
"Sayang kenapa kau membohongiku." Marcel berjalan mengimbangi langkah Keyla ke tempat parkiran.
"Ayolah kau sebenarnya kenapa? Apa kakimu sudah sembuh, katanya tidak bisa menghadiri acara perpisahanku." Marcel sudah prustasi melihat Keyla hanya diam tidak merespon ucapannya, bahkan Keyla tidak melihat ke arah Marcel sama sekali.
Tuhkan dia kalau sudah marah, susah untuk di bujuk. Batin Marcel prustasi menatap punggung Keyla.
Salah siapa dia malah duduk di sebelah wanita lain, tanggung sendiri akibatnya. Batin Keyla kesal mengingat Marcel duduk bersebelahan dengan Renata.
"Sayang, tolong jangan diamkan aku." Marcel memeluk Keyla dari belakang, dan menahan rasa malu ketika semua orang di area parkiran sedang menatap kearahnya bersama Keyla.
"Marcel apa yang kau lakukan." Keyla berusaha melepaskan tangan Marcel yang melingkar di badannya, dan betapa terkejut dirinya melihat semua orang di area parkiran sedang menatap ke arahnya.
"Aku lagi memelukmu sayang." Marcel mencium punggung Keyla dengan lembut.
Deg.
Ada perasaan yang menggelitik ketika Marcel mencium punggung Keyla dengan lembut, bahkan di hadapan semua orang.
"Malu sayang." Keyla membalikkan badannya menghadap ke arah Marcel, setelah itu dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Marcel.
Akhirnya kau luluh juga sayang. Batin Marcel merasa senang.
"Yasudah ayo pulang bersama sayang, biar mobil Mom di ambil supir saja." Marcel merangkul pinggang Keyla dan melangkahkan kakinya berjalan ke arah mobil Marcel.
"Baiklah sayang."
*****
Sesampainya di apartemen, Marcel langsung berjalan melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket oleh keringat. Sementara Keyla merebahkan tubuhnya di atas sofa, sambil melihat berita yang masih menayangkan skandal tentang dirinya bersama dengan Rangga.
"Oh my god ternyata masih menayangkan berita skandal tentangku bersama dengan Rangga." Ucap Keyla lirih memejamkan kedua matanya, merasa sangat pusing dengan berita yang masih menayangkan skandal tentang dirinya.
Setelah beberapa menit dari arah kamar mandi Marcel berjalan menghampiri Keyla, dan dia hanya menggunakan handuk putih yang dililitkan di atas pinggang. Bahkan sekarang Marcel berkali-kali lipat lebih tampan di saat rambutnya yang basah menetes ke permukaan wajahnya.
Keyla yang melihat Marcel berjalan ke arahnya, dengan susah payah dia menelan salivanya ketika melihat pemandangan yang indah berada di depan matanya.
Astaga dia sangat tampan dan so sexy. Batin Keyla bengong menatap ke arah Marcel.
"Sayang kenapa malah duduk di sini." Marcel mendekatkan wajahnya di hadapan Keyla, hingga wajahnya hanya berjarak beberapa centi dengannya.
Contoh visual Marcel dan Keyla.
Marcel mulai tidak tahan dengan bibir tipis Keyla yang menggoda di matanya, perlahan sebelah tangannya ingin menyentuh bibir tipis Keyla. Akan tetapi tangannya di tahan oleh Keyla sehingga Marcel tidak sempat menyentuh bibir Keyla.
"Kenapa sayang?!" Marcel mengerutkan keningnya ketika Keyla menahan tangannya, dan setelah itu membuang wajahnya ke arah samping.
"Aku tidak apa-apa hanya saja." Keyla masih mengingat ketika di sekolah bagaimana Marcel yang baru datang menggandeng tangan Renata, bahkan mereka duduk bersebelahan. Padahal awalnya Keyla akan memberikan kejutan untuk Marcel tapi ternyata malah dia yang mendapatkan kejutan.
"Apa?!" Tantang Marcel lebih mendekatkan wajahnya ke hadapan Keyla, dan sekarang bibirnya hampir bersentuhan dengan bibir Keyla.
"Kenapa kau tadi duduk bersebelahan dengan Renata, apalagi tadi aku sempat melihat kau bergandengan tangan dengannya." Ucap Keyla kesal membuang wajahnya ke arah samping.
Haha.. Haha.. Haha..
"Jadi Mommyku ini cemburu sama Renata." Jawab Marcel di sela tawanya.
"Iya apalagi sayang kalau bukan cemburu, hmm apa mau mengelak lagi." Marcel merebahkan tubuhnya di samping Keyla.
"Tidak, aku hanya kesal saja." Keyla memalingkan wajahnya ke arah samping.
"Tadi kau kenapa duduk di sebelah pria lain bukan di sebelah wanita sayang." Marcel pun tidak terima jika Keyla duduk di sebelah pria lain.
"Itu semua karena kau sayang." Rengek Keyla mengerucutkan bibirnya.
"Uh yang cemburu." Marcel mendekap tubuh Keyla, dan menempatkan wajahnya di dadanya yang masih telanjang. Sehingga Keyla bisa mencium aroma maskulin dari tubuh Marcel.
Ternyata Mommy bisa cemburu juga. Batin Marcel merasa sangat bahagia.
"Sayang cepat pakai baju terlebih dahulu." Keyla melepaskan rangkulan tangan Marcel di pundaknya.
"Baiklah, love you sayang." Sebelum beranjak Marcel mencium bibir Keyla terlebih dahulu.
Manis. Batin Keyla berbunga-bunga mendapat ciuman dari Marcel.
❤️❤️❤️
Sementara di mansion Wijaya.
"Pak Mun jadi Keyla dan Marcel berada di mana." Rangga mengintrogasi Pak Mun yang tidak mengatakan keberadaan majikannya.
"Saya tidak tahu tuan." Pak Mun menundukkan kepalanya tidak berani menatap raut wajah Rangga yang terlihat menahan amarah.
"Saya tidak butuh jawaban tidak tahu Pak Mun, kau menyembunyikan majikanmu di mana." Bentak Rangga sudah mulai kesal.
"Apa yang terjadi." Tiba-tiba dari arah pintu masuk mansion, Diana berjalan menghampiri ke arah Rangga yang sedang memarahi kepala pelayan keluarga Wijaya.
Ada apa dia kemari. Batin Rangga bertanya-tanya.
"Ada perlu apa kau datang kemari?!" Tanya Rangga dingin tanpa ekspresi.
"Ya bertemu dengan Keyla, siapa lagi kalau bukan dia." Dengan santai Diana berjalan ke arah sofa.
"Tapi Keyla tidak ada di mansion nona." Timpal pak Mun kepada Diana.
"Memangnya dia sedang berada di mana?!" Tanya Diana, sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Saya tidak tahu nona, soalnya tuan Marcel juga tidak ada di mansion selama dua hari bersama nona." Pak Mun menjelaskan kepada Diana dan Rangga.
"Bocah tengil di bawa kemana Keyla." Diana mendengus kesal ketika telponnya tidak di angkat oleh Keyla.
"Jadi selama dua hari mereka tidak ada di mansion." Gumam Rangga pelan, mencoba menghubungi Marcel kembali namun tetap sama tidak ada jawaban dari Marcel.
Anak kurang ajar kau di mana tidak ada kabar sama sekali. Batin Rangga kesal menatap layar ponselnya.
"Sepertinya aku tahu di mana dia." Ucap Diana menatap ke arah Rangga, sambil tersenyum menyeringai.
___________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote ya🙏