Love You Too Much

Love You Too Much
David Immanuel Jeconiah



Jessica bangun dari tidurnya. Ia melihat Ethan yang kedinginan. Ia mengambil selimut dan menutupi tubuh pria itu. Ia merapikan tempat tidur kemudian turun ke bawah. Ia melihat Rossa dan Veronica yang sudah bangun.


"Kamu sudah bangun sayang?"


"Maafkan Jessica Ma, Bi. Jessica sepertinya telat bangun.


Rossa dan Veronica tertawa.


"Tidak sayang. Bahkan kamu bangun kepagian Jess. Bibi sama Mama tadi memang harus bangun pagi sekali untuk mempersiapkan acara besok."


"Oh ya, apa Ethan masih tidur?"


"Iya Ma."


"Apa Mama dan Bibi akan memasak? Jessica akan membantu."


"Kamu bisa memasak sayang?", tanya Veronica."


"Jessica itu jago masak Vero."


"Benarkah? Kamu memang menantu idaman sayang. Baiklah kamu boleh membantu memasak."


Jessica mulai menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan.


"Bagaimana rasanya Bi?"


Veronica yang mencicipi masakan Jessica tersenyum bangga, " Semua masakan kamu enak sekali sayang. Kamu memang pandai sekali memasak."


"Benarkan? Jessica memang menantuku.", ungkap Rossa dengan rasa bangga.


"Makasih Ma, Bi."


"Oh ya sayang, lebih baik sekarang kamu bersiap-siap. Sebentar lagi keluarga kita yang lain akan datang.


"Tapi ma..", ucap Jessica ingin membantu pekerjaan yang lain.


"Mama sama Bibi yang akan menyelesaikannya. Pergilah."


"Iya sayang. Kalau boleh kamu harus tampil berbeda hari ini. Buat Ethan semakin mencintaimu, " ungkap Veronica sambil menggoda Jessica.


Jessica hanya tersipu.


"Baiklah Ma, Bi. Jessica akan bersiap-siap."


Jessica kembali ke dalam kamar. Ia melihat Ethan sudah tidak ada lagi di sofa. Jessica berpikir Ethan pasti sedang mandi.


Jessica sedang memilih pakaian yang akan digunakannya hari ini. Ia teringat ucapan Veronica. Ya, ia akan berdandan hari ini. Paling tidak ia tidak mempermalukan Ethan di depan keluarganya nanti.


Jessica meletakkan make up nya di depan meja rias. Tiba-tiba suara kamar mandi terbuka. Refleks ia melihat ke arah sumber suara. Namun ia begitu terkejut melihat Ethan keluar hanya dengan handuk di pinggang dan bertelanjang dada. Ia langsung membalikkan badannya.


"Maaf Kak."


Jessica begitu malu, ini pertama kalinya ia melihat Ethan seperti itu.


Walaupun Jessica pernah membuka baju Ethan saat kejadian malam itu, hanya saja ini berbeda kondisi.


Dasar bodoh, ungkap Ethan di dalam hati saat melihat wajah Jessica yang begitu gugup.


Ethan mengambil bajunya yang di tempat tidur dan kembali masuk ke kamar mandi.


Jessica menghembuskan napas dengan lega setelah mendengar suara pintu kamar mandi tertutup.


--


Jessica sudah selesai berdandan. Dandanan nya terlihat natural namun terlihat memukau. Ia tampak sangat cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai sempurna. Dress merah maroon yang ia gunakan juga sangat cocok di tubuhnya.


Ia mengambil gelang pemberian Natalie dan memakainya.


Lagi lagi Jessica kesulitan memakaikan tali sepatunya. Namun ia terus mencobanya hingga bisa. Jessica begitu lega, ia kemudian berdiri di depan kaca untuk memeriksa kembali dandanannya.


Jessica menuruni anak tangga. Semua keluarga sudah berkumpul di ruang tamu. Seketika semua mata tertuju padanya, kecuali Ethan yang saat ini sedang duduk sambil memegang handphone.


"Bukankah istrimu sangat cantik?", ungkap Joseph pada Ethan.


Ethan kemudian menolehkan tatapannya ke samping dan melihat Jessica yang sedang menuruni tangga.


