Love You Too Much

Love You Too Much
Ciuman Laurine



Keesokan harinya,


Jessica sedang menyiapkan bahan-bahan makanan untuk sarapan.


Rossa keluar dari kamarnya dan melihat Jessica sedang sibuk di dapur.


Rossa tersenyum kemudian menghampiri Jessica.


"Sayang, bukankah kamu sedang tidak enak badan? Kamu tidak perlu melakukan semua ini. Kamu harus istirahat,hem?"


Jessica memegang tangan Rossa.


"Tidak apa-apa Ma. Jessica juga sekarang sudah baikan Ma."


"Benarkah?"


Jessica menganggukkan kepalanya dengan yakin.


Ethan keluar dari kamar dan menuruni tangga.Ia melihat Rossa dan Jessica yang sedang berada di dapur.


Ia melangkahkan kakinya menghampiri Rossa dan Jessica.


"Kamu sudah bangun sayang?" ucap Rossa melihat Ethan berdiri di sampingnya.


"Sudah Ma."


Ethan tersenyum pada Rossa kemudian mengalihkan tatapannya pada Jessica.


Jessica menatap Ethan yang sedang menatapnya. Sesekali ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia masih begitu gugup karena kejadian semalam.


"Oh ya, apa kalian tidak berencana jalan-jalan hari ini?"


"Mama pikir kalian sangat jarang pergi berdua. Pergilah, mumpung hari ini Ethan sedang tidak bekerja", ucap Rossa lagi.


Jessica dan Ethan bertatapan sekilas.


Kemudian Ethan mendekati Jessica.


"Kamu ingin kita pergi kemana hari ini?"


Jessica menaikkan wajahnya menatap Ethan.


"Bagaimana kalau hari ini kita pergi ke supermarket Kak, soalnya bahan persediaan makanan juga sudah habis."


Jawaban Jessica sontak membuat Ethan dan Rossa tertawa.


Rossa memegang tangan Jessica


"Sayang, Mama menyuruh kalian pergi berdua untuk pergi ke tempat dengan suasana yang lebih romantis bukan untuk berbelanja."


"Baiklah Ma, hari ini kami akan pergi ke supermarket untuk belanja. Mungkin lain kali kami akan pergi jalan-jalan." ucap Ethan pada Rossa dengan senyuman.


"Baiklah sayang." ucap Rossa.


--


Ethan dan Jessica sudah berada di supermarket. Jessica tengah sibuk memilih bahan-bahan persediaan makanan dan memasukkannya ke dalam trolli belanja.


Jessica mendorong trolli belanja itu. Tiba-tiba Ethan berdiri di samping Jessica dan membantunya mendorong. Tangan mereka otomatis bersentuhan karena jarak tubuh mereka yang sangat dekat.


"Apa yang sedang mereka lakukan?" ucap Laurine yang melihat Jessica dan Ethan dengan posisi yang berdekatan.


Laurine memang mengikuti Ethan dan Jessica saat mereka keluar dari rumah. Ia ingin mengetahui mereka akan pergi kemana dan apa tujuan mereka.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi."


Laurine kemudian meninggalkan tempat itu kemudian melakukan rencananya. Ia mengambil trolli dan memasukkan makanan ke dalamnya.


Jessica dan Ethan saling bertatapan sekilas. Kemudian Jessica melepaskan pegangannya dan membiarkan Ethan mendorongnya sendiri.


Laurine melihat Ethan dari arah jauh. Dia kemudian mendekatinya dan melihat ke arah lain, seolah-olah mereka bertemu secara kebetulan.


"Laurine.." ucap Ethan saat melihat Laurine berada tidak jauh darinya.


"Kak Ethan.."


Laurine langsung berlari menuju Ethan dan meninggalkan belanjaannya.


Ia memegang lengan Ethan dengan erat.


Ethan tampak risih dengan perbuatan Laurine karena ia yakin Jessica pasti melihat mereka dari belakang.


"Kakak sedang belanja apa?" tanya Laurine pada Ethan.


"Aku sedang berbelanja bahan-bahan makanan bersama Jessica."


Laurine tidak suka saat mendengar Ethan menyebut nama gadis itu.


Ethan merubah posisinya dan melihat ke arah Jessica yang menghampiri mereka.


Laurine juga menghadapkan tubuhnya ke arah Jessica.


"Hai.." ucap Laurine tanpa melepaskan pegangannya pada Ethan.


"Hai.. ", ucap Jessica menyapa Laurine.


