
"Mom aku lapar." Ucap Marcel dengan ekspresi wajah memelas menatap Keyla.
"Yasudah sana makan saja." Jawab Keyla ketus, berusaha menahan tawanya agar tidak pecah melihat wajah Marcel yang sudah mencebikkan bibirnya seperti seorang anak kecil berusia 8 tahun.
"Aku ingin Mom yang masak." Rengek Marcel duduk kembali di sebelah Keyla.
Jika Keyla sudah melihat wajah Marcel yang sedang memohon kepadanya, dia tidak tega dan merasa memori Marcel kecil terngiang kembali saat dirinya pertama kali di panggil Mommy oleh Marcel.
"***Aunty bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan Mommy karena aku tidak mempunyai orangtua lagi."
"Iya sayang boleh***."
Marcel yang melihat raut wajah Keyla tiba-tiba berubah menjadi sendu, sebuah ide terbesit di kepalanya perlahan dia mulai megusap paha Keyla dengan gerakan sensual. Sehingga lamunan Keyla seketika buyar dan merasa sangat menikmati setiap usapan tangan Marcel, dan hampir saja dia mengeluarkan suara-suara aneh dari mulutnya jika dia tidak melihat ke sekeliling bahwa dirinya bersama Marcel sedang berada di kantor.
"Apa yang mau kau lakukan Marcel." Keyla menepis tangan Marcel yang akan menyibakkan roknya.
Marcel hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal ketika Keyla sedang menatap dirinya tajam.
"Kau ini mesum tingkat akut ya." Keyla berdiri dan berjalan menghadap keluar gedung yang menampakkan betapa tingginya perusahaan Wijaya Group jika di lihat dari ruangannya yang berada di lantai 20.
Contoh visual Keyla.
"Hmm sudah lama aku tidak melihat pemandangan dari ruanganku, rasanya masih sama sangat indah jika di lihat dari sini." Gumam Keyla tersenyum tipis.
Dari arah belakang tiba-tiba tangan kekar sudah melingkar di pinggang Keyla dan tidak lupa dia mendaratkan kecupan lembut di sebelah pipinya.
Cup.
"Apa kau merasa bahagia menjadi kekasihku honey." Marcel menempatkan kepalanya di ceruk leher Keyla, dan sesekali mencium leher jenjangnya yang sangat menggoda akan tetapi dia harus bisa menahan agar si ular tidak coba-coba meminta keluar. Ya walaupun sebenarnya hanya melihat tubuh Keyla saja dia sudah mulai berdiri tegak di dalam sana.
"Aku sangat bahagia bisa di miliki olehmu sayang." Keyla membalikkan tubuhnya dan kini dia bisa melihat dengan jelas bahwa Marcel sedang menatap dirinya dengan tatapan intens.
"Justru aku yang merasa lebih sangat-sangat bahagia bisa memiliki seorang kekasih yang perhatian, penyayang sudah cantik, dan dia wanita terkaya pula." Goda Marcel mencubit sebelah pipi Keyla dengan gemas.
"Oh jadi sekarang aku tahu pasti kau hanya ingin menguasai hartaku saja, setelah itu kau pergi meninggalkan aku bersama anak-anak demi mencari wanita lain yang lebih cantik dan seksi" Bentak Keyla dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
Kenapa tiba-tiba dia seperti ini tidak biasanya. Batin Marcel merasa aneh.
"Tidak sayang aku mencintaimu dan menyayangimu tulus, itu tadi hanya bercanda apa kau tidak mengerti." Marcel merangkup wajah Keyla yang sudah mulai mengeluarkan air mata dengan suara parau.
"Hmm aku ingin bertemu Ziko sayang." Rengek Keyla dengan sorot mata memohon, melupakan kekesalannya terhadap Marcel.
Apa Ziko? Astaga sepertinya Mommy sudah mulai aneh akhir-akhir ini. Batin Marcel merasa khawatir.
"Tapi kan sayang Uncle Ziko sedang berbulan madu bersama Aunty Caca di kota Paris, mana bisa dia bertemu denganmu hari ini sayang yang lain saja ya." Jelas Marcel dengan lembut sambil menuntun Keyla untuk duduk kembali di atas sofa.
"Tidak mau." Tegas Keyla menepis tangan Marcel dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca kembali.