Lagi-lagi Gadis itu berhasil membuatnya terpaku.


Ia tidak memutuskan tatapannya pada Jessica. Ethan mengakui bahwa Jessica memang memiliki paras yang cantik.


"Kamu sangat cantik sayang. Benar kan Ethan?"


"Iya Bi."


Jessica langsung menatap Ethan. Ia sangat senang saat Ethan mengatakannya.


"Duduklah sayang di samping suamimu."


"Makasih Bi."


Jessica duduk di samping Ethan.


"Apa Joshua akan datang bersama Kevin dan Dave?", tanya Merry.


"Iya Ma," ucap Veronica.


Tiba-tiba suara mobil terdengar di depan rumah


"Sepertinya itu mereka."


Mereka langsung menyambut siapa yang datang.


Tampak seorang pria bersama anak kecil keluar dari mobil.


"Hai sayang."


"Hai Nek."


"Dave?", tanya Veronica.


"Dia menyusul Ma. Dia mengatakan masih ada urusan. Sebentar lagi sepertinya ia akan datang.


"Ethan. Selamat atas pernikahanmu. Maaf, aku tidak bisa menghadirinya."


"Iya, tidak apa-apa Kak."


"Apa wanita cantik ini istrimu?"


Ethan menganggukkan kepalanya.


"Hai, aku Joshua, sepupu Ethan.


"Hai Kak. Aku Jessica. Dan ini?"


ucap Jessica pada anak kecil yang berada di dekat Joshua.


"Hai sayang", ucap Jessica pada anak kecil itu.


Namun anak kecil itu hanya diam dan memandangnya dengan raut wajah tidak suka


"Kevin, jawab pertanyaan Tante itu. Ayo sayang", ungkap Joshua membujuk Kevin.


"Tidak mau."


Jessica tersenyum, " Oh jadi ini Kevin. Salam kenal sayang", ungkapnya sambil mengelus kepala Kevin dengan lembut.


Anak itu langsung pergi ke dalam rumah.


"Maafkan kelakuan Kevin Jess. Dia memang anak yang seperti itu.


"Tidak apa-apa Kak."


--


Jessica melihat Kevin duduk di depan rumah dengan tangan dikepal ke dagunya. Anak itu sangat menggemaskan, pikirnya. Ia kemudian menghampiri Kevin.


"Apa aku boleh duduk di sini sayang?"


"Tidak boleh", ucap Kevin dengan nada angkuh.


"Oh baiklah...


Apa kamu mau ikut?" Jessica mengulurkan tangannya pada Kevin


Kevin manatap Jessica sebentar. Sebenarnya ia ingin ikut, namun ia sulit menjawab tawaran Jessica.


"Di sana banyak es krim..."


Kevin lansung menerima uluran tangan Jessica.


Jessica tersenyum. Akhirnya Kevin mau pergi dengannya.


"Baiklah sayang, ayo kita pergi ke taman.


--


Jessica tersenyum melihat Kevin yang begitu bahagia bermain bersama anak-anak lain. Anak itu begitu menggemaskan.


Kevin menghampiri Jessica.


"Ada apa sayang?


Kamu mau makan es krim sekarang?"


Kevin menganggukkan kepalanya.


Jessica membuka bungkus es krim dan memberikannya pada Kevin.


Jessica mengelus kepala Kevin dengan lembut.


"Apa kamu mau berteman dengan Tante?", tanya Jessica dengan menyamakan tinggi mereka.


Kevin langsung memeluk tubuh Jessica. Jessica membalas pelukan Kevin.


"Terima kasih sayang."


--


Ethan dan Joshua sedang berbincang-bincang di balkon rumah. Mereka sangat terkejut melihat Jessica datang bersama Kevin.


Jessica terlihat sudah begitu akrab dengan Kevin. Kevin berlari dan memeluk Joshua.


"Apa kamu sudah akrab dengan Tante Jessica sayang?"


"Iya Pa. Mulai hari Tante Jecika adalah teman baikku." ucapnya sambil menghampiri Jessica dan memegang tangan gadis itu.


Mereka tertawa bersama mendengar tingkah menggemaskan anak itu.


