Love You Too Much

Love You Too Much
Berakhir



Rossa menerima informasi pada suruhannya bahwa selama bulan madu Ethan sering pergi bersama Laurine. Rossa terpaksa memerintahkan suruhannya karena ia begitu curiga mendengar bulan madu mereka dipercepat secara tiba-tiba.


"Aku harus menemui Laurine. Ini tidak boleh terjadi, bagaimanapun Ethan sudah memiliki Istri."


Rossa langsung pergi ke butik Laurine setelah mendengar kabar bahwa gadis itu sudah kembali ke Jakarta.


--


"Apa Laurine ada?", tanya Rossa pada salah satu karyawannya.


"Ada Bu. Sebentar saya panggilkan."


Karyawan Laurine menghampiri Laurine yang sedang membereskan desain desainnya yang ia tinggalkan selama ia pergi.


"Bu, di luar ada yang mencari Ibu."


"Siapa Eve?"


"Saya tidak tahu Bu. Saya lupa menanyakannya. Apa perlu saya tanyakan dulu Bu?"


"Ah, tidak usah Eve. Saya akan menemuinya, tolong bereskan ini semua."


"Baiklah Bu."


Laurine langsung menghampiri orang itu. Ternyata yang mencarinya adalah Rossa. Laurine langsung memasang senyum di wajahnya.


"Bibi.."


Laurine langsung memberikan pelukan dan ciuman pada Rossa.


"Laurine senang sekali bertemu dengan Bibi."


Rossa hanya tersenyum tipis.


"Apa Bibi ingin makan atau minum sesuatu? Laurine akan suruh Karyawan mengantarnya."


"Tidak usah sayang. Bibi datang ke sini hanya untuk mengatakan sesuatu padamu."


"Sesuatu? Apa itu Bi?"


"Bibi yakin kamu sudah tahu bahwa Ethan sudah menikah dan sudah memiliki istri sekarang."


Raut wajah Laurine langsung berubah.


Rossa langsung memegang tangan Laurine.


"Lau, Bibi tahu ini pasti menyakitimu. Maaf selama ini Bibi tidak pernah mendukung hubunganmu dengan Ethan. Sekarang Ethan sudah menikah dengan Jessica, apakah Bibi bisa meminta bantuanmu untuk mempertahankan pernikahan mereka?"


"Lau, Bibi mohon padamu. Kamu gadis yang masih muda dan cantik, Bibi yakin banyak Pria di luar sana yang menyukaimu. Tolong jaga jarak dengan Ethan. Bibi tidak memintamu pergi jauh dari hidupnya, tapi tolong akhiri hubunganmu sebagai kekasihnya."


Laurine hanya diam membisu sambil menangis.


"Apa kamu mau membantu Bibi?", ungkap Rossa dengan wajah memelas.


Dengan berat hati, Laurine menganggukkan kepalanya.


"Baiklah Bi, Laurine akan mengakhiri hubungan Laurine dengan Kak Ethan."


"Terima kasih sayang," Rossa langsung memeluk tubuh Laurine.


Laurine tidak bisa hidup tanpa Ethan, Laurine sangat mencintai pria itu. Tapi dia juga tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang. Ethan juga sudah memiliki istri, walaupun ia tahu Ethan tidak mencintai gadis itu. Tapi bagaimanapun ia juga seorang perempuan, ia harus menghargai perasaan Jessica sebagai istri Ethan.


--


Jessica sedang menyiram benih bunga Mawar putih yang diberikan Nenek Hana padanya. Ia kemudian mengingat pesan Nenek itu padanya.


"Baiklah Nek, Jessica tidak akan lupa", ungkapnya dengan senyuman.


Jessica tiba-tiba teringat sesuatu.


"Bukankah besok Kak Ethan berulang tahun?"


Jessica memeriksa kalender di handphonenya. Ia sudah menandai seluruh tanggal yang berhubungan dengan Ethan.


"Ya, besok Kak Ethan ulang tahun. Aku harus mempersiapkan apa yang diperlukan untuk besok."


Jessica berencana memberikan kejutan pada hari ulang tahun Ethan. Besok menjadi hari yang spesial setelah hari ulang tahunnya. Ia tidak akan pernah melewatkan hari itu.


--


Ethan sedang mengirimkan pesan pada Laurine.


"Besok aku berulang tahun. Tolong jangan lupa hari itu. Aku akan menunggumu di tempat favorite kita. Jam 7 Malam, jangan telat ya Sayang. Kamu sudah berjanji pada Kakak.


Love, Ethan.


"Baiklah Kak, aku akan datang."


Ethan tersenyum senang saat menerima balasan dari Laurine. Besok dia akan merayakan hari ulang tahunnya bersama Laurine.


Di lain tempat, Laurine berencana akan mengakhiri hubungannya dengan Ethan, sesuai janjinya kepada Rossa.


"Apa aku bisa hidup tanpamu Kak?", Laurine kembali menangis. Wajah Laurine sangat sembab, dari tadi ia menangis memikirkan keputusannya yang akan berpisah dengan Ethan.