa. Aku menerima lamaranmu dan akan berusaha membuatmu mencintaiku lebih dari siapapun."


"Cie cie.. jadian. Tapi mohon maaf inikan acara saya ya kenapa anda jadi lebih bersinar disini." Ledek Nayla dan Theo hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


"Hahahaha.. maaf, aku hanya ingin kamu menjadi saksi antara aku dan dia." Ujar Adi tersenyum.


Tak lama kemudian Meimei datang dengan pakaian termahal yang dia punya dan sangat cantik hingga semua pria terpanah padanya. Banyak kolega kakaknya yang ingin mendekati nya semua berasal dari pewaris tahta perusahaan masing-masing. Tetapi tidak ada satupun yang bisa membuat Meimei tersanjung saat berbicara pada mereka.


"Ehmmm.. ada apa nih?." Tanya Meimei.


"Sedang berbicara saja. Darimana dek koqq baru muncul?." Tanya Theo dengan cepat.


"Biasalah kak, Oma bilang jangan membuat kakak malu jadi aku gak bisa menolak jika ada yang ingin berkenalan atau berbicara padaku. Semua ini aku lakukan untukmu sampai lelah. Hah.." Jawab Meimei merasa pesta seperti ini sangat membosankan.


"Hahaha.. terimakasih sudah bekerja keras untuk kakak. Kamu selalu menjadi adik terbaik yang pernah aku miliki." Tutur Theo lagi.


"Emm.. sudahlah aku gak ingin menangis lagi. kau selalu berbicara seperti ini, membuatku terharu saja. Aku bahagia kakak sudah memiliki ibu kecil barulah hidupku tenang sedikit." Ucap Meimei.


Theo mengerti perasaan adiknya itu karena selama ini dia telah banyak membantu Theo dalam hal percintaan dan berbisnis sehingga Theo hanya bisa mengungkapkannya dengan pelukan hangat.


Di tengah pelukan hangat itu munculnya seorang pria yang membuyarkan suasana mengharu biru itu. Dan ia mendekati pasangan yang tengah berbahagia sembari membawa kado sebagai hadiah untuk yang sedang berbahagia itu.


"Rakha..?" Ujar Nayla dan Meimei yang mendengarnya langsung mengusap air matanya.


"Loh Rakha? Kamu ada disini juga ya." Ucap Meimei karena senang bisa melihat Rakha.



****