
Ethan dan Jessica sedang berada di Butik terkenal bersama Rossa. Mereka akan mencoba baju pengantin sekaligus melakukan pemotretan prewedding.
"Sayang cobalah gaun ini. Gaun yang Tante pilih khusus untuk kamu. Tante yakin kamu akan sangat cantik menggunakannya.
Rossa menawarkan gaun pengantin yang sangat indah kepada Jessica. Jessica sangat terpukau dengan gaun pengantin yang terpajang itu..
"Mari Nona, saya bantu anda memakainya."
"Ethan kemarilah. Kamu juga harus mencobanya sayang."
"Baik Ma."
Tuxedo yang akan Ethan gunakan berwarna putih, selaras dengan warna gaun Jessica.
Jessica terpukau melihat penampilannya di depan kaca. Ia sangat cantik dengan gaun indah itu. Make up yang ia gunakan juga semakin menambah kecantikannya. Ia tersenyum bahagia. Mimpinya untuk memakai gaun yang sangat indah pada saat pernikahannya akhirnya terwujud. Ia menangis terharu. Ia langsung menghapus air matanya. Ia takut air matanya akan merusak make up yang ia gunakan. Sebentar lagi ia akan melakukan pemotretan untuk prewedding juga.
"Anda begitu cantik Nona. Nona adalah pengantin tercantik yang pernah saya layani. Calon suami anda pasti akan terpukau dengan penampilan anda."
"Terima kasih.
(Apa benar Ethan akan terpukau dengan penampilanku? Aku rasa tidak)
Jessica meragukan pernyataan wanita itu. Baginya tidak mungkin Ethan menyukai penampilannya.
--
Gorden itu terbuka. Menampilkan seorang gadis yang sangat cantik. Gaun indah itu sangat pas di tubuhnya. Mahkota yang ia gunakan semakin membuatnya tampak seperti seorang bidadari.
Ethan yang melihat penampilan Jessica, juga mengakui bahwa Jessica sangat cantik menggunakan gaun itu. Bahkan ia tidak bisa mengalihkan matanya dari Jessica.
Jessica sangat gugup melihat mata Ethan yang tidak pernah berhenti menatapnya.
Rossa melihat ke arah Ethan. Walaupun hanya diam, Putranya terlihat begitu terpukau dengan penampilan Jessica. Dia tersenyum bangga.
"Turunlah sayang. Kalian akan melakukan pemotretan."
Jessica turun dibantu oleh Pelayan. Gaunnya yang sangat panjang membuatnya kesulitan bergerak.
"Pakailah sepatu anda Nona", ucap pelayan itu memberikan sepatu high heel yang beralaskan mutiara indah.
"Baiklah, terima kasih."
Jessica berusaha keras memakaikan tali sepatunya. Dari dulu ia sangat sulit memakaikan tali high heel saat menggunakannya. Oleh karena itu Jessica lebih memilih menggunakan flat shoes atau jenis sepatu lainnya yang tidak memiliki tali.
Rossa yang datang dengan fotografer tersenyum melihat keromantisan mereka. Fotografer itu juga tidak ketinggalan mengabadikan momen itu. Ia terpukau dengan hasil jepretannya yang terlihat sangat natural. 'Jessica memandangi wajah Ethan yang sedang memakaikan tali sepatunya'.
Ketika selesai memakaikan tali sepatu Jessica, mata mereka sekilas bertemu namun Ethan langsung berdiri dan mengalihkan matanya ke arah lain setelah menyadari perbuatannya.
Jessica juga kemudian berdiri. Ia memegang erat tangannya, sambil sesekali melihat ke arah Ethan.
--
"Baiklah kalian bisa berdiri disana dengan jarak yang lebih dekat", fotografer itu memberikan intruksi.
Ethan dan Jessica bingung harus melakukan apa. Keduanya juga menunggu siapa yang memulai apa yang diintruksikan fotografer itu.
Melihat keduanya kebingungan, fotografer tersenyum dan kemudian mendatangi keduanya untukmengarahkan mereka.
"Tangan anda, anda letakkan di pinggang Nona Jessica."
Ethan meletakkan tangannya di pinggang Jessica. Sontak itu membuat Jessica menahan napasnya. Ia merasa sangat gugup dengan perlakuan Ethan.
"Tangan Nona, tolong anda letakkan di pundak Pak Ethan."
Tangan Jessica perlahan ia letakkan di kedua pundak Ethan. Mata mereka saling bertatapan.
"Bagus, satu..dua.. tigaa..."
Gaya pertama sudah dilakukan. Fotografer mengintruksikan gaya berikutnya dengan berpegangan tangan. Tangan kiri Jessica berpegangan dengan tangan kanan Ethan, sementara tangan kiri Jessica memegang bunga Lily.
Tangan hangat Ethan sangat pas dengan tangan mungil Jessica yang begitu dingin. Jessica malu, ia berpikir Ethan pasti sudah mengetahui bahwa ia sangat gugup saat ini.
Pemotretan selesai dilakukan. Mereka berdua mengganti gaun dan baju pengantin mereka. Jessica mendatangi Fotografer itu untuk melihat hasil pemotretan tadi.
"Pak, apa aku boleh memintanya?"
Jessica menunjuk pada gambar saat Ethan memakaikan tali sepatunya.
"Tentu saja boleh Nona. Anda menyukai gambar yang sama dengan saya. Pose Nona dan Pak Ethan terlihat sangat natural dan romantis. Ada daya tarik sendiri pada gambar ini. Sederhana namun elegan."
Jessica tersenyum.
Ia juga sangat menyukai gambar itu. Gambar itu begitu istimewa baginya. Ia akan menyimpan gambar itu untuknya.