Love You Too Much

Love You Too Much
Emosi



Keesokan harinya untuk mengatasi


kebosanannya, Jessica duduk di sofa sambil membaca novel kesukaannya.


Tiba-tiba bel rumah berbunyi, Jessica meletakkan novel itu dan membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Hai Tante..." ucap Kevin dan langsung memeluk tubuh Jessica dengan erat.


"Hai sayang..."


Jessica menatap pria di depannya dengan senyuman.


"Kak Dave.."


Dave melambaikan tangannya pada Jessica sambil tersenyum manis.


--


Mereka bertiga sedang membuat kue kesukaan Kevin.


"Tante aku ingin bentuknya seperti ini." ucap Kevin menunjukkan bentuk boneka.


"Baiklah sayang."


Dave mengamati Jessica yang begitu serius membuat adonan kue.


Sebuah ide kemudian muncul di pikiran Dave untuk menjahili gadis itu. Dave mencelupkan jarinya ke cairan cokelat dan menorehkannya ke wajah Jessica.


Jessica menyentuh wajahnya dan melihat ada olesan cokelat.


"Kak Dave... "


Jessica melihat Dave yang tertawa kegirangan. Jessica tidak terima, kemudian mengoleskan tangannya dengan cokelat dan menyentuh wajah Dave.


Jessica berusaha menghindari Dave yang ingin membalasnya lagi namun Dave tetap tidak menyerah. Akhirnya mereka berdua saling kejar-kejaran.


Kevin tertawa kegirangan melihat wajah Jessica dan Dave yang sudah dipenuhi oleh cokelat.


--


Jessica dan Dave sedang berada di sofa sambil membersihkan wajah mereka dengan tissu basah.


Sementara Kevin, anak itu sedang tidur di kamar Jessica.


Dave melihat ada cokelat yang masih menempel di rambut Jessica. Ia kemudian mengambil tissu dan membersihkan rambut gadis itu.


Jessica diam membisu saat Dave memperlakukannya seperti itu.


"Kamu seperti anak kecil saja."


"Bukankah Kakak yang memulainya?" dengan wajah murung.


Kemudian mereka berdua saling tertawa.


"Apa yang kamu lakukan setiap hari? Bukankah hari-harimu sangat membosankan jika terus seperti ini?"


"Biasanya aku akan menonton TV, menyiram tanaman atau membaca novel Kak."


"Baiklah, kita akan menonton."


Dave mengambil remote dan menyalakan TV.


"Tayangan apa yang kamu suka?"


Jessica menatap Dave dengan malu-malu, " Sebenarnya aku suka tayangan kartun Kak."


Sontak itu membuat Dave tertawa keras.


Dave melihat wajah Jessica begitu murung saat ia menertawakan gadis itu.


"Okey, itu tidak buruk. Sebenarnya Kakak juga suka menonton Kartun", ucap Dave dengan nada tidak merasa bersalah.


"Jadi mengapa Kakak menertawakanku tadi?"


"Aku hanya bercanda. Aku tertawa karena akhirnya aku menemukan orang yang menyukai tayangan kartun juga", ucap Dave dengan wajah jahil.


"Sebaiknya hari ini kita menonton Kartun saja."


Dave menyetel siaran kartun.


Mereka tampak asyik menonton kartun kesukaan mereka. Rasa kantuk mulai melanda Jessica. Gadis itu sudah tidak bisa lagi menahannya, akhirnya ia tertidur di sofa.


Dave menyadari hal itu saat ia ingin mengajak Jessica mengobrol.


Dave tersenyum memandangi wajah Jessica yang sedang tertidur pulas. Gadis itu sangat cantik dengan wajah damainya.


Ia kemudian mengambil selimut dari kamar kemudian menyelimuti tubuh gadis itu.


Dave kembali menatap wajah Jessica yang sedang tertidur. Baginya itu adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.


Ethan sudah kembali dari kantor. Ia melihat mobil Dave yang sedang terparkir di depan rumah. Sontak ia melangkahkan kakinya dengan cepat memasuki rumah.


Saat ia masuk ke dalam rumah, ia begitu terkejut melihat Dave sedang memandangi wajah Jessica yang tidur di sofa.


"Apa yang kau lakukan?" ucap Ethan dengan nada tidak suka.


