Love You Too Much

Love You Too Much
He is Mine



Jessica merabah tempat tidur di sisi sampingnya.


Ia membuka matanya dan mendapati Ethan tidak berada di sana.


Pria itu pasti tidur di rumah sakit.


Kemarin terasa mimpi buruk baginya. Ternyata semua itu memang terjadi.


Jessica kemudian keluar dari tempat tidur.


Ia menatap ke arah luar jendela.


Hatinya gelisah mengingat Ethan sedang bersama Laurine. Ia cemburu, pasti. Terlebih gadis itu lupa bahwa Ethan dan dirinya sudah menikah.


Diam-diam ia takut Ethan berpaling pada Laurine. Tapi ia yakin hal itu tidak akan terjadi. Ethan mencintainya.


Ethan pulang ke rumah. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


Namun saat ingin menaiki tangga, mata Ethan terhenti pada sosok yang sedang berada di dapur. Gadis itu tampak sibuk memasak, sampai-sampai tidak menyadari kehadirannya.


Ia mendekati tubuh Jessica dan memeluknya dari belakang.


Sontak hal itu membuat Jessica kaget.


"Maafkan aku." ucap Ethan dengan nada lirih.


Jessica menundukkan kepalanya.


"Aku menyakitimu lagi."


Jessica tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia perlahan menangis.


Ethan membalikkan tubuh gadis itu.


"Maafkan aku Jess. Lagi-lagi aku membuatmu menangis."


Ethan menghapus air mata Jessica.


"Ini hanya sementara. Aku tidak akan berbuat lebih dengan Laurine. Aku hanya mencintaimu."


Jessica menatap wajah Ethan.


"Aku mencintaimu Jess.


"Kembalilah bekerja bersamaku. Kamu bisa mengawasiku di sana. Aku tidak akan berbuat macam-macam. Kamu mau kan?"


Jessica menganggukkan kepalanya.


Ya, tidak ada salahnya ia bekerja dengan Ethan. Dengan begitu ia bisa dekat dengan Ethan. Ia memang percaya pada Ethan bahwa pria itu tidak akan kembali lagi dengan Laurine, tapi ia harus berada di sana. Ia akan memastikan semuanya.


Entah mengapa akhir-akhir ini Jessica merasa sangat possesif pada Ethan.


Saat ini ia mulai berprinsip bahwa Ethan adalah Suaminya, miliknya.


Tidak ada seorangpun yang dapat merebut Ethan darinya.


--


Keesokan harinya, Ethan dan Jessica berangkat ke kantor bersama.


Ethan yang lengkap dengan stelan Jas kantornya dan Jessica yang menggunakan atasan blazer dan rok di bawah lutut. Mereka tampak seperti pasangan serasi.


Mereka berjalan menuju kantor.


Ethan tampak mengumpulkan semua karyawan seolah-olah ingin memperkenalkan Jessica sebagai karyawan baru.


There tampak terkejut melihat Jessica di sana.


Mengapa Jessica berada di sana?


Tidak mungkin ia karyawan barunya. Kak Ethan pernah melarangnya untuk bekerja.


"Kalian pasti sudah mengenal Jessica Ornetha. Dia pernah bekerja di tim khusus saya dan kemudian berhenti karena alasan khusus."


Ethan menatap wajah Jessica.


Alasan khusus yang ia maksud tak lain adalah dirinya sendiri.


Ia tersenyum pada gadis itu.


"Dan sekarang Jessica akan kembali bekerja. Bukan sebagai karyawan di bagian tim khusus, tapi sebagai Sekretaris saya.


Ia akan menggantikan posisi Sarah."


Jessica begitu terkejut mendengar penuturan Ethan. Ia sempat mengira bahwa ia kembali bekerja sebagai Karyawan di bagian Tim Khusus.


"Sarah kamu saya pindahkan ke bagian Tim Khusus."


"Baik Pak. Saya siap melaksanakan tugas saya yang baru.


Selamat Jess, kamu layak menjadi Sekretaris Pak Ethan."


"Terima kasih banyak Sarah."


Semua karyawan memberikan tepuk tangan sebagai sambutan kembalinya Jessica ke kantor sebagai Sekeretaris Ethan yang baru.


Semua karyawan sudah kembali ke tempatnya.


Sementara Jessica sedang mengikuti Ethan menuju ke ruangannya dengan wajah bertanya-tanya.


Ethan membalikkan badannya. Ia tahu apa yang akan dikatakan gadis itu.


"Kak.."


"Aku melakukannya agar kita bisa lebih dekat lagi. Jika kamu bekerja sebagai Sekretarisku, otomatis kamu bisa pergi kemanapun bersamaku."


Ethan mendekati Jessica dan menarik pinggang gadis itu.


Jessica terkejut dengan perlakuan Ethan saat ini.


"Kapanpun aku bisa memanggilmu ke ruanganku saat aku merindukanmu."


"Kita juga bisa melakukan apa saja di sini."


ucap Ethan dengan bisikan menggoda.


"Kak.. Jika ada Karyawan lain yang masuk bagaimana?"


"Tidak, mereka tidak akan masuk tanpa izinku. Jika mereka melihat kita seperti ini, juga tidak apa-apa.


Secepatnya aku akan memberitahu mereka semua bahwa kamu adalah Istriku."


Jessica tersenyum pada Ethan.


Kemudian Ethan memeluk tubuh Jessica dengan erat.


"Aku sangat senang. Sekretaris cantik ini adalah Istriku sendiri."


Ethan mencium seluruh sisi leher Jessica secara bergantian.


"Itu menggelikan Kak.." ucap Jessica dengan memekik kegelian.


Jessica berusaha menahan dirinya. Ethan masih melakukannya.


"Kak, hentikan.."


"Apa kita harus melakukan hal yang lebih dari ini?" ucap Ethan dengan mengedipkan satu matanya.


"Kak Ethan.."


---


Saat ini Jessica sedang bersama There. There tadi menelponnya untuk meminta penjelasan.


Jessica menceritakan semuanya pada There.


"Jadi alasan kamu kembali bekerja adalah agar Kak Ethan tidak berhubungan lagi dengan Laurine?"


Jessica mengangukkan kepalanya.


"Apa kamu yang memintanya?"


"Tidak, Kak Ethan sendiri yang memintaku kembali bekerja. Bahkan aku sendiri awalnya tidak tahu jika Kak Ethan akan menjadikanku sebagai Sekretarisnya.


There tersenyum puas pada Jessica


"Aku tahu Kak Ethan pasti ingin menujukkan kesungguhannya padamu Jess. Bahwa ia tidak akan kembali lagi bersama Laurine.


Kelihatan jelas bahwa Kak Ethan sangat mencintaimu."


"Aku tahu, pasti sulit untuk kalian saat ini. Laurine yang hilang ingatan pasti sangat berdampak pada pernikahan kalian. Terutama untukmu Jess."


There memegang lembut tangan Jessica.


"Kak Ethan adalah Suamimu Jess. Dia milikmu, aku yakin Laurine tidak akan bisa memisahkan kalian berdua."


Jessica tersenyum pada There.


Ya, tidak ada satupun yang dapat memisahkannya dengan Ethan.


Jessica sudah melalui banyak hal selama ini. Ia tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan pernikahan mereka, termasuk Laurine.