"Apa masih ada bahan makanan yang kamu perlukan?" tanya Ethan pada Jessica.


"Tidak ada Kak. Semua sudah ada di dalam keranjang."


"Sebaiknya kita bareng saja Kak. Aku juga akan membayar belanjaanku."


Laurine mengajak Ethan pergi. Mereka membalikkan badan meninggalkan Jessica sendiri.


Jessica menatap kepergian mereka dengan tatapan sedih.


Ia baru menyadari bahwa ia sempat melupakan fakta bahwa Laurine masih memiliki tempat di hati Ethan.


Kejadian semalam tidak akan mengubah apapun.


Ethan tengah memasukkan belanjaan ke dalam mobil. Kemudian Laurine menghampiri mereka lagi.


"Kak, bolehkah aku pulang bersama kalian? Aku tidak membawa mobil soalnya." ucap Laurine dengan nada membujuk.


"Baiklah." ucap Ethan setelah mempertimbangkannya.


"Yeay.. Makasih Kak." ucapnya sambil memeluk lengan Ethan lagi.


Ethan kemudian masuk ke dalam mobil dan tinggallah Laurine dan Jessica yang berada di luar mobil.


Laurine ingin membuka pintu mobil bangku belakang, namun Jessica menghentikannya.


"Laurine...


Duduklah di depan bersama Kak Ethan. Aku akan duduk di belakang."


Laurine sudah tahu bahwa gadis itu akan mengalah padanya.


Laurine tersenyum tipis, kemudian melangkahkan kakinya ke pintu mobil yang berada di sebelah kiri depan.


Ethan begitu terkejut mengetahui Laurine yang duduk di sampingnya.


Ia kemudian melihat Jessica yang berada di bangku belakang dari kaca mobil. Gadis itu sedang menundukkan wajahnya.


(Mengapa kamu tidak duduk di sampingku saja?)


Laurine kemudian bermaksud untuk membuat Jessica tahu bahwa dirinya dan Ethan adalah pasangan yang sangat serasi.


Laurine memutar lagu favorit mereka berdua.


"Kak apa Kakak masih sering mendengar lagu ini? Ini adalah lagu yang sering kita putar setiap kali kita berkencan."


Ethan hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Laurine.


Sementara Jessica yang berada di belakang hanya tersenyum lirih melihat kemesraan mereka.


Mereka sudah sampai di depan rumah Rossa.


"Terima kasih karena sudah mengantarku Kak."


"Sama-sama." ucap Ethan


Tanpa disangka-sangka Laurine mencium pipi Ethan sebelum ia pergi. Ethan begitu terkejut dengan perbuatan Laurine barusan.


"Aku pergi Kak."


Laurine tersenyum kemenangan dan kemudian pergi meninggalkan mereka.


Jessica mengalihkan pandangannya ke arah lain dan mengambil belanjaan mereka dari bagasi.


Kemudian Jessica masuk ke dalam rumah. Ada rasa sakit di hatinya saat melihat Laurine mencium Ethan tadi.


Ethan membawa sisa belanjaan dari bagasi.


"Kalian sudah pulang sayang."


Jessica tersenyum menanggapi perkataan Rossa.


"Kalian pasti sangat lelah, beristirahatlah di kamar."


"Baiklah Ma. Jessica ke kamar dulu Ma." ucap Jessica lalu pergi kamar.


Ethan menatap kepergian Jessica. Ia kemudian mengikuti Jessica ke kamar.


Ethan membuka pintu kamar. Ia melihat Jessica tampak memasukkan pakaian mereka ke dalam koper. Ya, besok mereka akan kembali.


"Apa semua pakaian Kakak sudah berada di sini?", tanya Jessica pada Ethan.


Ethan menganggukkan kepalanya.


"Jess.."


"Iya Kak?"


Jessica menghentikan kegiatannya dan kemudian menatap Ethan.


Ethan berniat membicarakan soal kejadian saat Laurine menciumnya. Namun ia mengurungkan niatnya.


"Tidak, tidak apa-apa."


Jessica kemudian melanjutkan kegiatannya kembali.


Entah mengapa Ethan ingin sekali memberikan penjelasan pada Jessica soal kejadian saat Laurine menciumnya. Ia tidak ingin Jessica menghindarinya lagi. Namun ia yakin Jessica pasti akan mengerti.


Dia masih perlu banyak waktu lagi untuk menentukan bagaimana perasaannya saat ini. Ia tidak ingin menyakiti keduanya.