
Pagi-pagi benar Laurine datang ke kantor Ethan. Ia berencana memberikan kejutan pada Ethan.
Laurine tersenyum melihat bekal yang berada di tangannya. Ia akan memberikannya pada Ethan. Pria itu pasti senang makan makanan kesukaan yang dibuatnya sendiri.
Laurine sengaja bangun pagi untuk masak makanan kesukaan Ethan.
Ia menunggu Ethan di luar gedung.
Beberapa menit kemudian, ia melihat mobil Ethan muncul dari kejauhan.
Laurine tersenyum, ia ingin mendekati mobil itu. Namun langkahnya terhenti saat melihat Ethan keluar bersama Jessica. Yang mengejutkan lagi, mereka terlihat mesra sambil berpegangan tangan.
Laurine sembunyi saat melihat Ethan dan Jessica mendekat.
Ia menggenggam erat gaun yang digunakannya.
(Ada hubungan apa Kak Ethan dengan Jessica?
Mengapa mereka terlihat sangat mesra)
Laurine menundukkan kepalanya. Perlahan ia meneteskan air matanya. Ia begitu tidak mengerti dengan apa yang sedang ia alami saat ini. Semuanya terasa tidak seperti dulu lagi.
Orang-orang yang ia percayai seakan tidak peduli lagi dengannya.
Setelah menenangkan dirinya, Laurine memutuskan pergi ke Kafe dekat restoran. Ia ingin sendiri saat ini.
Ia menatap bekal yang dibawanya tadi.
Hatinya memutuskan untuk tidak memberikannya pada Ethan. Entah mengapa ia, tidak sanggup menatap wajah itu. Wajah yang selama ini ia puja.
Pria itu tidak mencintainya lagi. Sekarang ia beru menyadari hal itu.
--
Hari ini Ethan mengadakan rapat lagi bersama Jason.
Ethan dengan pengalaman yang dimilikinya, berhasil membuat Jason terpukau. Persentasi yang dibawakannya juga sangat luar biasa.
"Saya setuju dengan pendapat anda Pak Ethan", ucap salah seorang Direksi.
"Saya juga Pak Ethan." ucap Karyawan yang lain.
Jason melihat semua orang juga memiliki pandangan yang sama dengannya.
Ia kemudian berdiri.
"Aku rasa semua orang setuju denganmu.
Aku juga memiliki pandangan yang sama dengan mereka."
Ethan tersenyum dengan pendapat Jason.
Jessica juga sangat bangga dengan Suaminya.
Dari dulu Ethan memang terkenal dengan julukan Siswa Cerdas di sekolahnya.
Namun hal itu tidak membuat Ethan sombong dan angkuh terhadap orang lain. Ethan adalah siswa yang rendah hati.
Itulah salah satu alasan Jessica mengagumi Ethan dan berakhir dengan perasaan cinta.
Ethan dan Jason saling bersalaman.
"Oh ya, aku rasa kita harus membuat pesta untuk merayakan keberhasilan kerja sama kita.
Bagaimana?"
"Saya setuju Pak." ungkap salah seorang Karyawan.
Semua orang tampak setuju dengan penawaran Jason.
"Baiklah, aku juga setuju Jason." ucap Ethan pada Jason.
"Besok saja, bagaimana?" taya Jason lagi.
Jason tersenyum mendengar semua orang setuju dengan sarannya.
--
Mereka bertiga keluar dari ruang rapat.
"Kalian berdua harus datang acara besok." ucap Jason pada Ethan dan Jessica.
"Baiklah." ucap Ethan.
"Kamu jangan sampai tidak datang Jess."
Jessica menganggukkan kepalanya pada Jason.
"Memangnya besok ada acara apa sampai-sampai Kak Ethan dan Jessica harus datang?" tanya Laurine yang tiba-tiba datang dan berdiri di samping Ethan.
"Besok ada pesta perayaan atas kerja sama perusahaanku dengan perusahaan Ethan.
Aku pikir kamu harus ikut Lau."
"Tentu saja kak. Aku pasti pergi ke pesta itu bersama Kak Ethan." ucap Laurine sambil memegang lengan Ethan.
"Ya, aku yakin kalian pasti menjadi pasangan yang paling serasi besok."
Satu ide terlintas di pikiran Jason.
"Besok kamu harus pergi bersamaku Jess." ucap Jason.
Jessica terkejut dengan ucapan Jason.
Ia melihat ke arah Ethan sekilas, ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Kamu pernah menolakku.
Kali ini kamu jangan menolakku lagi ya.
Anggap saja, ini sebagai permintaan maafmu pada Kakak. Okey?"
Jessica menatap wajah Jason. Wajah itu tampat memelas padanya.
Ya, ia pernah menyakiti Pria itu.
Untuk kali ini, tidak ada salahnya jika ia pergi bersama Jason mengingat ia tidak memiliki perasaan apa-apa pada Pria itu.
Ini juga sebagai permintaan maafnya pada Jason.
Jessica menganggukkan kepalanya.
Jason senang melihat Jessica menerima ajakannya.
"Baiklah, besok malam aku akan menjemputmu Jess."
Ethan mengepalkan tangannya dengan erat. Ia ingin menolak ajakan Laurine dan melarang Jessica pergi bersama Jason.
Namun ia tidak bisa bisa melakukannya. Ia khawatir dengan keadaan Laurine nantinya.
Jessica sebenarnya tidak suka menyadari bahwa besok Ethan pergi bersama Laurine.
Hatinya marah.
Ia pikir dengan pergi bersama Jason, adalah saat yang tepat untuk membuat Ethan cemburu.
Jika Ethan bisa pergi bersama Laurine, mengapa ia tidak bisa pergi bersama Jason?
Jessica tersenyum geli saat membayangkan bagaimana ekspresi Ethan saat cemburu nanti.
Sangat menyenangkan pasti... :)
Itu yang dipikirkan Jessica.
--
Jessica sedang tidur di ranjang bersama Ethan.
Ethan tampak gelisah dari tadi. Jessica mengetahui dengan pasti apa penyebabnya.
"Aku harus memberitahu Jason dan Laurine.
Ya, aku harus melakukannya."
Ethan merasa tidak tahan lagi. Ia tidak akan memberi kesempatan Jason untuk mendekati Jesica.
Ethan ingin beranjak dari tempat tidur, namun Jessica memegang lengannya dan menghentikannya.
"Tidak Kak.
Aku rasa ini waktu yang belum tepat memberitahu mereka.
Laurine juga baru pulih Kak."
Ethan masih diam.
"Kak Jason juga tidak akan berbuat macam-macam padaku Kak.
Aku bisa pastikan itu. Hem?"
Jessica menggenggam lembut tangan Ethan.
"Aku cemburu Jess", ucap Ethan dengan nada meyakinkan Jessica.
Jessica bahagia mendengar penuturan Ethan.
Ia kemudian memegang wajah Ethan dan mengelusnya.
"Aku tahu Kak.
Itu karena Kakak sangat mencintaiku kan?"
Ethan menganggukkan kepalanya lalu menarik Jessica ke dalam pelukannya.
"Awas saja jika ia berani berbuat macam-macam padamu." ucap Ethan dengan nada peringatan.
Jessica tersenyum geli mendengar hal itu.
Ia begitu penasaran apa yang akan terjadi besok. Jangan sampai Ethan mengacaukan acara karena perasaan cemburunya.