
There keluar dari mobil.
Ia berlari memeluk Jessica yang sedang berdiri bersama Ethan di depan rumah.
Jason tersenyum melihat tingkah laku There yang begitu manis.
Jessica membalas pelukan There.
Ia juga merindukan sahabatnya itu karena mereka sudah lama tidak pergi bersama setelah melahirkan Alva.
"Dimana Alva Jess?"
"Alva ada di dalam kamar."
"Aku ingin bertemu dengannya."
"Baiklah, ayo masuk ke kamar Re. Alva pasti senang bertemu denganmu."
Jessica dan There langsung pergi meninggalkan Ethan dan Jason tanpa menghiraukan mereka.
Ethan dan Jason saling tersenyum satu sama lain.
Pasangan mereka sama-sama memiliki kepribadian yang manis.
Jessica mengambil Alva dari tempat tidurnya dan kemudian menggendongnya.
"Tampan sekali.
Hai Alva. Ini Tante There, Sahabat Mama."
Alva tersenyum kepada There.
Sontak hal itu membuat There begitu bahagia.
"Kamu lihat Jess? Alva tersenyum padaku."
Jessica tersenyum.
"Itu artinya Alva menyukaimu Re."
"Benarkah? Wah, aku senang sekali Jess."
"Kamu mau menggendong Alva?"
"Tentu saja Jess."
There kemudian menggendong Alva.
"Kamu begitu mirip dengan Papa sayang.
Dia sama sekali tidak mirip denganmu Jess."
Jessica tertawa.
"Ini mungkin karena doa Kak Ethan sebelum aku melahirkan Re. Dia berdoa agar bayi kami mirip dan setampan dirinya."
"Tapi aku pikir, Alva memiliki bibir yang mirip denganmu Jess."
"Aku bersyukur, paling tidak Alva memiliki satu kemiripan denganku."
"Oh ya, aku ingin memberitahu kabar bahagia untukmu Jess."
"Kabar bahagia? Apa itu Re?" tanya Jessica dengan nada penasaran.
"Hem...
Laurine sudah dilamar oleh Dokter Chris."
"Benarkah?"
There menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Aku begitu senang mendengarnya. Aku berharap mereka segera menikah dan hidup bahagia selamanya."
"Iya Jess. Aku juga berharap seperti itu."
"Dan...
Apa Kak Jason sudah melamarmu Re?"
"Belum Jess. Aku mengerti, Kak Jason mungkin belum berpikir tentang hal itu. Akhir-akhir ini dia begitu sibuk bekerja Jess."
"Oh, begitu. Aku yakin Kak Jason pasti akan segera melamarmu Re. Kak Jason adalah sosok Pria yang serius dengan hubungannya.Ia juga begitu mencintaimu. Kamu hanya perlu menunggu Re."
"Iya Jess. Apalagi keluarga Kak Jason semuanya berada di Amerika. Aku rasa akan membutuhkan waktu lama untuk merencanakannya."
"Aku harap Alva memiliki teman bermain secepatnya." ucap Jessica.
"Akan menyenangkan jika anak kita bersahabat sama seperti kita Jess. Aku begitu menginginkannya."
"Aku akan menunggu hari itu Re."
"Oh ya, mendengar kabar bahagia Laurine dengan Dokter Chris, bagaimana jika kita pergi jalan-jalan untuk merayakannya? Lagian kita berenam tidak pernah pergi bersama."
"Ide yang bagus Jess.
Aku pikir, besok adalah waktu yang tepat.
Bagaimana Jess?"
Jessica menganggukkan kepalanya.
"Aku setuju Re."
Semenjak pulang dari rumah Ethan dan Jessica, There menyunggingkan senyumnya dari tadi.
Jason melihat ke arah There.
"Sepertinya kamu terlihat begitu bahagia sayang."
There menatap Jason.
"Iya Kak. Aku tidak sabaran menunggu besok. Pasti akan menyenangkan jalan-jalan bersama mereka."
"Aku dengar Dokter Chris telah melamar Laurine. Apa itu benar?"
"Iya Kak. Aku juga begitu bahagia untuk mereka.
Terutama untuk Laurine.
Kakak juga tahu bahwa dulu Laurine begitu mencintai Kak Ethan bahkan tidak bisa merelakannya bersama Jessica.
Dan sekarang aku senang dia menemukan Pria yang ia cintai dan juga mencintainya."
