Love You Too Much

Love You Too Much
Keputusan



"Apa? Tante Rosa adalah mama Kak Ethan?", ucap There dengan wajah tidak percaya.


"Awalnya, aku juga begitu terkejut sama sepertimu Re. Tapi aku pikir kau akan lebih terkejut saat mengetahui ini."


"Apa itu Jess?"


Jessica sedikit tidak yakin memberitahukan There soal permintaan Rossa yang memintanya menikah dengan Ethan.


"Aku mohon jangan terkejut Re."


"Aku siap mendengarnya Jess. Katakanlah."


"Tante Rossa memintaku menikah dengan Kak Ethan."


"Apa? Katakan padaku Jess kalau apa yang barusan aku dengar tadi adalah kebohongan."


"Sayangnya itu adalah kebenarannya re. Aku bingung harus melakukan apa sekarang."


"Kamu bisa menolaknya Jess. Kamu hanya harus mengatakan pada Tante Rossa bahwa kamu tidak bisa menikah dengan Ethan."


"Aku juga berencana ingin mengatakan itu pada tante Rossa Re. Tapi entah mengapa, aku juga takut keputusanku membuat Tante Rossa stress dan sakit lagi. Aku tidak bisa membiarkan itu Re."


There menggenggam tangan Jessica untuk memberikan semangat pada sahabatnya itu.


"Aku tahu perasaanmu Jess. Tapi bagaimanapun, pernikahan itu bukanlah hal yang main-main. Kamu berhak bahagia dengan pria yang kamu cintai dan juga mencintaimu. Kita juga udah tahu Kak Ethan sangat mencintai Laurine. Aku tidak ingin kamu terluka saat menjalani pernikahanmu dengan Kak Ethan nanti.


(aku sangat takut kamu jatuh untuk kedua kalinya Jess. Perlahan perasaanmu untuk Kak Ethan juga pasti akan tumbuh kembali. Bagaimanapun, dia adalah sosok yang sangat kamu cintai dulu)


"Aku mohon pikirkan dirimu sendiri Jess. Aku ingin kamu mengambil keputusan yang tepat."


"Baiklah Re. Terima kasih banyak."


Jessica berencana memberitahukan keputusannya untuk menolak menikah dengan Ethan pada Rossa hari ini. Ia sangat yakin dengan keputusannya.


Handphone Jessica berdering. Ia menjawabnya setelah melihat itu panggilan dari Rossa


"Halo Tan."


"Halo sayang. Apa kita boleh bertemu di rumah Tante saja? Soalnya Tante kurang enak badan hari ini."


"Tante kirimkan lewat SMS ya Jess."


"Okey baiklah Tan."


Jessica sudah sampai di kediaman Rossa. Rossa menyambutnya dan menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Jessica berjalan di rumah yang sangat besar. Perabotan disana juga tergolong sangat mewah. Sangat wajar, dengan predikat Keluarga Jeconiah sebagai Keluarga yang sangat kaya raya.


Mata Jessica tertuju pada pas foto yang terpajang di dinding. Di sana ada foto Ethan dari bayi hingga dia dewasa. Ia memang tampan dari lahir, pikirnya. Foto Ethan bersama Ayahnya juga cukup menyita perhatian Jessica. Ethan remaja sedang memeluk Ayahnya di gambar itu. Senyuman itu tidak pernah berubah. Hanya saja di gambar itu senyumnya terlihat lebih lepas.


"Ethan sangat akrab dengan Papanya. Semenjak Papanya meninggal, ia banyak mengurung diri. Dia berubah menjadi sosok yang lebih tertutup dan pendiam. Namun Laurine berhasil mengubahnya."


(pantas saja Laurine sangat berarti di dalam hidup Kak Ethan)


"Ethan bangkit lagi. Dia sadar bahwa Ia masih memiliki Tante. Dan sejak itu, dia berjanji akan menjaga Tante dan melakukan apa saja untuk membuat Tante bahagia."


"Jess, Tante tahu bahwa Ethan mencintai Laurine. Tapi Tante tidak yakin bahwa Laurine adalah Istri yang tepat untuk Ethan. Laurine seperti putri kandung tante sendiri. Ethan dan Laurine juga sudah tumbuh bersama sejak mereka kecil. Rasanya Ethan dan Laurine lebih cocok sebagai kakak dan adik. Tidak ada yang istimewa dalam hubungan mereka.


Tapi denganmu, kalian bisa memulai hubungan dari awal. Walau Tante tahu kalian belum saling mencintai, tapi Tante yakin kamu adalah Istri yang tepat untuk Ethan. Kamu bisa membuatnya mencintaimu. Tante bisa melihatnya dari pertama kali kita bertemu. Kamu sangat perhatian pada Tante walaupun pada saat itu kamu belum mengenal Tante. Kamu istimewa bagi Tante sayang. Kamu juga sangat menyayangi Tante.


Dulu, Tante sering melakukan perjodohan untuk Ethan, namun tidak ada satupun dari gadis-gadis itu menyayangi Tante. Mereka hanya menyayangi Ethan. Oleh karena itu, Tante memutuskan untuk mencari gadis yang menyayangi Tante. Kamu adalah orangnya. Kamu Jess."


Rossa menangis di depan Jessica. Ia ingin meyakinkan Jessica bahwa Ia adalah menantu yang tepat untuknya.


"Jadilah menantu Tante Jess. Tante sering merasa sendirian. Tante takut, setelah Ethan menikah dengan orang lain, Ia akan meninggalkan Tante. Ia pastinya akan memiliki keluarga sendiri. Tapi denganmu, Tante yakin itu tidak akan pernah terjadi."


Mendengar hal itu, Jessica ikut menangis dan langsung memeluk Rossa.


"Tante aku mohon jangan menangis. Iya Tante, Jessica akan menikah dengan Pak Ethan. Tante tidak akan pernah sendiri. Jessica akan selalu bersama Tante."


"Kamu mau berjanji sayang?"


"Iya, Jessica berjanji Tante."


Jessica mengubah keputusannya. Ia setuju untuk menikah dengan Ethan. Setelah ia mendengar penuturan Rossa, rasanya ia tidak tega menolak permintaan Rossa. Ethan termasuk orang yang sibuk di kantor. Setelah menikah, ia pasti memiliki waktu yang lebih sedikit dengan Rossa. Ia tidak ingin Rossa kesepian di hari-hari tuanya.


Biarlah ia mengorbankan hidupnya dengan menikahi pria yang tidak mencintainya. Ia menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Ia akan melakukan yang terbaik untuk pernikahannya nanti bukan semata-mata hanya untuk memenuhi keinginan Rossa.


Jika Ethan telah mengorbankan cintanya, kali ini ia juga harus mengorbankan mimpinya menikah dengan pria yang mencintainya.