Love You Too Much

Love You Too Much
THE END



Pagi harinya, Jessica dan Ethan membawa Alva menyusuri area villa.


Udara pagi yang begitu sejuk sangat pas untuk berjalan bersama Ethan.


Alva juga tampak senang datang ke tempat itu.


"Tempat ini memang benar-benar menyenangkan Kak."


"Aku tahu kamu akan menyukai tempat ini sayang."


Jessica menatap Ethan dan kemudian tersenyum.


"Terima kasih banyak Kak.


Lagi-lagi, Kakak melakukan ini semua untukku.


"Aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu sayang."


"Boleh aku tahu sejak kapan Kakak mulai mencintaiku?"


"Hem...


Aku pikir, aku sudah mencintaimu saat awal-awal pernikahan kita Jess.


Mungkin awalnya aku sangat membencimu, menganggap bahwa kamu adalah penyebab berakhirnya hubunganku dan Lauriene.


Jadi aku berusaha untuk berperilaku buruk padamu.


Tapi yang anehnya, perasaan marah dan cemburu selalu timbul di hatiku setiap kali melihatmu bersama Dave.


Aku menepis perasaanku itu, namun perasaanku itu menjadi semakin besar dan bertekad untuk memisahkanmu dari Dave.


Apalagi saat itu Dave berniat untuk merebutmu dariku.


Aku mulai takut kehilanganmu.


Dan saat itu akhirnya aku sadar bahwa aku memang sudah mencintaimu Jess."


Ethan memegang tangan Jessica.


"Kesabaran, hati yang tulus dan kebaikan yang kamu punya mampu membuatku mencintaimu Jess.


Bahkan sekarang, aku begitu mencintaimu."


Jessica memandang Ethan dengan tatapan penuh haru.


Mengingat perjuangannya dulu, ia tidak pernah menyangka bahwa Ethan akan mencintainya sebesar ini.


"Kalau kamu, sejak kapan kamu mulai mencintaiku Jess?"


Jessica tersenyum.


Tentu saja sudah sangat lama.


Bahkan Ethan adalah Cinta Pertamanya.


"Aku sudah mencintaimu jauh sebelum kita menikah Kak."


"Maksudmu Jess? Aku sama sekali tidak mengerti."


"Kakak mungkin tidak mengenalku.


Saat SMA, kita bersekolah di sekolah yang sama Kak. Dan aku sudah mencintai Kakak saat Kakak kelas XII sementara aku kelas X."


"Kamu memang benar-benar juniorku saat di SMA Jess?"


Jessica menganggukkan kepalanya.


"Kamu mencintaiku sejak itu?"


Jessica tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya kembali.


"Aku pikir setelah pergi ke Amerika selama 5 tahun, aku bisa melupakan Kakak.


Namun takdir berkata lain, kita dipertemukan kembali dan aku semakin tidak bisa melupakan Kakak."


"Trus mengapa kamu berusaha untuk melupakanku Jess?"


"Sebelum ujian kelulusan, aku bermaksud untuk menyatakan perasaanku pada Kakak. Namun di hari itu, aku mengetahui bahwa Kakak sudah memiliki Kekasih. Jadi aku pikir aku tidak punya kesempatan lagi dan aku harus melupakan Kakak."


"Kamu juga sudah mengenal Laurine kalau begitu?"


"Iya Kak."


Ethan berkacak pinggang, ia tidak menyangka bahwa mereka sudah pernah bertemu jauh sebelum pernikahan mereka.


Dan sekarang ia baru mengetahui bahwa Istrinya adalah seorang Gadis yang sudah mencintainya sejak SMA.


Ethan kemudian memeluk tubuh Jessica.


Maafkan aku sayang."


Perilakunya dulu pasti sangat menyakiti Jessica. Apalagi mengingat dirinya dulu yang mencintai Laurine, Jessica pasti sangat menderita.


Jessica tersenyum.


"Tidak apa-apa Kak."


Ethan kemudian melepaskan pelukannya.


"Dan terima kasih sayang. Terima kasih karena telah mencintaiku sampai saat ini dan tidak pernah menyerah padaku.


Aku bersyukur memiliki Istri sehebat dirimu..Aku berjanji Jess, aku akan menjagamu dan Alva dengan baik. Selamanya aku akan berusaha menjadi Suami yang menyayangimu, dan Papa yang baik untuk Alva."


Ethan memegang pipi Jessica sambil menatapnya dengan penuh cinta.


"Aku sangat mencintaimu Jess.


Aku ingin berada di sisimu selamanya, sampai maut memisahkan kita."


"Aku juga sangat mencintaimu Kak.


Aku juga ingin menjalani hari-hariku bersama Kakak dan juga Anak kita, Alva."


Jessica melihat ke arah Alva yang tengah memandang mereka.


Ethan kemudian mengambil Alva dari kereta dorongnya.


"Sayang, Papa harap kelak kamu akan bertemu dengan cinta sejatimu, seorang Gadis sebaik dan sehebat Mama.


Dan jangan pernah memperlakukannya dengan buruk sama seperti apa yang pernah Papa lakukan dulu pada Mama.


Kamu harus mencintainya sayang.."


Alva memberikan senyumnya pada Ethan seolah-olah ia menerima apa yang dikatakan Ethan.


Jessica menatap keduanya dengan penuh haru.


Dua sosok yang sangat berarti di hidupnya, keluarga kecilnya.


"Kamu begitu menggemaskan sayang." ucap Ethan.


Ethan mencium pipi Alva dengan gemas.


Ia sangat bersyukur memiliki Alva di hidupnya.


Kehadiran Alva semakin melengkapi kebahagiaannya. Menjadi seorang Ayah adalah hal yang ia impikan sejak dulu. Apalagi ia menginginkan seorang Putra sebagai Anak Pertamanya.


Dan sekarang hal itu benar-benar terwujud.


Jessica memberikannya seorang Putra yang tampan dan menggemaskan.


Ethan sangat mencintai mereka berdua.


--


***Cinta yang sejati adalah ketika kita sebagai pecinta lebih mementingkan kebahagiaan orang yang kita cinta dibandingkan kebahagiaan kita sendiri.


Di saat kamu sudah siap untuk mencinta, di saat itu kamu juga harus siap untuk terluka sekaligus bahagia melihatnya bahagia bersama orang lain.


Memang sulit, sangat sulit.


Tapi jangan khawatir!!!


Semua akan indah pada waktunya..


Ketika kamu mencintai seseorang dengan tulus namun orang itu tidak mencintaimu, kelak Tuhan pasti akan menghadirkanmu seseorang yang akan tulus mencintaimu.


Walaupun Tuhan tidak menjawab doamu, yakinlah bahwa kamu akan menjadi jawaban dari doa orang lain.


Dan satu lagi,


Jika Tuhan memang sudah menakdirkanmu berjodoh dengannya, walau terpisah sejauh apapun, pada akhirnya kalian akan dipertemukan.


Jodoh pasti bertemu***...


-Jesung Chan-


Sebagai penutup, Author mau ngasih gambar romantis mereka