
Beberapa waktu kemudian, Ethan dan Jessica sudah sampai di rumah Merry. Seluruh keluarganya menyambut mereka.
"Apa ini Jessica?", tanya Veronica setelah memberikan pelukan
Jessica tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Istrimu sangat cantik Ethan."
Veronica kemudian memeluk tubuh Ethan dan mengelus punggung itu. Ia tahu perasaan Ethan saat ini.
"Apa kalian sudah makan?"
"Belum Bi", ucap Ethan.
"Wah, wah lihat pengantin baru sudah datang", ucap Joseph yang baru datang dari rumah.Ia memeluk tubuh Ethan dengan erat
"Kamu pasti Jessica."
tanyanya pada Jessica.
"Iya Paman," sambil mencium tangan Joseph.
"Nenek.." Ethan menghampiri Merry yang baru datang.
"Hai sayang.." Merry memeluk tubuh Ethan kemudian mengelus wajahnya. Merry kemudian melihat Jessica yang berada di belakang Ethan.
"Apa perjalanan kesini sangat jauh? Nenek yakin kamu pasti bosan di jalan."
"Tidak Nek", ucap Jessica dengan senyuman.
"Kalian sudah sampai?", ucap Rossa dengan wajah gembira.
"Sudah Ma."
"Hai Jess, Mama begitu merindukanmu." Rossa memeluk tubuh Jessica begitu erat. Jessica membalas pelukan Rossa dengan bahagia.
"Sudah sudah ayo masuk. Mereka pasti kelaparan. Ayo kita makan bersama", ucap Merry.
"Baiklah Ma. Ayo Sayang." Rossa mengajak Jessica.
Di dapur Jessica sedang membantu Rossa dan Veronica menyiapkan makanan.
Rossa menghampiri Jessica.
"Apa Ethan memperlakukan kamu dengan baik sayang?", ucapnya dengan mengelus wajah Jessica dengan lembut.
"Tentu saja Ma. Kak Ethan sangat baik padaku." ucapnya dengan senyuman
Di Meja Makan semua anggota keluarga makan malam.
Veronica membuka suara, "Apa belum ada tanda-tanda kabar gembira?"
Jessica begitu terkejut mendengar penuturan Veronica sampai sampai ia tersedak. Ethan yang berada di samping Jessica memberikan air minum padanya. Rossa yang melihat mereka tersenyum bahagia.
"Belum Bi", ucap Ethan.
"Oh, mereka pasti sedang berusaha keras Vero. Namanya juga pengantin baru", ungkap Rossa membela Ethan dan Jessica. Rossa tahu bagaimana hubungan keduanya.
"Nenek berharap Jessica segera mengandung. Nenek pengen memiliki cicit dari kalian. Umur Nenek juga sudah semakin tua sayang."
Ethan dan Jessica yang mendengar penuturan Merry hanya bisa diam membisu. Bagaimanapun mereka belum melakukannya setelah 3 bulan menikah. Bahkan mereka tidak sekamar lagi sekarang.
--
"Ini kamar kalian berdua sayang.
Beristiratlah."
"Baik, terima kasih Bi."
Veronica meninggalkan keduanya. Ethan memasuki kamar itu. Jessica tidak bergeming di tempatnya. Ia bingung, bagaimana nanti ia bisa tidur sekamar dengan Ethan sementara Ethan tidak menyukainya.
Jessica masuk ke dalam kamar itu, ia tidak melihat siapa-siapa. Mungkin Kak Ethan sedang ke kamar mandi, pikirnya.
Ethan keluar dari kamar mandi.
"Aku akan tidur di sofa Kak." ucap Jessica tidak berani menatap Ethan.
Ia masih mengingat perkataan Ethan malam itu. Ethan tidak ingin melihat wajahnya.
"Tidurlah. Aku yang akan tidur di sofa", ucap Ethan sambil mengambil bantal dari tempat tidur dan langsung membaringkan tubuhnya di sofa.
Jessica yang melihat itu, langsung naik ke tempat tidurnya dan berbaring dengan membelakangi Ethan.
Jessica tidak bisa tidur. Ia sudah berusaha menutup kedua matanya, namun tetap saja tidak bisa.
Jessica membuka selimutnya, dia keluar dari tempat tidur dengan perlahan. Dia melihat balkon kamar, dia pergi ke sana.
Jessica menghirup angin malam. Walaupun dingin tapi sangat menyenangkan di atas sana. Ia melihat bintang-bintang di atas langit. Seketika ia mengingat seseorang, ia pernah berjanji pada orang itu.
"Maafkan aku Kak Jason. Kakak pasti marah karena aku tidak datang pada saat itu." ucapnya dengan perasaan bersalah.