Ethan melihat Jessica yang mengelus kepala Kevin dengan sangat lembut.


(Ia sepertinya sangat menyayangi Kevin)


--


Jessica melihat Rossa yang sedang kerepotan. Ia kemudian menghampirinya.


"Ada yang bisa Jessica bantu Ma?"


"Oh, sayang bolehkah kamu mengambil paket di depan. Pengantar paketnya sepertinya sebentar lagi akan datang."


"Baiklah Ma."


Seorang pria keluar dari mobilnya. Ia melihat seorang pria sedang membawa paket. Ia menghampiri Pria itu.


"Pak, apa paket ini akan diantarkan ke rumah itu?"


"Iya Mas. Semua paket ini milik pemilik rumah itu."


" Saya anggota keluarga pemilik rumah itu. Saya yang akan membawakannya."


"Baiklah Mas, ini tanda terimanya."


Dave menandatanganinya dan membawa semua paket itu ke rumah.


Bel rumah berbunyi.


"Sepertinya pengantar paketnya sudah datang sayang."


"Baiklah Ma. Jessica akan mengambilnya.


Jessica membuka pintu. Ia melihat seorang pria muda membawa semua paket di tangannya.


"Apa jumlah paketnya sudah sesuai pesanan Pak?", ucapnya sambil mengambil paket yang ada di tangan Dave.


Dave hanya diam tidak menjawab pertanyaan gadis itu.


(Siapa gadis cantik ini?)


Jessica hendak meninggalkan pria itu. Namun ia membalikkan tubuhnya, ia lupa menandatangani tanda terima.


Jessica tersenyum, " Oh ya Pak, saya lupa menandatangani tanda terima."


Dave hanya diam saja, ia masih menatap wajah gadis itu.


"Apa tanda terimanya tidak ada Pak? Baiklah tidak apa-apa Pak. Terima kasih banyak Pak, ungkap Jessica dengan senyuman tulus. Ia langsung pergi dan menutup pintu rumah.


"Apa ia mengira aku adalah pengantar paket?


Dia gadis yang begitu lucu", sambil menggarut kepalanya yang tidak gatal.


--


"Dave, kamu sudah datang sayang", ungkap Veronica memeluk tubuh putranya.


"Dave.."


"Oh hai Ethan. Kudengar kau sudah menikah. Siapa gadis cantik yang berhasil membuat sepupuku ini jatuh cinta?"


"Jessica kemarilah sayang", Veronica memanggil Jessica yang sedang bersama Rossa.


Jessica yang mendengar Veronica memanggilnya langsung menghampirinya.


"Iya Bi?"


Matanya langsung menatap pria yang tadi mengantar paket.


"Perkenalkan ini putra kedua Bibi."


Jessica langsung terkejut mendengar penuturan Rossa. Ia begitu malu sekarang.


"Hai, aku David Sepupu Ethan. Kamu bisa memanggilku Dave." Dave mengulurkan tangannya.


"Aku Jessica..." sambil membalas uluran tangan Dave.


Dave melihat wajah Jessica yang terlihat merasa bersalah karena telah mengiranya pengantar paket. Dia begitu senang melihat ekspresi itu.


Melihat tatapan Dave pada Jessica, Ethan membuka suara, "Dia istriku."


Penuturan Ethan memutuskan salaman mereka.


"Benarkah?", ucapnya dengan senyuman dan kembali menatap wajah Jessica.


"Maaf ya..", ucap Jessica dengan nada merasa bersalah.


"Ada apa sayang?", ucap Veronica dengan heran.


"Sebenarnya Jessica sudah bertemu dengan Kak Dave tadi Bi. Hanya saja, Jessica pikir Kak Dave adalah pengantar paket."


Veronica tertawa, bahkan Ethan tersenyum mendengar penuturan Jessica.


"Benarkah sayang?", tanya Veronica.


"Sepertinya tampangku terlihat seperti pengantar paket Ma."


"Maaf ya Kak..", ucap Jessica dengan nada bersalah lagi.


"Iya, tidak apa apa Jess. Kakak hanya bercanda."


(Selain manis, sepertinya dia gadis yang baik juga. Ethan beruntung memilikinya)