Dave kemudian melihat ke arah Ethan yang sedang berdiri.


"Kau tidak lihat aku sedang apa?"


Dave kemudian berdiri di hadapan Ethan.


"Aku tidak mencuri kesempatan. Aku hanya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melihat wajah cantiknya."


Dave melihat tangan Ethan yang terkepal dengan sangat kuat, menandakan pria itu sedang emosi.


"Lebih baik kita berbicara di luar, dia sedang tidur."


ucap Dave sambil melangkahkan kakinya ke luar rumah.


Ethan mengikuti langkah pria itu.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Aku hanya mengantar Kevin untuk bertemu dengan Jessica."


Ethan memandang Dave dengan wajah tidak suka.


"Aku rasa kau punya tujuan lain datang ke sini."


"Apa tidak ada gadis lain selain dirinya? Mengapa kau mencintai Istri Sepupumu sendiri?" Ethan menambahkan.


"Katakan apa alasan yang tepat agar aku berhenti mencintainya." ucap Dave dengan nada menantang.


Ethan menarik baju Dave dengan kasar.


"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi? Dia istri sepupumu sendiri. Berani-beraninya kau mencintainya.


Dave melepaskan tangan Ethan dari bajunya.


"Kau tahu, aku sudah memiliki perasaan khusus padanya saat kami pertama kali bertemu. Saat itu aku bahkan belum mengetahui jika dia adalah istrimu.


Ketika Kau memperkenalkannya sebagai Istrimu, aku berusaha untuk menghilangkan perasaan itu karna aku pikir tidak mungkin menginginkan Istri Sepupuku sendiri.


Tapi semenjak aku tahu kau tidak mencintainya, harapan mulai tumbuh di hatiku untuk memilikinya. Kau bahkan tidak peduli akan perasaannya saat menjalin hubungan dengan Laurine. Mulai saat itu aku pikir aku harus merebutnya darimu."


"Brengsek.." tangan Ethan terkepal dengan sangat kuat.


"Aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini pada seorang Gadis. Kau juga mengetahuinya Ethan. Jadi aku tidak ingin kehilangan kesempatan ini."


Ethan tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia kemudian menarik baju Dave lagi dengan wajah marah.


"Aku bilang berhentilah!"


"Apa kau mencintainya?" tanya Dave dengan nada serius.


Ethan kemudian melepaskan tangannya pada baju Dave. Dia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia tidak menjawab pertanyaan Dave.


"Kau tidak bisa melarangku mendekatinya. Kau tidak mencintainya kan? Jadi hal yang sangat mudah untuk melepaskannya."


Dave mendekati Ethan.


"Kau bahkan tidak pernah menghargainya sebagai istrimu. Paling tidak biarkan dia bahagia dengan pria lain.


"Aku tidak akan berhenti mendekatinya. Aku akan berusaha membuatnya mencintaiku juga."


Ethan menutup matanya berusaha menahan emosinya untuk memukul Dave.


--


Dave dan Kevin akan pamit pulang pada Jessica dan Ethan.


"Om, Tante kami pamit pulang dulu." ucap Kevin dengan nada menggemaskan.


"Hati-hati sayang", ucap Jessica.


"Apa Kevin boleh datang lagi besok bersama Om Dave?"


Ethan mendengar hal itu dengan tatapan tidak suka.


"Tentu saja sayang, besok kalian boleh kembali lagi."


"Yeay...", ucap Kevin dengan kegirangan.


"Baiklah kami berangkat dulu Jess, Ethan."


Ethan hanya mengganggukkan kepalanya dengan wajah datar.


"Hati-hati Kak."


Dave membalas Jessica dengan senyuman.


Kemudian ia dan Kevin masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya setelah memberikan bunyi klakson.


Mobil Dave sudah pergi. Jessica menatap wajah Ethan yang kelihatan seperti sedang marah.


"Besok kita akan pergi ke rumah Mama." ucap Ethan dengan nada memerintah.


"Tapi Kak, mereka..."


"Tidak ada tapi-tapian.."


Ethan langsung meninggalkan Jessica sendirian.


Jessica masih melihat punggung pria itu.


(Apa yang sedang terjadi dengannya? Mengapa wajahnya kelihatan seperti marah?)