Ia salah satu orang yang mengetahui dengan pasti bagaimana hubungan Ethan dengan Laurine dulu. Bahkan itu menjadi alasan utamanya datang ke Indonesia, untuk membawa Jessica kembali ke Amerika.
Dan semuanya berubah, sama sepertinya yang kini mencintai Gadis yang berbeda. Bahkan ia akan membawa Gadis yang berbeda pula ke Amerika.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di apartemen There.
There dan Jason keluar dari mobil.
Jason mengantar There ke depan pintu apartemennya.
Sesampainya di depan pintu apartemen, There mengucapkan selamat tinggal pada Jason.
"Hati-hati Kak. Jangan lupa menjemputku besok Pagi."
Jason hanya memandang There.
There kemudian mencium pipi Jason dan tersenyum pada Pria itu.
There kemudian membalikkan tubuhnya dan membuka pintu apartemennya.
Saat ingin masuk ke dalam apartemennya, Jason memegang lengannya.
There membalikkan tubuhnya kembali. Ia sempat mengira bahwa Jason sudah pergi dari sana.
"Aku ingin memberitahumu sesuatu Clare." ucap Jason dengan nada serius.
Ada apa ini? Raut wajah Jason yang begitu serius menyiratkan Jason akan mengatakan sesuatu yang penting padanya.
There menunggu Jason mengatakan hal itu.
"Minggu depan aku akan kembali ke Amerika."
Sontak hal itu membuat There begitu terkejut dan perasaannya langsung berubah drastis Dari yang sebelumnya begitu bahagia, menjadi sedih sekaligus kecewa.
Itu artinya, Jason akan pergi meninggalkannya.
There menundukkan kepalanya.
Ia tidak bisa menahan perasaan sedihnya.
Air matanya perlahan menetes dari matanya.
Beberapa saat kemudian, There menghapus air matanya dan kemudian menaikkan wajahnya.
Namun ia begitu terkejut melihat Jason yang sedang memegang kotak yang berisi cincin dan mendekatkan benda itu padanya.
"Kak Jason..." ucapnya dengan nada penuh tanya.
"Maukah kamu menikah denganku Clare?"
There begitu terkejut mendengar ucapan Jason barusan.
Ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
Apa ia sedang bermimpi saat ini?
Jason sedang melamarnya.
"Aku belum selesai mengucapkan kalimatku tadi Sayang.
Baiklah aku akan melanjutkannya.
Minggu depan aku akan pergi ke Amerika dan membawamu bersamaku. Aku akan mengenalkan kamu dengan orang tuaku. Dan disana, aku akan membicarakan tentang pernikahan kita pada mereka.
Ah, aku baru ingat. Aku harus membawa orang tuaku ke Indonesia untuk bertemu dengan orang tuamu."
"Tapi...
Apa kamu menerima lamaranku Clare?"
There kembali meneteskan air matanya.
Ia langsung memeluk Jason dengan erat.
Ternyata ia berpikiran salah. Ia sempat berpikir, bahwa Jason akan pergi meninggalkannya.
Walaupun sebentar, ia tidak akan sanggup jika harus berjauhan dari Pria yang dicintainya itu.
Ia kemudian melepaskan pelukannya.
"Aku mau Kak."
"Benarkah?"
There menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih sayang."
Jason kemudian memasangkan cincin itu ke jari manis There.
Keduanya saling tersenyum.
Jason mengecup kening There dengan lembut.
Ia kemudian membawa There ke dalam pekukannya.
Jason begitu bahagia saat ini.
There menerima lamarannya!!!
Sanking bahagianya, Jason menggendong tubuh There.
Sama halnya dengan Jason, There juga begitu bahagia.
Akhirnya Pria yang ia cintai melamarnya.
Sejak awal pertemuan mereka, There tidak pernah berharap untuk semua ini.
Bahkan ia sempat berpikir bahwa Jason tidak akan membalas cintanya, mengingat bahwa Jason dulu begitu mencintai Jessica.
Perjuangan Jason untuk mendapatkan Jessica kembali dulu membuatnya berpikiran bahwa ia harus menyerah dan melupakan perasaanya.
Dan kini harapannya akhirnya terkabul!!!
Jason mencintainya dan memintanya menikah dengannya.
Ia begitu bersyukur dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Kedepannya ia berharap hidup bahagia bersama Jason, memiliki anak dan menjalani hari tua bersama.