
Acara Baby Shower berlangsung dengan penuh kegembiraan . Apalagi momen yang paling menyenangkan adalah saat sesi pembagiaan kado. Semua keluarga dan Sahabat satu per satu memberikan kado pada Jessica. Dan pada saat itu juga semua kado dibuka.
Jessica begitu bahagia mendapatkan semua kado itu. Dan yang paling membuatnya bahagia adalah saat membuka isi kado Ethan.
Kado Ethan merupakan kado yang terakhir ia buka.
Semua orang tampak tidak sabaran melihat apa isi dari kado Ethan.
Dan saat kado itu terbuka...
Jessica begitu terharu dengan benda yang berada di dalam sebuah kotak itu.
Bukan hanya Jessica saja, namun semua orang begitu salut dengan bukti cinta yang ditunjukkan Ethan melalui kado itu.
Ethan memberinya sebuah kalung liontin berlapiskan permata. Bukan permata yang membuatnya terharu, melainkan makna di dalam kalung itu.
Kalung liontin itu berisi foto dirinya Ethan yang berada di sisi kanan dan kiri. Dan di sisi tengahnya belum terdapat foto. Semua orang meyakini bahwa sisi tengah akan diisi foto Putera mereka.
Jessica menatap Ethan dengan tatapan penuh haru.
Ia perlahan meneteskan air matanya.
Ia kemudian memeluk tubuh Ethan dengan Erat.
Ethan membalas pelukan Istrinya dan mengelus punggunggnya dengan lembut.
Jessica kemudian melepaskan pelukannya.
"Makasih Kak."
Ethan tersenyum pada Jessica.
"Sama-sama sayang.
Oh ya, kamu memiliki persamaan dengan kalung itu, sama-sama cantik.
Semua orang tertawa mendengar gombalan Ethan.
"Aku akan memakaikannya untukmu sayang."
Ethan kemudian berdiri di belakang Jessica dan memakaikan kalung itu pada Jessica.
Jessica tersenyum melihat kalung yang sudah bertengger di lehernya.
Semua orang ikut tersenyum menyaksikan keromantisan mereka.
Mereka semua berharap Ethan dan Jessica bahagia selamanya.
Setelah acara pembagian kado, sebagai penutupan semua orang berfoto bersama.
Setelah berfoto bersama, digantikan dengan foto setiap pasangan bersama Ethan dan Jessica.
Semua orang sepertinya sudah mendapatkan pasangan. Tinggallah Sera yang kebingungan mencari pasangan berfoto
"Boleh aku berpasangan denganmu?"
Sera melihat ke belakangnya. Ada Dave yang sedang berjalan ke arahnya.
"Apa aku boleh berfoto berpasangan denganmu?" tanya Dave lagi.
Namun Sera belum juga menjawab pertanyaannya.
"Soalnya tidak ada orang selain dirimu.
Apa kamu keberatan?"
Sera tersenyum pada Dave.
"Aku mau berpasangan denganmu."
Dave tersenyum puas.
Mereka kemudian mengambil sisi di samping Ethan dan Jessica dan berfoto bersama mereka.
Setelah itu, mereka melangkah bersama.
"Hem, Apa kamu Kakak Jessica?"
Pertanyaan Dave menghentikan langkah Sera.
"Iya, aku Kakak kedua Jessica."
Dave kemudian mengulurkan tangannya pada Sera, bermaksud untuk berkenalan dengan Gadis itu.
"Perkenalkan, aku David. Aku sepupu Ethan.
Kamu bisa memanggilku Dave."
Sera membalas uluran tangan Dave.
"Aku Seraphine. Kamu bisa memanggilku Sera."
"Kamu begitu mirip dengan Jessica."
"Benarkah?
Apa yang membuat kami begitu mirip."
"Kalian sama-sama cantik."
Dave mencoba memberikan gombalan pada Sera dengan mengucapkan kalimat gombalan yang diberikan Ethan pada Jessica tadi.
Sera sontak terkekeh mendengar ucapan Dave barusan.
Hal itu membuat Dave cukup salah tingkah jadinya.
Tanpa mereka sadari, Ethan dan Jessica melihat mereka berdua dari kejauhan.
"Bukankah mereka terlihat sangat serasi Sayang?"
"Aku juga berpikir begitu Kak."
"Dave jarang melakukan itu pada seorang Gadis. Bahkan sekarang ia yang lebih dulu memulainya.
Aku yakin ia pasti memiliki perasaan dengan Sera."
