Love You Too Much

Love You Too Much
Babby Shower Part 2



Ethan dan Jessica menyambut kedatangan Keluarga di depan rumah.


Jessica begitu bahagia melihat kehadiran Keluarganya di acara bahagianya.


"Mama.." ucap Jessica pada Natalie.


Jessica langsung memeluk tubuh Mamaknya dengan erat begitu juga dengan Papanya.


Sudah cukup lama mereka tidak bertemu.


"Kak Sera..."


"Hai sayang.."


Sera memberikan kecupan pada pipi Jessica.


"Hai keponakan Onti."


Sera mengelus perut Jessica dengan lembut.


"Apa masa-masa kehamilanmu sulit sayang?" tanya Natalie.


"Tidak Ma. Jessica tidak pernah mengalami kesulitan selama mengandung Ma.


Soalnya, Kak Ethan selalu berada di samping Jessica. Dia tidak pernah sekalipun meninggalkan Jessica."


Jessica menatap Ethan yang berada di sampingnya.


Ethan hanya bisa tersenyum dan perlahan menggenggam tangannya.


Natalie, Jacob dan Sera saling tersenyum satu sama lain. Mereka bahagia melihat keromantisan di antara Ethan dan Jessica. Terlebih, Ethan begitu peduli dengan Jessica dan bayi mereka.


Beberapa saat kemudian, Keluarga dari Ethan datang.


Mereka satu per satu keluar dari mobil.


Merry memeluk Jessica begitu erat dan kemudian mengelus perut Jessica.


"Oh, cicitku sebentar lagi akan lahir. Nenek Buyut begitu tidak sabar menanti kelahiranmu sayang."


"Tante Jecika..."


Kevin langsung berlari memeluk Jessica.


Kevin bingung saat menyadari tangannya tidak bisa menjangkau tubuh Jessica lagi.


Ia menaikkan wajahnya menatap Jessica.


"Ada apa Sayang?"


"Kevin tidak bisa memeluk Tante."


"Oh, itu karena sekarang di dalam perut Tante ada Adik Bayi Sayang."


"Apa itu artinya Kevin akan memiliki seorang Adik Tante?"


Jessica menganggukkan kepalanya .


"Yeay, Kevin akan mengajaknya bermain bola saat lahir nanti nanti." ucap Kevin dengan kegirangan.


Semua orang tertawa melihat kelucuan Kevin yang begitu menggemaskan.


Ethan melihat ke arah Dave yang sedang berdiri di sampingnya.


Dave melipat kedua tangannya sambil tersenyum padanya.


"Sekarang kau sudah menjadi Pria yang sangat hebat Ethan."


"Ini semua berkatmu juga Dave. Karenamu, aku bisa mendapatkan semua kebahagiaan ini."


"Padahal sebenarnya aku menunggu kapan saatnya kau akan mengingkari janjimu waktu itu.


Tapi ya sudahlah, kau juga sudah menghamilinya. Aku tidak mungkin merebut wanita hamil dari Suaminya."


Ethan memukul lengan Dave.


"Kurang ajar Kau Dave."


"Bagaimanapun juga aku tetap Sepupumu Ethan."


Hal yang sering mereka lakukan dulu saat mereka masih anak-anak.


--


Ethan menghampiri Rosa yang sedang sibuk mempersiapkan acara.


Rosa menyadari kehadiran Ethan.


Ia tersenyum memandang wajah Puteranya itu.


Ethan memeluk tubuh Rossa dengan erat.


Mamanya adalah salah satu orang yang terpenting dalam hidupnya.


Bahkan Rossa juga yang membuatnya menemukan kebahagiaan yang ia miliki saat ini.


Ethan melepaskan pelukannya.


Rossa memegang pipi Ethan.


"Sekarang kamu sudah tumbuh menjadi Pria dewasa sayang. Bahkan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Papa."


"Terima kasih Ma. Terima kasih sudah memberikanku kebahagiaan ini. Maaf, dulu aku sempat menentang Mama."


"Sama-sama sayang. Mama ikut bahagia melihat kamu dan Jessica bahagia.


Apalagi sebentar lagi Mama akan memiliki cucu. Mama sangat bahagia sayang."


"Dia wanita yang hebat kan?"


Rossa melihat ke arah Jessica yang sedang tertawa bersama Kevin.


"Iya, Ma. Bahkan aku sering menganggap diriku tidak pantas dengan wanita hebat seperti Jessica.


Ethan teringat dengan tindakan buruk yang pernah ia lakukan dulu pada Jessica.


Walaupun ia sering melukainya, Jessica tetap bersabar dan bahkan tidak pernah menyerah terhadapnya.


Pada saat itu, hari dimana ia menyadari bahwa perlahan ia mulai mencintai Jessica. Kecemburuannya juga mulai muncul setiap kali Jessica bersama Pria lain.


Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Laurine dan memulai awal yang baru dengan Jessica.


Perjalanan panjang kehidupan pernikahan mereka akhirnya membuahkan hasil.


Sekarang Keluarga kecil mereka perlahan bertambah, dengan kehadiran bayi mereka yang sebentar lagi lahir ke dunia.


Sosok yang akan ia cintai sepenuh hati setelah Istrinya.


Ia berjanji akan senantiasa melindungi Putera mereka.


"Berjanjilah untuk selalu menjaga mereka Ethan.


Jadilah Suami dan Papa yang baik untuk mereka."


"Ethan berjanji Ma."


Rossa tersenyum mendengar jawaban Ethan.


Dari awal, ia sudah berpikiran bahwa semua kebahagiaan ini akan terjadi di dalam kehidupan Putranya.


Semenjak bertemu dengan Jessica, ia sudah yakin bahwa Jessica adalah pendamping yang paling tepat untuk Ethan.


Walaupun ia tahu bahwa pada saat itu, Ethan sudah menjalin hubungan dengan Laurine.


Sempat berpikir bahwa ia terlampau egois, terlalu memaksakan kehendaknya pada Ethan. Tapi entah mengapa, ia tetap meyakini keputusannya itu. Hingga akhirnya, Ethan menikah dengan Jessica.


Di awal-awal pernikahan, Rossa sebenarnya tahu bahwa Ethan memperlakukan Jessica dengan buruk. Walapun Jessica berusaha menyembunyikannya, namun ia mengenal Puteranya dengan sangat baik.


Pada saat itu ia sangat khawatir dengan perasaan Jessica karena belum terlihat tanda-tanda bahwa Ethan mulai menyukai Jessica. Hingga ia melihat tatapan berbeda yang ditujukan Ethan pada Jessica pada saat perayaan ulang tahunnya. Ia mulai optimis bahwa sebenarnya Ethan sudah memiliki perasaan untuk Jessica.


Ketulusan dan Kesabaran yang dimiliki oleh Jessica akhirnya dapat membuat Ethan luluh dan mencintainya.


Rossa begitu menyayangi Menantunya itu.


Ia juga bangga memiliki Jessica sebagai Menantunya.