
Monica bisa melihat kebahagiaan di wajah dua orang yang sedang duduk di taman sambil bercanda ria.
Akhirnya Chris dan Laurine bisa bersatu.
Dari awal Monica juga sudah tahu bahwa keduanya memang saling mencintai.
Ia tersenyum melihat Chris dan Laurine yang tampak seperti Pasangan menggemaskan.
Tiba-tiba Monica menyadari kehadiran seseorang di sampingnya.
Ia melihat ke sampingnya, ternyata
Gadis SMA itu yang baru ia ketahui bernama Tania.
Gadis itu sedang menatap Chris dan Laurine dengan tatapan tidak suka.
Monica kemudian menghampirinya.
Ia melipat kedua tangannya melihat Tania yang belum mengalihkan pandangannya.
"Ehem.."
Gadis itu tersadar dan kemudian melihat ke arahnya.
"Mereka sangat serasi bukan?"
Tania tidak suka mendengar pernyataan Monica barusan. mengerucutkan bibirnya.
"Aku dengar mereka sudah berpacaran."
"Tidak mungkin."
"Apanya yang tidak mungkin? Kau bisa melihatnya sendiri kan? Mereka sangat mesra seperti itu."
Tania melihat kembali ke arah Chris dan Laurine yang saling terseyum satu sama lain.
Tania tidak tahan melihatnya.
Ia kemudian berniat pergi dari sana.
Namun saat ingin membalikkan tubuhnya, Monica memegang lengannya.
"Kau tidak boleh mendekati Dokter Chris lagi. Doa sudah memiliki Kekasih sekarang."
"Kenapa tidak boleh? Bukankah mereka belum menikah? Sebelum Dokter Chris menikah dengan Gadis itu, aku tidak akan menyerah."
"Kalau begitu, kau harus melawanku terlebih dahulu sebelum mendekati Dokter Chris. Aku juga tidak akan menyerah untuk menghentikan niatmu itu."
Gadis itu melepaskan tangannya dari Monica dengan kasar dan kemudian pergi dari sana.
"Dasar gadis SMA." ucap Monica dengan nada jengkel.
--
"Terima kasih Mon. Karena kamu, aku dan Kak Chris menjadi seperti ini." ucap Laurine.
"Iya, terima kasih banyak Monica. Kamu Junior yang sangat baik. Tidak sia-sia aku mengajarimu selama ini.
Monica tersenyum geli mendengar penuturam Chris.
"Sama-sama Kak. Aku juga senang bisa melihat Kakak dan Dokter Chris bahagia seperti ini. Oh ya, aku punya satu permintaan."
Laurine dan Chris saling menatap satu sama lain.
"Permintaan?
Apa itu Mon?"
"Permintaanku sebenarnya....
Jangan lupa memberi undangan padaku saat Kakak dan Dokter Chris menikah nanti."
"Monica...
Aku mengira kamu akan meminta sesuatu."
"Dasar kamu Mon.
Baiklah aku sendiri yang akan memberikan undangan padamu. Bahkan hari ini aku siap memberikannya."
Wajah Laurine seketika tersipu.
"Itu artinya...
Dokter akan segera menikahi Kak Laurine.
Hemm, aku pikir lebih cepat lebih baik Dok.
Aku yakin Kak Laurine juga akan menerima lamaran Dokter. Iya kan Kak?"
"Mon..." ucap Laurine
"Benarkah sayang? Apa kamu mau kita menikah hari ini juga?
Semburat merah perlahan muncul di kedua pipi Laurine. Pertanyaan yang mampu membuat jantungnya berdegup dengan kencang.
Tentu saja ia akan menerima lamaran Chris. Bahkan siap untuk menikah secepatnya.
Namun bibirnya terasa keluh untuk menjawab pertanyaan Chris.
"Kak, aku....."
Kalimat Laurine terputus.
"Sudah sayang, tidak usah dijawab.
Ini semua karena ulahmu Mon.
Kamu membuat Kekasihku merona seperti ini. Aku akan menarik kata-kataku tadi jika kamu mengulanginya."
Monica tersenyum geli.
"Baiklah, baiklah. Aku tidak akan mengulanginya lagi Dok."
"Oh ya Dok. Berarti mulai saat ini, aku tidak perlu mendampingi Kak Laurine lagi bukan? Biar Dokter saja yang menangani kondisi Kak Laurine. Aku rasa Kak Laurin akan lebih cepat pulih pastinya."
"Bagaimana Lau?"
Laurine menganggukkan kepalanya.
Rasanya ia akan lebih bahagia jika Chris yang memeriksa kondisinya.
Terlebih ia ingin Chris selalu berada di dekatnya. Menemani sekaligus merawatnya.
"Dan, aku saja yang menggantikan Dokter untuk mendampingi pasien yang bernama Tania."
Monica teringat dengan perkataan Tania padanya kemarin.
Dengan begini, Tania tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mencoba menggoda Chris.
"Baiklah Mon. Mulai hari ini, kamu yang akan mendampingi Tania."
Laurine tersenyum.
Lega rasanya mendengar Chris tidak menangani Gadis itu lagi.
Gadis itu menyukai Chris, tentu saja ia tidak suka.
Cemburu adalah alasannya.
Ia sangat cemburu melihat Chris bersama Gadis lain.
Entahlah.
Saat ini tampaknya ia mulai possesif terhadap Chris.
Ia hanya tidak ingin kehilangan Pria yang ia cintai.
Cukup sekali ia pernah merasakan penderitaan yang sangat menyiksa itu.