
Semua anggota keluarga sedang makan malam.
"Uhm, makanan ini lezat sekali. Apa Mama yang membuatnya? Atau Bibi?", tanya Dave pada Veronica dan Rossa.
Veronica dan Rossa saling tertawa kecil.
"Semua makanan ini yang masak Jessica."
"Benarkah?", ucap Dave dengan nada tidak percaya.
"Bukankah Ethan sangat beruntung? Aku yakin dia pasti tidak pernah makan di luar rumah. ", ucap Joshua.
Jessica hanya tersenyum tipis. Hatinya tiba-tiba sangat sakit mendengar penuturan Joshua yang sebenarnya berbanding terbalik dengan kenyataannya. Ethan bahkan tidak pernah sedikitpun menatap masakannya. Jessica menundukkan wajahnya. Ia berusaha menyembunyikan kesedihannya.
Ethan melihat perubahan wajah gadis itu. Ia menyadari bahwa selama ini ia tidak pernah menghargai masakan gadis itu.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu tidak melanjutkan makanmu?", ucap Rossa dengan memegang pundak Jessica.
"Tidak apa-apa Ma. Jessica hanya merasa sudah kenyang."
"Apa Tante Jecika bisa masak kue juga?", ucap Kevin dengan nada menggemaskan.
"Tentu saja sayang. Apa kamu mau Tante buatkan kue yang sangat lezat?"
"Mau, mau, mauu... Kevin mau kue rasa cokelat Tante", dengan nada gembira.
"Baiklah Sayang. Tante janji lusa Tante akan masak kue rasa cokelat untuk Kevin."
"Yeayy..", Kevin sangat gembira.
"Sepertinya Kevin begitu akrab denganmu Jess. Biasanya Kevin sulit menerima orang yang baru ia kenal," ucap Merry.
"Iya Nek. Jessica juga senang sekali." Jessica mengelus lembut kepala Kevin
Dave menatap Jessica dengan senyuman,sepertinya gadis itu sangat menyayangi keponakannya.
Lagi-lagi ia berpikir Jessica adalah Istri yang sempurna. Ethan beruntung memilikinya.
--
Jessica masuk ke dalam kamar. Ia mengambil bantal dan selimut kemudian meletakkannya ke atas sofa. Jessica tahu suhu sangat dingin pada malam hari. Jessica tidak ingin Ethan kedinginan seperti kemarin.
Pintu kamar terbuka, Ethan masuk ke dalam kamar. Jessica masih pada posisi berdiri di samping ranjang. Ethan melihat bantal dan selimut yang berada di atas sofa. Seketika tatapan mereka bertemu. Jessica mencoba mengucapkan sesuatu, ia tidak mau Ethan marah karena ia telah berjanji sebelumnya untuk tidak memperdulikan Ethan.
"Kak..."
Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan seorang Bocah berusia 4 tahun yang merengek sambil berlari memeluk Jessica.
Jessica bingung dengan apa yang terjadi pada Kevin.
"Kevin, ada apa sayang? Apa kamu baik-baik saja?", tanya Jessica pada Kevin yang masih memeluk erat perutnya.
"Tante, Kevin tidak bisa tidur. Apa Kevin boleh tidur bersama Tante dan Om?", ucap Kevin dengan memunculkan wajahnya.
Mendengar penuturan Kevin, Jessica menatap wajah Ethan. Ia ingin meminta persetujuan pria itu.
Ethan memegang tangan Kevin dan membawa anak itu ke hadapannya.
"Benarkah Om?"
Ethan menganggukkan kepalanya.
"Yeayy, makasih Om", Kevin memeluk erat perut Ethan.
Jessica tersenyum melihat pemandangan itu.
"Kalo begitu, ayo kita tidur bersama Om, Tante", ucap Kevin dengan memegang tangan Jessica dan Ethan.
Jessica dan Ethan bingung akan melakukan apa, karena mereka tidak pernah tidur bersama. Tapi entah mengapa mereka mengiyakan ajakan anak itu. Mereka bertiga tidur dengan posisi Kevin berada ditengah.
"Om.."
"Iya sayang?"
"Apa Om pernah melihat wajah Mama Kevin?"
Ethan yang mendengar penuturan Kevin berubah menjadi sedih. Namun ia berusaha tidak menunjukkann kesedihannya pada anak itu. Jessica tampak bertanya-tanya maksud dari pertanyaan Kevin.
"Tentu saja sayang. Mama Kevin adalah seorang wanita yang begitu cantik."
"Benarkah Om? Apa Mama Kevin secantik Tante Jecika?"
Ethan seketika mengalihkan tatapannya pada Jessica dan menganggukkan kepalanya pada Kevin.
"Kevin ingin bertemu Mama. Tapi Papa selalu bilang Mama sudah pergi ke tempat yang indah. Padahal Kevin juga ingin pergi ke sana."
Jessica langsung mengerti apa yang yang sebenarnya terjadi. Ia merasa sedih melihat anak sekecil Kevin sudah ditinggal oleh Mama nya.
Ethan langsung mengelus kepala Kevin.
"Kevin.... Papa benar, Mama sebenarnya sudah bahagia di sana. Jadi, Kevin harus biarin Mama bahagia ya sayang. Kevin mau kan?"
"Ya Om. Kevin juga ingin Mama bahagia."
"Bagus sayang."
"Tante, bolehkah Kevin tidur sambil memeluk Tante?"
"Tentu saja sayang. Kemarilah", ucap Jessica meyakinkan Kevin."
Kevin langsung memeluk tubuh Jessica.
Ethan kemudian pergi ke balkon untuk menghirup udara segar. Malam ini ia akan tidur di ranjang yang sama dengan gadis itu walaupun Kevin juga ada di sana.
Beberapa menit kemudian, Ethan masuk kembali ke dalam kamar. Kevin dan Jessica sudah tidur. Ia menatap posisi Kevin yang memeluk tubuh Jessica dengan erat.
"Kamu sepertinya sangat menyayanginya." Ehan mengelus kepala Kevin.
Kemudian Ethan ikut berbaring di atas ranjang. Ia tidur menghadap tubuh Kevin dan menatap wajah Jessica.
"Mengapa keluargaku begitu menyukaimu?" Ethan mengingat keakraban Jessica dengan anggota keluarganya. Selama ini anggota keluarganya begitu menerima Jessica sebagai istrinya, tapi tidak dengan dirinya. Ia bahkan selalu menolak perlakuan baik gadis itu.