Love You Too Much

Love You Too Much
Perasaan



Keesokan harinya, Laurine terbangun saat mendengar suara langkah kaki seseorang yang masuk ke dalam ruangannya.


Ia mengira bahwa orang itu adalah Chris.


Namun saat ia membalikkan badannya, orang itu bukanlah Chris melainkan seorang Gadis muda yang pastinya seorang Dokter juga.


Ada sedikit rasa kecewa di hati Laurine.


"Selamat Pagi Nona.


Maaf, sepertinya saya membangunkan anda."


"Tidak apa-apa Dok."


"Oh ya Nona Laurine, saya adalah Monica, Dokter yang akan mendampingi anda selama masa perawatan. Jadi, jika Nona mengalami keluhan pada tubuh anda, saya mohon segera beritahu saya. Saya juga akan sering datang untuk memeriksa kondisi anda."


Walaupun sempat terkejut, namun Laurine kemudian menyadari bahwa Chris benar-benar melakukan apa yang dikatakannya semalam.


Aku tahu kamu tidak suka dengan kehadiranku.


Aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi Lau.


"Nona Laurine?"


Laurine langsung tersadar dari lamunannya.


"Iya?"


"Apa anda ingin menanyakan sesuatu pada saya?"


"Tidak Dok. Terima kasih sudah menjadi Dokter pendamping saya.


"Sepertinya anda dan Dokter Chris sangat berhubungan baik."


"Apa?"


"Sebelumnya Dokter Chris meminta saya untuk menjadi penggantinya sebagai Dokter pendamping Nona. Apa Nona dan Dokter Chris adalah sepasang kekasih? Saya pikir, kalian berdua sedang bertengkar saat ini."


"Tidak, aku dan Kak Chris hanya berteman baik Dok."


Monica tersenyum pada Laurine.


"Apa boleh aku memanggil Nona dengan sebutan Kakak?"


"Tentu saja, boleh. Akan lebih baik jika aku memanggilmu dengan nama."


"Kakak tahu, dari dulu Dokter Chris sangat terkenal di kalangan Wanita. Termasuk di Rumah Sakit ini. Banyak Dokter junior yang menyukainya. Bahkan tak jarang, pasien di sini sangat ingin ditangani oleh Dokter Chris."


Hati Laurine mencelos mendengar bahwa Chris disukai oleh wanita lain.


"Tapi Kakak tenang saja. Dokter Chris sama sekali tidak pernah menghiraukan perasaan mereka. Lagian, ia sudah menemukan seorang Gadis yang dicintainya."


"Siapa Gadis itu?" tanya Laurine dengan penasaran.


"Kakak tidak tahu?"


Laurine langsung menggelengkan kepalanya.


"Gadis itu adalah Kakak."


"Aku?"


Awalnya, Laurine mengira bahwa Chris juga mencintai Gadis lain selain dirinya. Walaupun semalam Chris mengatakan langsung padanya bahwa Pria itu mencintainya.


Tapi sekarang, Monica mengatakan bahwa Gadis itu adalah dirinya sendiri.


Laurine seketika salah tingkah mendengar itu.


"Dari mana kamu tahu, kalau orang itu adalah aku Mon?"


Laurine hanya ingin menggali seberapa besar perasaan Chris kepadanya.


"Semua orang juga tahu, bahwa Dokter Chris mencintai Kakak.


Dari awal Kakak kecelakaan, Dokter Chris lah yang turun langsung merawat Kakak. Bahkan ia tidak pernah sekalipun meminta Dokter ataupun Suster untuk menggantikannya.


Dokter Chris memanglah sosok yang sangat ramah dan selalu tersenyum pada orang lain.


Namun senyumannya pada Kakak, sangat berbeda dan cenderung spesial.


Ia bahkan berubah menjadi sosok yang ceria semenjak kehadiran Kakak.


Dia tidak pernah seceria itu hanya karena seorang Pasien Kak.


Laurine hanya diam mendengar itu semua.


"Semua Gadis di sini sangat patah hati saat mengetahui bahwa Dokter Chris sudah menemukan Gadis yang dicintainya."


Monica mendekat pada Laurine yang sedang diam membisu.


"Aku tahu Kakak juga mencintainya."


Aku....."


Tiba-tiba, seorang Suster masuk ke dalam ruangan.


"Dokter Kepala memanggil anda Dok."


"Baiklah, aku akan segera ke sana."


Monica tersenyum melihat wajah Laurine yang begitu lucu saat ini. Gadis itu tampak seperti seorang Anak kecil yang ketahuan memakan permen.


"Aku pergi dulu Kak. Dokter Kepala menungguku di ruangannya. Nanti, kita bisa bicara lagi."


Laurine hanya menganggukkan kepalanya.


Monica kemudian keluar dari ruangan Laurine.


Laurine berdiri di depan jendela.


Perkataan Monica tadi, dan pernyataan cinta Chris semalam membuat hatinya begitu tergugah.


Namun bagaimana perasaanya pada Chris?


Apa ia juga sudah memiliki perasaan pada Pria itu?


Entahlah.


Ia sendiri juga belum mengetahui dengan pasti bagaimana perasaannya saat ini.


Ia ingin membuka hatinya pada Pria itu, namun masa lalunya seolah menjadi penghalang untuknya.


Ia sangat takut kejadian "itu" terjadi lagi di dalam kehidupan cintanya.


--


Saat ini, Monica sedang berada di dalam ruangan Chris.


Setelah kembali dari ruangan Dokter Kepala, Chris kemudian memanggilnya ke ruangannya.


"Bagaimana keadaanya Mon?


"Nona Laurine baik-baik saja Dok."


"Syukurlah."


"Apa Dokter sama sekali tidak berniat mengunjunginya lagi?"


Chris berpikir sejenak.


Ia teringat dengan janjinya pada Laurine


malam itu.


"Sepertinya tidak. Kondisinya akan lebih baik jika aku tidak ada di sana. Oleh karena itu, kau harus menjaganya untukku. Beritahu setiap perkembangannya padaku. Jika terjadi apa-apa, kau harus segera memberitahuku Mon."


"Baik Dok."


"Dokter sepertinya sedang merindukan Nona Laurine."


Chris tersenyum pada Monica.


Ya, memang benar perkataan Monica barusan. Ia merindukan Laurine walaupun semalam mereka baru bertemu. Bahkan mungkin ia akan sangat merindukan Gadis itu nanti. Karena ia tidak akan bertemu dengan Laurine. Ia sudah berjanji padanya.


Walaupun sangat sulit, ia akan berusaha melakukan apapun demi kebahagiaan Laurine Ia tidak akan pernah melukai Gadis itu.


Chris kemudian mengalihkan pertanyaan Monica dengan memainkan komputernya.


"Apa yang kukatakan benarkan Dok?"


"Monica, jangan ganggu aku. Aku sedang sibuk saat ini."


Dasar, pikir Monica.


Mereka berdua memang sangat serasi.


Buktinya, mereka saling menyembunyikan perasaan mereka padanya.


"Baiklah, aku pergi Dok."


"Hem.." ucap Chris.


Monica beranjak dari kursi dan kemudian keluar dari ruangan Chris.


Setelah kepergian Monica, Chris menghembuskan napasnya yang terasa berat.


Apa yang sedang dilakukan Laurine saat ini?


Sepertinya ia harus melakukan kegiatan lain untuk menghilangkan Laurine dari pikirannya.


Kalau perlu, mulai saat ini ia harus melakukan kegiatan yang menyibukkan agar ia tidak memiliki waktu untuk merindukan Gadis itu.