
6 Bulan kemudian
Hari ini, kandungan Jessica tepat berusia 8 bulan.
Ethan sedang sibuk mempersiapkan Baby shower yang akan dilaksanakan nanti siang.
Sementara itu, Jessica hanya bisa duduk sambil memandangi Ethan dari sofa.
Ya, Ethan tidak memperbolehkannya melakukan pekerjaan apapun. Terlebih saat ia hamil tua begini.
Ethan begitu memanjakannya.
Jessica mengelus perutnya yang sudah terlihat sangat besar. Ia begitu tidak sabar untuk bertemu bayinya.
Satu bulan lagi ia akan melahirkan.
Bagaimana nanti wujud Putranya itu?
Apa setampan Suaminya?
Ia juga berharap seperti itu.
Bayi mereka memang berjenis kelamin laki-laki. Saat mendengar kabar itu, Jessica begitu bahagia. Sebenarnya, apapun jenis kelamin bayinya, ia tidak mempermasalahkannya begitu juga Ethan.
Hanya saja, akhirnya ia bisa memenuhi harapan Suaminya dengan melahirkan seorang bayi laki-laki.
Ethan begitu ingin memiliki anak laki-laki. Pria itu selalu berdoa, berharap Tuhan akan memberikan mereka anak laki-laki. Walaupun Ethan tidak pernah menunjukkan keinginannya itu padanya, tapi Jessica begitu mengenal Suaminya dengan baik.
Dan momen yang tidak terlupakan bagi Jessica adalah saat Ethan menangis mendengar Dokter mengatakan bahwa bayi mereka berjenis kelamin laki-laki.
Suaminya itu tidak henti-hentinya mengecupi perutnya sambil menangis.
Sejak saat itu, Ethan selalu mengucap syukur pada Tuhan. Dengan berkat yang ia terima, ia ingin mempersembahkan anaknya untuk Tuhan. Ia ingin anaknya kelak akan tumbuh menjadi Pria yang Takut untuk Tuhan.
"Apa kamu memerlukan sesuatu sayang?"
ucap Ethan yang datang menghampirinya.
"Tidak Kak."
Ethan berjongkok di hadapan Jessica.
"Jagoan kita, apa dia baik-baik saja?"
Jessica menganggukkan kepalanya.
Ethan kemudian mendekat ke perut buncit Jessica.
"Sayang, kalau kamu memerlukan sesuatu, jangan menyakiti Mama, hem?"
Jessica tersenyum mendengar perkataan Ethan barusan.
Memang akhir-akhir ini bayinya selalu bergerak aktif. Jessica selalu merasakan sakit pada perutnya. Namun hal itu hanya bisa diatasi oleh Ethan.
Saat Ethan mengelus perutnya dan mengatakan sesuatu, bayinya akan berhenti bergerak dan perlahan tenang.
Ayah dan anak itu memang memiliki kemistri yang kuat.
"Keluarga datang pukul berapa Kak?"
"Mereka datang pukul 10 Pagi sayang.
Sepertinya mereka sedang di perjalanan sekarang."
"Hem, baiklah Kak."
Tiba-tiba, Jason dan There masuk ke dalam rumah, bersamaan dengan Chris dan Laurine yang menyusul dari belakang.
"Jessica...." ucap There dengan nada penuh girang.
Jason hanya bisa tersenyum melihat betapa manisnya Gadisnya itu.
Ethan menghampiri Jason dan Chris yang berdiri.
There mendekat kepada Jessica.
Begitu juga dengan Laurine, Gadis itu ikut menghampiri Jessica.
"Aku dengar, ia berjenis kelamin laki-laki. Kamu pasti bahagia kan Jess?
Jessica menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana rasanya memiliki perut besar seperti ini Jess?" tanya Laurine.
There ikut menganggukkan kepalanya.
"Hem, walaupun beban yang kupikul semakin berat, tapi aku begitu bahagia.
Karena di dalam sini, ada sosok yang begitu aku cintai."
"Boleh aku menyentuhnya Jess?" tanya Laurine.
"Tentu saja Lau."
Laurine kemudian menyentuh perut besar Jessica.
"Aku juga ingin menyentuh jagoan Jessica dan Kak Ethan." ucap There.
"Bagaimana rasanya?" tanya Jessica.
"Aku pikir, rasanya begitu menyenangkan menjadi seorang Ibu." ucap There.
"Kamu benar Re, rasanya begitu menyenangkan.
Makanya, kamu dan Laurine harus segera menikah, hem?
Miliki bayi, dan kalian akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini."
Perkataan Jessica sontak membuat keduanya tersipu.
Menikah dalam jangka waktu dekat?
Mereka juga begitu menginginkannya.
Hanya saja Para Pria itu belum saja melamar mereka.
Dasar...
"Apa kalian sudah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat?"
tanya Ethan pada Jason dan Chris.
"Aku sudah memikirkannya. Hanya saja terlebih dahulu aku harus membawa Clare ke Amerika, untuk memperkenalkannya pada orang tuaku."
"Bagaimana denganmu Chris? Apa kau berniat melamar Laurine secepatnya?"
"Ya, aku sudah merancang lamaranku Ethan. Aku sedang menunggu momen yang tepat."
"Baguslah. Kalian harus segera menyusulku.
Kalian lihat, sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ayah. Kedudukanku 2 tingkat lebih tinggi dari kalian.
Jason dan Chris sama-sama terkekeh mendengar ucapan Ethan barusan.
"Baiklah Ethan. Jika anakmu lahir, aku harap dia tidak mewarisi sifat menjengkelkanmu itu." ucap Jason.
"Aku berharap seperti itu juga. Tapi minimal ia harus mewarisi satu kelebihanku."
Jason dan Chris saling bertatapan.
"Kelebihan?" tanya Chris begitu penasaran.
"Paling tidak ia harus setampan Ayahnya."
"Kau memang menjengkelkan Ethan." ucap Jason.
"Aku harap salah satu anak kalian nanti berjenis kelamin perempuan. Mungkin kita bisa menjodohkan mereka nanti." ucap Ethan.
"Aku pikir itu ide yang bagus.
Paling tidak, aku tidak khawatir lagi jika Puteriku memiliki Mertua yang cerewet." ucap Chris.
"Aku tidak meragukan Jessica sebagai seorang Mertua. Sebaliknya, aku lebih mengkhawatirkan Ethan. Ia pasti akan berubah menjadi seorang Bapak Tua yang cerewet nantinya."
"Jason..." ucap Ethan yang begitu jengkel dengan ucapan Jason.
Mereka bertiga tertawa bersama.
Begitu juga dengan Jessica, There dan Laurine yang saling bercerita sambil bercanda satu sama lain.
Mereka tiga pasangan yang saling melengkapi bukan???