"Secepat itu Kak? Bukankah mereka baru pertama kali bertemu?"
"Aku begitu mengenalnya Jess. Dia tidak akan melakukan hal itu kalau tidak memiliki perasaan apapun pada Gadis itu.
Ya, hanya dua orang Gadis yang mampu menaklukkan hati seorang Dave, Pria yang terkenal begitu cuek dengan seorang Gadis.
Walaupun dari dulu Dave cukup terkenal di kalangan Para Gadis.
Dan kali ini adalah Kakak Istrinya, Sera.
Ethan tersenyum melihat Sepupunya itu.
Ia berharap apa dipikirkannya saat ini benar-benar terjadi.
Ia juga senang Dave dan Sera menjalin hubungan serius.
Itu akan mempererat hubungan keluarganya dengan keluarga Jessica.
Lagian, Sera adalah Gadis yang tepat untuk Dave.
Selain memiliki paras yang mirip dengan Istrinya, Sera juga memiliki kepribadian yang sangat baik seperti Istrinya.
--
Seperti biasa, tiap malam Ethan akan membawa baskom yang berisi air hangat untuk mengompres kaki Jessica.
Di usia kandungan yang hampir memasuki bulan akhir, berbagai perubahan mulai di alami Jessica. Termasuk kakinya yang membengkak saat ini.
Ethan mengangkat kaki Jessica dan memasukkannya ke dalam air hangat itu.
"Apa airnya terlalu panas sayang?"
Jessica tersenyum dan kemudian menggelengkan kepalanya.
Beberapa menit kemudian, Ethan mengangkat kaki Jessica kembali dan mengeringkannya menggunakan kain.
Setelah itu, Ethan memberikan pijitan pada kakinya.
Jessica selalu terharu dengan setiap perlakuan manis Ethan padanya.
Ia sempat menolak karena sebagai seorang Istri, ia tidak bisa membiarkan Ethan melakukan itu.
Namun Ethan selalu mengatakan padanya bahwa apa yang ia lakukan selama ini adalah karena ia begitu mencintainya.
Sehingga tidak ada alasan baginya lagi untuk menolak perlakuan manis Ethan.
Ia juga tidak ingin menyakiti hati Suaminya yang benar-benar mencintainya.
"Selesai..." ucap Ethan.
"Makasih Kak."
Ethan kemudian berdiri dan duduk disampingnya.
Ethan tersenyum melihat kalung lontin pemberiannya.
Jessica begitu cantik menggunakannya.
"Cantik.." ucap Ethan.
"Hem?"
Jessica belum mengerti maksud Ethan.
"Kamu sangat cantik sayang."
"Apalagi dengan tubuh seksi begini."
Jessica tersipu mendengar pujian Ethan.
"Tapi aku gendut Kak."
"Tidak sayang. Siapa yang mengatakan kamu gendut, hem? Aku akan memberi pelajaran pada orang itu."
Jessica terkekeh geli.
Ethan memdekatkan wajahnya pada Jessica dan berbisik pada Jessica.
"Kamu sangat seksi Sayang." ucap Ethan dengan nada menggoda.
Jessica menatap wajah Ethan.
Perlahan wajah itu semakin mendekat kepadanya hingga akhirnya bibir kenyal itu menempel di bibirnya.
Ethan memegang kedua pipi Jessica. Ia semakin memperdalam ciumannya.
"Akh..." ucap Jessica dengan nada kesakitan.
Sontak hal itu membuat Ethan berhenti.
"Ada apa sayang? Apa aku menyakitimu?"
Jessica menggelengkan kepalanya.
"Dia menendang Kak."
Ethan tersenyum dan kemudian meluruhkan tubuhnya, berhadapan dengan bayinya.
"Sayang, apa kamu juga menginginkan ciuman dari Papa?"
"Baiklah, Papa akan menciummu."
Ethan mengecup perut Jessica dengan lembut.
"Aku begitu tidak sabar untuk bertemu denganmu sayang." ucap Ethan.
Ia kemudian mengelusnya.
"Baik-baiklah di sana, hem?"
Jessica tersenyum melihat Ethan.
Suaminya itu selalu berinteraksi dengan bayi mereka.
Ethan tidak pernah melewatkannya.
Kata cinta selalu ia ucapkan pada bayi mereka. Bahkan tak jarang bayi mereka juga ikut merespon dengan menggerakkan tubuhnya.
Momen itu adalah momen yang paling menyenangkan untuk Ethan.
Menjadi Ayah, memang menjadikannya sebagai Pria yang luar biasa.