Hot Mommy

Hot Mommy
Terharu



Sebenarnya Marcel sudah mengetahui Dari Ziko saat mau menyelamatkan istrinya yang terjebak di dalam ruangan dokter Vino. Ternyata selama ini tanpa sepengetahuan Alex diam-diam Vino di tugaskan juga untuk mengawasi gerak-gerik Alex.


Flashback On.


"Itu bukannya si dokter sialan itu?" Gumam Ziko yang masih terdengar oleh Caca.


"Apa yang kamu maksud dokter sialan itu Vino." Karena satu-satunya dokter yang berdiri tidak jauh dari mobilnya adalah dokter Vino.


"Iya betul sayang, ada yang tidak beres dengannya. Tidak mungkin kan jika Alex nelpon lagi padahal tidak berapa lama dia keluar kamu juga keluar, dan itu hanya selang beberapa menit." Jelas Ziko masih memperhatikan gerak-gerik dokter Vino, firasat dia kali jika yang menelpon bukan Alex melainkan orang lain.


"Mungkin saja Alex nelpon dia lagi karena sesuatu yang urgent ataupun bisa jadi dia menelpon orang lain, temannya, keluarga atau bisa jadi pacarnya." Ada benarnya juga Caca mengatakan hal itu namun firasat Ziko kali ini ada yang tidak beres.


Lebih baik aku nanti selidiki sendiri dokter sialan itu, firasat ku tidak pernah meleset satupun dan untuk kali ini aku yakin tidak akan meleset juga. Batin Ziko penuh percaya diri.


"Sayang jangan terlalu di pikirkan ayo kita harus pergi, aku yakin mereka pasti sedang menunggu kita." Caca membuyarkan lamunan Ziko yang terus memperhatikan dokter Vino.


"Baik sayang maaf." Ucap Ziko tersenyum ke arah sang istri, setelah itu perlahan Ziko menyalakan mesin mobilnya dengan tatapan yang masih memperhatikan gerak-gerik dokter Vino, namun dokter Vino sama sekali tidak mempedulikan suara mobil Ziko ia masih serius berbicara dengan seseorang yang membuat Ziko berfikir keras siapa orang itu.


Setelah sampai di kediaman mansion Wijaya diam-diam Ziko mengajak Marcel untuk berbicara empat mata, dia takut jika berbicara kepada yang lain mereka tidak akan mempercayainya sama seperti istrinya.


"Ada apa kau mengajakku ke sini?" Marcel Masih saja ketus kepada Ziko.


"Heh bocah masih saja cemburu, lu lihat sendirikan Ziko Pratama sangatlah mencintai istrinya." Ziko kesal karena Marcel Masih saja cemburu kepadanya, yang jelas-jelas dia sudah tahu jika dia dan istrinya saling mencintai.


"Ya ya ya I see so?" Marcel masih malas jika harus berbincang lama dengan Ziko, dia ingin segera menemui istrinya dan menempel padanya.


Pikiranku selalu tertuju pada istriku sialan haha. Batin Marcel terkekeh.


"Jadi gini saat tadi kami berada di parkiran rumah sakit yang akan menuju kediaman mu, kami melihat si dokter Vino menelpon seseorang tapi yang anehnya raut wajahnya sangat serius dan aku curiga itu bukan Alex. Tapi istriku menyangkal itu jika si dokter sialan itu sedang menelpon dengan kekasih atau orang lain, tapi firasat ku kali ini kalau yang menelpon itu ada kaitannya dengan rencana Alex." Jelas Ziko panjang lebar dengan raut wajah yang serius.


Sementara Marcel yang mendengarkan dia menganalisa jika apa yang di katakan oleh Ziko ada benarnya juga, dia tidak ingin ada hal sekecil apapun itu ia lupakan dan menjadi boomerang dalam dirinya saat ini.


"Baiklah Uncle terimakasih atas informasinya ternyata Uncle sangat detail juga ya." Marcel terkekeh menatap Ziko yang sedang tersenyum bangga karena Marcel mempercayai ucapannya.