Oh ****!!! Ziko ternyata kau sudah menikah saja selalu membuatku cemburu jika Mommy menyebut namamu apalagi sekarang mau bertemu denganmu yang benar saja aku masih tidak rela. Batin Marcel prustasi.
"Yasudah sayang aku telepon dulu Uncle Ziko ya, sini." Marcel mencoba membujuk Keyla sambil merentangkan sebelah tangannya supaya Keyla mendekat ke arahnya, sementara tangan yang satu lagi dia gunakan untuk menelpon Ziko yang sedang berada di kota Paris.
Akhirnya Keyla yang melihat Marcel akan menelpon Ziko dia sudah mulai luluh, dan perlahan Keyla melangkahkan kakinya memeluk tubuh Marcel tanpa ada rasa bersalah jika dirinya sudah membentak Marcel.
"Iya sayang ini aku mau menelpon Uncle Ziko dulu ya, sebentar." Marcel mengusap punggung Keyla dengan lembut.
Pasti dia besar kepala jika Mommy meminta ingin bertemu dengannya. Batin Marcel mulai kesal membayangkan wajah Ziko.
"Sayang gimana di angkat tidak." Keyla mendongakkan kepalanya menatap ke arah Marcel yang masih menelpon Ziko.
"Sebentar sayang, sepertinya mereka sedang sibuk bikin kita keponakan." Jawab Marcel asal.
"Memangnya kau yang mesum tingkat akut." Gerutu Keyla kesal menyembunyikan wajahnya kembali di dada bidang milik Marcel.
"Aku mendengarnya sayang."
Tidak berapa lama ponsel milik Marcel terdengar ada suara seorang pria yang mengangkat teleponnya.
"Hallo Uncle apa kabar?" Dengan malas Marcel menyapa Ziko yang berada di kota Paris.
"_____________________"
"Kami baik-baik saja Uncle seperti biasa kami selalu harmonis, oh iya Uncle 2 hari lagi kami akan segera menikah." Marcel sengaja memberitahukan kepada Ziko lebih awal karena dia ingin mendengar reaksinya seperti apa.
"______________"
"Haha waw Uncle kau hebat ternyata." Jawab Marcel tertawa, tapi tiba-tiba Keyla merebut ponsel dari tangan Marcel karena dia penasaran apa yang sedang di bicarakan dengan Ziko.
Huh sungguh Mommy sangat menyebalkan hari ini, rasanya aku ingin menggoreng isi otaknya sekarang. Batin Marcel merasa kesal dengan tingkah Keyla.
"Ziko aku merindukanmu, kapan kau akan pulang." lirih Keyla.
"Apa yang kau katakan barusan sayang." Marcel merebut ponsel dari tangan Keyla dan langsung mematikan panggilan tanpa sempat Ziko membalas ucapan Keyla.
"Marcel kenapa kau mematikan panggilannya, aku ini sedang berbicara dengan Ziko." Gerutu Keyla kesal.
"Tapi telingaku sakit mendengar ucapan Mommy barusan." Marcel ikut kesal melihat tingkah Keyla yang menyebalkan.
"Aku ini bukan Mommymu, tapi calon istrimu." Bentak Keyla membenarkan ucapan Marcel.
"iya-iya sayang maafkan calon suamimu ini yang sudah egois, tiba-tiba marah terhadapmu." Marcel membawa Keyla kedalam pelukannya dan mengusap punggung Keyla dengan lembut.
❤️❤️❤️
Keesokan harinya.
Hari ini Keyla bersama Marcel sedang berada di butik keluarga Wijaya yang berada di jalan X untuk melakukan fitting gaun pengantin.
Dengan antusias Keyla mencoba satu persatu gaun pengantin yang berada di butik, sudah satu jam lebih dia tidak menemukan gaun yang pas dan cocok dengan seleranya. Sehingga Marcel yang sedari tadi memperhatikan sambil duduk di atas sofa menunggu Keyla memilih gaun, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang karena sekarang hidupnya sudah di serahkan untuk menjadi seorang suami yang baik buat istri tercintanya.
Walaupun sekarang pantatnya sudah terasa panas dan berakaran di bawah sana, akan tetapi Marcel tetap tersenyum ketika melihat Keyla sedang menatap ke arahnya.
_____________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Jangan lupa tinggalkan Like, Coment dan Vote🙏.