
Pagi harinya, Jessica dan Ethan sedang berjalan bersama di pantai.
Mereka berhenti sebentar untuk menikmati keindahan pantai yang begitu menakjubkan di pagi hari.
Ethan tersenyum melihat Jessica yang sedang menghirup udara dengan perlahan.Gadis itu tampak begitu bahagia berada di sana.
Jessica melihat ke arah Ethan. Ia tersenyum pada pria itu.
Ethan kemudian menggenggam tangan Jessica dan mengajak Jessica berjalan lagi.
"Apa yang kamu suka dari pantai?" tanya Ethan.
"Semuanya Kak. Pantai adalah tempat favoritku. Aku sering kesana, baik saat aku bahagia ataupun saat aku sedih."
"Apa kamu mau kita pindah ke sini?"
"Maksud Kakak kita tinggal di sini?
Ethan menganggukkan kepalanya.
"Bukankah kantor Kakak sangat jauh dari sini?"
"Iya, aku tahu. Tapi jika kamu mau, kita akan pindah ke sini. Kamu bisa pergi ke pantai kapan saja.
Lagi-lagi Ethan melakukan itu demi dirinya. Jessica sangat terharu.
"Tidak Kak, kita tinggal di Jakarta saja. Kantor sangat jauh dari sini, aku tidak mau Kakak menempuh perjalanan jauh saat bekerja."
Ethan tersenyum pada Jessica.
"Baiklah."
Jessica membalas senyuman Ethan kemudian mengalihkan pandangannya ke depan.
Ia melihat Hana dari kejauhan. Jessica tersenyum bahagia, akhirnya ia bisa bertemu Hana lagi.
Ethan mengikuti arah pandangan Jessica.
"Kamu mengenal Nenek itu?"
"Iya Kak.
Sebentar Kak, aku ingin menghampiri Nenek Hana." ucap Jessica lalu melangkahkan kakinya menghampiri Hana.
Ethan mengikuti Jessica dari belakang.
"Nenek.." ucap Jessica.
Hana membalikkan tubuhnya dan begitu terkejut melihat Jessica berdiri di hadapannya.
"Neng.."
"Nenek.." ucap Jessica lagi dan langsung memeluk tubuh Hana dengan erat.
Ethan masih bertanya-tanya dalam pikirannya tentang bagaimana Jessica bisa sangat akrab dengan Nenek itu.
Jessica melepaskan pelukannya.
"Jessica senang bisa bertemu dengan Nenek lagi."
"Saya juga senang neng.
Apa mawar putihnya sudah bermekaran?"
Jessica tersenyum.
"Sudah Nek, bunga pemberian Nenek tumbuh dengan sangat indah."
"Syukurlah Neng."
Hana kemudian melihat Pria yang berdiri di belakang Jessica.
"Oh ya Neng, apa Pria tampan ini Suami Neng?"
Jessica melihat ke arah Ethan dan tersenyum.
"Iya Nek, ini Kak Ethan."
Ethan maju ke depan dan memperkenalkan dirinya pada Hana.
"Saya Ethan Nek, Suami Jessica."
Hana tersenyum melihat pasangan itu.
"Kalian pasangan yang sangat serasi kalau begitu." ucap Hana.
Ethan dan Jessica saling bertatapan dan kemudian tersenyum bersama.
"Aku bertemu dengan Nenek Hana saat bulan madu pertama kita dulu Kak."
"Iya, saya juga teh baru ingat kalau saya juga pernah bertemu dengan Den Ethan malam itu. Waktu Den mencari Neng ke pantai."
"Iya Nek, saya juga baru ingat." ucap Ethan.
"Nenek akan berjualan hari ini?" tanya Jessica.
"Apa kami boleh ikut memetik bunga dengan Nenek?"
"Tentu saja Neng. Saya senang Neng sama Den Ethan ikut dengan saya.
Jessica menatap Ethan. Ia ingin meminta persetujuannya.
Ethan menganggukkan kepalanya. Ia tahu Jessica sangat menyukai bunga mawar putih.
Jessica dan Hana sedang memotong tangkai bunga sementara Ethan membantu Suami Hana memetik bunga dari kebun.
Jessica tersenyum melihat Ethan yang begitu gigih mengangkat keranjang.
"Sepertinya Den Ethan sangat mencintai Neng. Dia tidak ingin Neng kelelahan."
Jessica tersenyum menanggapi penuturan Hana.
Ya, Ethan tidak memperbolehkannya memetik bunga. Ethan mengatakan ia akan lelah karena kondisi matahari yang sangat terik.
Jessica kemudian menghampiri Ethan. Ia mengambil sapu tangannya dan menghapus keringat Ethan.
Ethan tersenyum pada Jessica.
Jessica memberikan air minum pada Ethan, lalu Ethan meneguknya.
"Terima kasih." ucap Ethan dan mengelus kepala Jessica dengan lembut.
Hana bahagia melihat kemesraan mereka. Ia berharap Ethan dan Jessica hidup bahagia selamanya.
Setelah mengobrol banyak, Jessica dan Ethan akhirnya pamit pada Hana dan Suaminya.
"Terima kasih banyak Neng, Den sudah membantu saya dan Suami saya."
"Sama-sama Nek." ucap Ethan.
"Saya berharap Neng dan Den Ethan bisa menikmati bulan madu di sini."
"Terima kasih Nek." ucap Jessica lalu memeluk tubuh Hana.
Jessica melepaskan pelukannya.
"Kalau begitu, kami pamit kembali ke Villa ya Nek." ucap Ethan
"Iya, hati-hati Den Ethan, Neng Jessica."
Kemudian Jessica dan Ethan pergi dari tempat itu.
Jessica heran dengan Ethan yang dari tadi tampak menyembunyikan sesuatu.
Jessica tersenyum pada Ethan.
Tiba-tiba Ethan menarik tangannya dengan lembut sehingga membuat Jessica menghentikan langkahnya.
Ethan mengeluarkan rangkaian bunga mawar putih dari balik badannya dan memberikannya pada Jessica.
Jessica begitu terpukau melihat rangkaian bunga itu. Ia tersenyum tersipu saat menerimanya.
"Kakak membuatnya sendiri?" tanya Jessica pada Ethan.
Ethan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Ia merasa salah tingkah saat ini.
"Iya Jess. Maaf kalau Kakak merangkainya tidak rapi."
"Tidak Kak, ini sangat indah."
"Benarkah?"
Jessica menganggukkan kepakanya dengan yakin.
"Terima kasih banyak Kak.
Aku begitu menyukainya."
Jessica tersenyum menatap Ethan. Ia tidak menyangka bahwa Ethan begitu romantis padanya.
Ethan menarik Jessica ke dalam pelukannya.
"Aku senang kamu menyukainya."
Jessica tersenyum di dalam pelukan Ethan.
Ethan melepaskan pelukannya.
Mereka saling bertatapan, lalu Ethan memegang wajah Jessica dengan lembut.
Perlahan ia memajukan wajahnya pada Jessica hingga bibirnya menempel sempurna di bibir Jessica.
Ia menarik tubuh Jessica lebih dekat dengannya.
Jessica perlahan mengalungkan tangannya pada leher Ethan.
Mereka saling berciuman di tengah rembulan malam. Dinginnya malam tidak membuat berhenti, malah sebaliknya semakin menghangatkan tubuh mereka.