"Ya tidak masalah ini demi kebaikan keluargamu." Ziko berdiri menepuk bahu Marcel setelah itu dia meninggalkan Marcel yang masih duduk di kursi belakang.


Huft.


"Lucas tolong cari tahu gerak-gerak yang mencurigakan dari dokter Vino." Marcel menelpon Lucas untuk mencari tahu apa yang di katakan oleh Ziko benar atau tidak.


Flashback Off.


"Ternyata sekarang putraku sudah hebat Daddy sangat bangga sekarang." Ucap Alex bangga ternyata Marcel kecil tumbuh menjadi sosok pria tampan dan hebat, ini semua berkat Keyla Wijaya yang sudah mau merawat dan mendidiknya dari usia 8 tahun.


"Key gue mau minta maaf selama ini gue selalu berusaha mau membunuh keluarga Wijaya sampai tak tersisa." Alex meminta maaf kepada Keyla dia menyesal sudah terjebak menuruti perintah mafia itu demi balas budi.


"Iya gue udah maafin tenang saja itu murni bukan salah lo juga." Jawab Keyla tersenyum ke arah Alex.


Tidak berapa lama dua helikopter mendarat di atas mansion Wijaya, sementara Diana dan Rangga yang baru mengetahui ternyata atap mansion Wijaya sangatlah luas bisa muat dua helikopter mereka berdua hanya menggelengkan kepala secara bersamaan.


"Kalian pasangan yang sangat kompak." Ucap Alex terkekeh melihat tingkah Rangga bersama Diana.


"Memang." Diana masih sangat kesal dengan Alex.


"Kalian masih mau di sini atau mau turun ke bawah?" Tanya Marcel bersama Keyla yang sudah berada di pintu masuk menuju ke bawah.


"Dia saja yang di sini." Jawab Diana mengajak Rangga meninggalkan Alex yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Diana yang masih sangat kesal terhadapnya.


Akhirnya mereka sampai di dalam mansion Wijaya, Marcel menyuruh Alex menempati kamarnya dulu dan menyuruh dia di periksa oleh dokter pribadi keluarga Wijaya karena luka-luka lebam di area wajahnya dan bagian lainnya.


"Thanks boy." Alex terharu karena Marcel memperlakukannya dengan sangat baik.


"Itu sudah menjadi kewajibanku saat ini, oh iya dulu Mommy ingin mengajakmu berziarah ke makam Mommy Sella. Kamu tahu Dad itu salah satu ngidam pertama Mommy." Ucap Marcel mempererat pelukannya dan sesekali mencium pucuk kepalanya.


"Baiklah besok kita pergi ziarah ke makam Mommy Sella." Jawab Alex tersenyum mewujudkan keinginan Keyla yang tengah hamil, dia tidak menyangka jika Keyla ngidam ingin bertemu dengan mendiang istrinya.


Dari kejauhan Rangga yang melihat interaksi antara Marcel bersama Alex semakin akrab dia merasa masih belum terima, Rangga berjalan menghampiri mereka bertiga yang tengah asik berbincang.


"Ehem Son kamu belum bawa istrimu ke kamar kasian istrimu harus banyak istirahat karena tengah hamil muda." Ucap Rangga menyuruh Marcel membawa Keyla untuk istirahat.


"Baik Yah."


Setelah kepergian Marcel bersama Keyla, kini Rangga menatap tajam Alex yang masih berdiri menatap dirinya.


"Jangan harap kau mau merebut Marcel dariku, jika itu sampai terjadi aku tidak akan segan-segan membunuhmu ingat dia putraku." Ucap Rangga dengan tatapan tajam.


"Tenang saja aku tidak akan bertindak bodoh lagi, aku sangat menyayanginya dan aku juga tidak melupakan bahwa dia adalah putramu." Jawab Alex tersenyum setelah itu meninggalkan Rangga yang masih menatap punggungnya.


Entah kenapa Alex merasa saat dia benar-benar berubah menjadi orang baik, orang lain masih mengira jika dia akan berbuat jahat lagi.


Maaf ya telat Up nya setelah sekian purnama aku harap kalian masih menyukai cerita HotMommy.