
Keesokan harinya,
Jessica terbangun dengan pemandangan yang begitu indah di depannya.
Jessica tersenyum memandang wajah tampan dengan mata yang masih tertutup itu.
"Selamat ulang tahun sayang."
Jessica kemudian memberikan kecupan di pipi Ethan.
Ia melepaskan tangan Ethan yang berada di pinggangnya dengan hati-hati.
Jangan sampai Ethan terbangun.
Karena Pagi ini, ia akan membuat kejutan ulang tahun untuk Ethan.
Jessica beranjak dari tempat tidur.
Ia melihat jam di dinding yang masih menunjukkan pukul 4 Pagi.
Jessica tersenyum, masih banyak waktu untuk mempersiapkan kejutan.
Jessica langsung melenggang ke dapur.
Pertama sekali, ia akan membuat kue kesukaan Ethan, kue brownis dengan taburan keju di atasnya.
Beberapa menit kemudian, kue buatan Jessica sudah jadi.
Jessica melihat kue ulang tahun yang berada di atas meja. Diatasnya ia tambahkan foto pernikahan mereka yang berukuran mini.
"Apa sudah cukup romantis?"
Dan setelah itu, Jessica menghias rumah dengan dekorasi bernuansa hitam dan putih, warna kesukaan Ethan.
Termasuk di dalam kamar mereka.
Lagi-lagi Foto pernikahan mereka turut menjadi hiasan.
Dekorasi yang cukup romantis. Ethan pasti kagum saat melihatnya.
Kue selesai dan dekorasi juga sudah terpajang.
Mata Jessica kemudian tertuju pada kado yang akan diberikannya pada Ethan.
Sebuah amplop kecil yang berisi test pack dan surat hasil pemeriksaan rumah sakit kemarin.
"Sebentar lagi, Papa akan mengetahui kehadiranmu sayang."
Jessica mengelus perutnya yang masih rata.
"Ini saatnya untuk memberikan kejutan yang pertama."
Jessica membawa kue ulang tahun Ethan ke dalam kamar.
Pria itu masih bergelung di dalam selimut.
Jessica mendekat dan kemudian memberikan kecupan pada pipi Ethan.
Pria itu masih belum bangun juga.
Jessica memberikan kecupan lagi dan kemudian membisikkan sesuatu pada telinga Ethan.
"Selama ulang tahun sayang.."
Ethan seketika membuka matanya saat mendengar ucapan selamat ulang tahun dari Jessica.
Ethan menaikkan wajahnya dan melihat Jessica yang sedang tersenyum dengan memegang kue di tangannya.
"🎶Selamat ulang tahun..
Selamat ulang tahun..🎶
Jessica menyanyikan lagu "selamat ulang tahun dengan penuh semangat.
Ethan kemudian keluar dari tempat tidur dan
berdiri di hadapan Jessica.
Ia memandang Istrinya dengan penuh kagum.
"Selamat ulang tahun Kak.."
Ethan menghembus lilin.
Setelah itu, ia mengambil kue yang berada di tangan Jessica dan meletakkannya di atas meja.
Ethan menatap Jessica sebentar, dan kemudian menarik Jessica ke dalam pelukannya.
"Terima kasih sayang. Aku sangat mencintaimu."
Jessica membalas pelukan Ethan.
"Aku juga sangat mencintaimu Kak."
Ethan melepaskan pelukannya.
Ethan melihat sekelilingnya yang penuh dengan dekorasi indah.
"Apa kamu melakukan semuanya sendiri?"
Jessica menganggukkan kepalanya.
"Kapan sayang? Kemarin aku tidak melihat ini semua."
"Tadi Kak. Aku menyelesaikan semua ini pagi ini Kak."
"Berarti kamu bangun pagi sekali hanya untuk menyelesaikan semua ini sayang?"
Jessica menganggukkan kepalanya lagi.
"Aku melakukannya untukmu Kak."
Ethan memeluk Jessica lagi.
Ethan kemudian memberikan kecupan di seluruh wajah Jessica.
"Aku mencintaimu, aku mencintaimu..."
Jessica hanya mampu tersenyum menghadapi tingkah menggemaskan Ethan.
Setelah itu, Ethan memperbaiki rambut Jessica yang berantakan karenanya.
"Oh ya, Kakak harus mencoba kue ini. Aku membuatnya sendiri Kak.
Jessica memotong kue itu dan memberikan suapan pada Ethan.
"Bagaimana rasanya Kak?"
Mata Ethan berbinar menandakan bahwa ia begitu menyukai kue buatan Istrinya.
"Ini sangat lezat sayang. Aku begitu menyukainya. Tapi.."
"Tapi?" tanya Jessica dengan penasaran.
"Tapi aku lebih menyukai si pembuatnya."
Jessica tersipu dengan ucapan Ethan.
Ethan memberinya kecupan lagi.
Kali ini di bibirnya.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat sayang."
"Kemana Kak?"
"Apa kamu mau kita pergi piknik hari ini?"
"Tentu saja Kak aku mau."
"Baiklah sayang, hari ini kita akan piknik ke pantai ."
Mendengar kata pantai membuat Jessica begitu bahagia.
"Benarkah Kak?"
Ethan menganggukkan kepalanya.
"Kita akan membawa makanan dan minuman ke sana.
Kamu harus berdandan dengan cantik sayang, karena hari ini kita akan bersenang-senang.
Tapi..."
"Tapi?"
"Kamu jangan berdandan terlalu cantik sayang, aku tidak suka Pria lain akan menatapmu nanti."
