Love You Too Much

Love You Too Much
Berjanji



Jessica bingung dengan perubahan perilaku Ethan. Padahal hubungan mereka terlihat baik-baik saja kemarin, bahkan pria itu sempat mengucapkan terima kasih padanya.


(Sebenarnya yang harus marah siapa? Bukankah harusnya aku? Dia telah memaksaku mengingkar janji pada Kevin)


Jessica masih menatap Ethan yang sedang menyetir. Hari ini sesuai perintah Ethan, mereka pergi ke rumah Rossa. Bahkan mereka pergi 1 minggu lebih cepat dari perayaan hari ulang tahun Rossa.


(Apa yang sebenarnya terjadi dengannya?)


--


Mereka sudah sampai di kediaman Rossa.


Rossa yang sedang menyiram tanaman di depan rumah sempat bingung dengan kedatangan Ethan dan Jessica yang tiba-tiba.


Rossa menyambut mereka dengan bahagia.


"Hai sayang.."


"Ethan masuk ke dalam dulu Ma." ucap Ethan dengan nada datar dan langsung masuk ke dalam rumah.


Jessica dan Rossa bingung dengan perilaku Ethan.


Rossa mendekati Jessica.


"Apa ada sesuatu yang terjadi di antara kalian berdua sayang?" tanya Rossa pada Jessica.


"Jessica juga tidak tahu Ma mengapa Kak Ethan seperti itu. Hubungan kami sepertinya baik-baik saja akhir-akhir ini."


"Baiklah, ayo kita masuk sayang."


Rossa dan Jessica masuk ke dalam rumah.


--


Saat ini mereka bertiga sedang makan malam di meja makan. Sama sekali tidak ada pembicaraan di sana. Rossa dan Jessica saling menatap Ethan yang dari tadi hanya berkutat pada makanannya. Pria itu juga bahkan langsung kembali ke kamar setelah makanannya habis.


Jessica menundukkan wajahnya


(Apa aku melakukan kesalahan lagi? Bahkan Kak Ethan sama sekali tidak berbicara pada Mama)


Rossa melihat wajah Jessica yang bersedih. Ia langsung memegang tangan gadis itu.


Jessica mengalihkan pandangannya pada Rossa


"Mama yakin kalian pasti bisa menyelesaikan masalah kalian."


Jessica menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis pada Rossa.


--


Dengan perasaan tidak enak, Jessica memutuskan masuk ke dalam kamar Ethan. Ia melihat Ethan yang sedang berkutat dengan Laptopnya di atas tempat tidur.


Jessica tidak tahu harus melakukan apa. Ia kemudian memutuskan mengambil bantal dari tempat tidur dan menaruhnya ke atas sofa. Ia berencana akan tidur di sofa. Dalam keadaan seperti ini ia tidak mungkin membiarkan Ethan tidur di sofa atau bahkan tidur seranjang dengan pria itu.


Ethan melihat Jessica yang mengambil bantal dari tempat tidur. Ia kemudian berdiri dan menyimpan laptopnya.


"Apa yang kamu lakukan?" ucap Ethan saat melihat Jessica yang sedang berbaring di sofa.


"Apa kamu sering tertidur dimana saja? Apa kamu tidak takut orang lain memandangi tubuhmu?" ucap Ethan dengan nada emosi.


Ethan begitu marah dengan apa yang terjadi kemarin, saat Dave memandangi Jessica yang sedang tertidur.


Jessica menundukkan kepalanya sambil memegang erat dress nya. Ia begitu takut saat ini.


Mengapa Ethan begitu emosi padanya?


Ethan melihat Jessica terlihat sangat takut. Ia sadar barusan ia telah membentak gadis itu.


"Tidurlah di atas tempat tidur. Aku yang akan tidur di sofa." ucap Ethan dengan nada lembut.


Jessica menuruti permintaan Ethan, ia langsung berdiri menuju tempat tidur. Namun tangan Ethan menghentikan langkahnya.


Jessica hanya memusatkan perhatiannya pada tangan Ethan, ia tidak berani menatap wajah pria itu.


Ethan melihat Jessica yang tidak mau menatapnya


"Tatap aku..." ucap Ethan pada Jessica.


Gadis itu tetap tidak menatapnya.


"Tatap aku Jess", ucap Ethan dengan nada lebih lembut. Ia tidak ingin gadis itu semakin takut dengannya.


Jessica menaikkan wajahnya secara perlahan dan menatap mata pria itu. Tidak ada kemarahan lagi di sana.


"Berjanjilah padaku untuk tidak sembarangan tidur dimanapun saat kamu sedang bersama orang lain." ucap Ethan pada Jessica.


Jessica menganggukkan kepalanya, "Aku berjanji Kak."


"Kamu hanya bisa melakukannya saat bersamaku. Kamu mengerti?" Ethan menambahkan.


"Aku mengerti Kak."


Ethan melepaskan tangannya pada gadis itu.


"Tidurlah."


Jessica menatap mata Ethan sekilas dan kemudian pergi ke tempat tidur.


Ethan membaringkan tubuhnya ke atas sofa dan menatap langit-langit kamar.


Ethan tidak mengerti apa yang telah ia perbuat akhir-akhir ini. Semuanya selalu tentang gadis itu. Kadang ia bisa tersenyum karena gadis itu, kadang ia juga bisa marah di saat yang bersamaan. Bahkan hubungannya dengan Dave sedang tidak baik hanya karena gadis itu juga.


(Apa yang telah kamu perbuat kepadaku?)


Jessica belum memejamkan matanya.


Ia masih memikirkan kejadian barusan. Jessica bisa melihat perubahan wajah Ethan tadi. Ia berpikir Ethan sepertinya tidak marah lagi padanya, terbukti dari nada bicara Ethan yang sudah melembut.


(Aku harap besok Kak Ethan tidak marah lagi)


Jessica mengalihkan pandangannya pada Ethan yang berada di sofa.


Kemudian Jessica tersenyum senang memandang Pria itu.