Jessica tertawa mendengar ucapan Ethan yang begitu konyol dan lucu.
--
Jessica dan Ethan membawa makanan serta perlengkapan mereka ke area pantai.
Jessica melebarkan karpet untuk tempat duduk mereka.
Setelah itu, ia menyusun barang-barang serta makanan mereka di sana.
"Jess."
"Iya Kak?"
"Udara di sini sangat segar. Mari kita berjalan mengelilingi pantai."
Ethan menarik tangan Jessica.
Mereka berjalan sambil berpegangan tangan.
Sesekali mereka saling tersenyum satu sama lain.
Jessica yang menggunakan dress putih di atas lutut dengan lapisan kain memanjang terlihat begitu cantik.
Ethan juga terlihat tampan dengan kemeja biru yang sedikit kebesaran namun tetap menunjukkan pesonanya.
Mereka menghirup udara segar bersama.
Pemandangan yang indah serta deru ombak membuat kenyamanan bagi setiap orang yang datang ke tempat itu.
Tempat itu juga jauh dari kata ramai pengunjung.
Mungkin hanya ada beberapa.
"Kamu menyukai pemandangannya Jess?"
Jessica tersenyum pada Ethan.
"Aku begitu menyukainya Kak. Terima kasih telah membawaku ke sini Kak."
"Sama-sama sayang."
Tiba-tiba ada seorang anak kecil berlari di depan mereka. Tampaknya anak itu sedang bermain dengan Ayahnya.
Terbukti dengan kehadiran Ayahnya yang sedang mengejarnya dari belakang.
Anak laki-laki itu tampak begitu lucu dan menggemaskan.
Jessica melihat Ethan yang sedari tersenyum memandang anak kecil itu.
"Anak itu begitu menggemaskan kan sayang?"
Jessica tersenyum pada Ethan.
"Iya Kak."
"Ayahnya pasti begitu senang memiliki anak seperti dia."
Ethan kemudian menghadapkan tubuhnya pada Jessica.
"Aku berharap anak kita segera hadir di dalam hidup kita Jess. Kelak, aku akan mengajaknya ke sini dan bermain bersamanya sama seperti Ayah dan anak itu."
Ethan memegang perut Jessica.
"Aku akan sangat menyayanginya.
Walaupun Tuhan lama memberikannya pada kita, aku akan tetap menunggu hari itu tiba."
Jessica meneteskan air matanya.
Tidak menyangka, bahwa Ethan begitu menantikan kehadiran bayi mereka.
Dan Puji Tuhan, Tuhan telah mengabulkan keinginan Ethan.
"Kamu tidak perlu menunggu lagi Kak."
Ethan memandang Jessica dengan lekat dan penuh tanya.
"Sudah saatnya aku memberikan kado ulang tahunku pada Kakak."
Jessica mengambil amplop yang sudah dihiasnya dari sakunya.
Ia kemudian memberikannya pada Ethan.
Ethan perlahan membuka amplop itu.
Ia menatap Jessica sebentar dan kemudian mengambil isi amplop itu.
Ethan begitu terkejut melihat test pack yang berada di tangannya.
Dan dirinya semakin terpukau saat melihat dua garis di dalam alat itu.
Setelah itu, ia membuka surat yang berada di tangannya.
Ethan tidak henti-hentinya membaca isi surat itu. Surat yang berisikan hasil pemeriksaan Jessica 2 hari yang lalu.
Ethan terdiam sesaat. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa ini bukanlah mimpi semata
Ethan kemudian mendekat pada Jessica.
"Kamu benar-benar hamil Jess?"
"Iya Kak. Dia sudah berusia 6 minggu."
Ethan menutup mulutnya dan kemudian memeluk Jessica dengan begitu erat.
Ethan meluruhkan tubuhnya ke tanah dan mencium perut Jessica.
Ia menangis memandang perut Jessica.
Ethan begitu terharu.
Ethan mengelusnya dengan sangat lembut karena ia tahu anaknya berada di sana.
Ethan menaikkan wajahnya menatap Jessica.
"Terima kasih Jess. Terima kasih."
Jessica kembali meneteskan air matanya.
Jessica menundukkan tubuhnya, mencium kening Ethan dengan lembut.
Ethan memeluk tubuh Jessica.
Mereka saling memandang dan kemudian menangis bersama.
Ethan menaikkan tubuhnya. Matanya tidak putus-putusnya menatap Jessica dengan tatapan penuh cinta.
Ia kemudian mengecup kening Jessica dengan lembut.
"Terima kasih Jess. Kamu memberikan hadiah yang sangat indah padaku.
Aku akan menjaganya sayang, aku akan menjadi Papa yang baik untuknya."
Jessica tersenyum mendengar penuturan Ethan.
"Tentu Kak. Aku tahu, Kakak akan menjadi Papa yang baik untuknya.
Kakak begitu menyayanginya kan?"
"Tentu sayang. Aku sangat menyayangi kalian berdua."
Ethan menarik Jessica ke dalam pelukannya.
Air matanya kembali keluar membasahi wajahnya.
Ethan sangat bahagia sat ini.
Sebentar lagi, ia akan menjadi seorang Papa.
Jessica tersenyum di balik pelukan Ethan.
Kebahagiaanya terasa lengkap saat ini.
Hidup bersama Pria yang ia cintai dan memiliki anak adalah impiannya dari dulu.
Baginya, itulah kebahagiaannya.
Ia beruntung memiliki Ethan dan anaknya.