
"Marcel." Gumam Keyla pelan.
Marcel berjalan menghampiri Keyla, sambil sekilas melirik ke arah Ziko.
"Mom, siapa dia?" Tunjuk Marcel kearah Ziko.
Keyla sekilas melihat ke arah Ziko.
"Oh bukan siapa-siapa sayang, ke--" Belum sempat Keyla menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Ziko.
"Hai sayang pasti nama kamu Marcel Wijaya kan?." Tanya Ziko perlahan mendekati Marcel.
Apa? kenapa dia tahu sama Marcel. Perasaan aku tidak pernah mengenalkannya kepada siapapun, dan aku juga baru 2 kali bertemu dengannya sebenarnya apa mau dia. Batin Keyla bertanya-tanya.
Keyla menatap tajam ke arah Ziko, dan seketika suasana di dalam ruangan menjadi hening, karena Marcel tidak menjawab pertanyaan dari Ziko. Melainkan menatap tajam ke arah Ziko seakan tidak suka atas kehadirannya.
"Hem, sayang kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan dari Uncle?." Tanya Ziko sekali lagi sambil tersenyum penuh arti.
Sepertinya Uncle ini menyukai Mommy, tapi entah kenapa hatiku tidak rela dan tidak menyukainya. Mommy hanya boleh menjadi milikku dan selamanya tetap akan menjadi milikku. Batin Marcel tersenyum menyeringai.
"Marcel Wijaya Uncle siapa?" Jawab Marcel santai.
"Oh iya kenalkan nama Uncle Ziko dan sebentar lagi Uncle akan menjadi Daddy mu sayang." Jawab Ziko dengan bangga.
"Hem benarkah?" Tanya Marcel tak percaya sambil melihat ke arah Keyla.
Keyla berjalan menghampiri Ziko dengan tatapan sengit, seakan sedang membunuh musuhnya yang berani mengusik kehidupannya.
"Kenapa kamu mengatakan seperti itu terhadap Marcel?" Bentak Keyla emosi.
"Mengatakan seperti apa sayang? Saya hanya memberitahu Marcel kalau sebentar lagi saya akan menjadi suamimu, itu artinya Marcel juga akan menjadi anakku. Tidak pantas jika dia tidak memanggilku dengan sebutan Daddy iya kan?" Jawab Ziko dengan suara menggoda.
"Hahaha Uncle percaya diri sekali, bahkan Marcel belum bilang apa-apa sama Uncle." Tunjuk Marcel ke arah Ziko sambil tertawa.
"Maksudnya?." Ziko bingung.
"Kalau pun Uncle dekat sama Mommy, dan sebentar lagi akan menikah. Belum tentu Marcel setuju." Jawab Marcel dengan enteng tanpa rasa takut.
Anak ini benar-benar berani sekali sama si Bos. Batin Jack sambil menggelengkan kepalanya.
Diana yang berdiri di sebelah Jack seketika menoleh kearahnya.
"Kenapa kamu tiba-tiba menggelengkan kepalamu?" Tanya Diana pelan.
"Tidak." Jawab Jack datar.
"Maaf bapak Ziko yang terhormat, sampai kapan pun saya tidak akan pernah menikah dengan Anda." Gerutu Keyla kesal.
"Saya tidak suka penolakan dan lagian tidak perlu persetujuan mu sayang." Jawab Ziko dengan suara menggoda.
Wah wah anak ini pasti punya rencana licik terhadap pak Ziko aku jadi penasaran. Batin Diana.
"Jadi Uncle harus bagaimana supaya pria kecilku ini setuju." Tanya Ziko tersenyum ramah.
"Hem.. Uncle harus me--- belum selesai menyelesaikan pertanyaannya Marcel sekilas melirik kearah Diana.
Haduh kenapa perasaanku jadi tidak enak. Batin Diana
"Uncle harus melangkahi mayat Aunty Diana dulu." Ucap Marcel dengan entengnya.
"WHAT" Seketika ke tiga orang yang berada di ruangan menatap ke arah Marcel dengan tatapan tidak percaya, kecuali Jack yang sedari tadi memasang wajah datar.
"Heh!! Bocah kecil kamu nyumpahin Aunty jadi mayat?" Teriak Diana kesal.
"Sayang kamu tidak baik bicara seperti itu terhadap Aunty Di, dia sahabat Mommy." Gerutu Keyla kesal.
Wah wah sebentar lagi akan ada perang dunia ruangan. haha ...haha
Sungguh tontonan menarik. Batin Jack kegirangan.
"Wow Aunty Di and Mom serius sekali, Marcelkan hanya becanda." Jawab Marcel terkekeh.
"Gimana tidak serius kamu nyumpahin Aunty mati, padahal Aunty ingin menikah terlebih dahulu dan mempunyai seorang baby yang menggemaskan, hidup bahagia bersama mereka dan setelah itu baru Aunty juga belum mau jadi mayat." Ucap Diana polos.
"Kenapa kita jadi mendengar ocehan kamu yang tidak penting." Gerutu Ziko kesal.
"Heh masalah buat lo." Teriak Diana tidak terima.
"DIAM, sekarang kamu keluar dari ruangan ini." Bentak Keyla kesal sambil menatap tajam ke arah Ziko.
"Dan kamu Diana usir dia awas jangan sampai dia datang lagi ke perusahaan ini." Ucap Keyla datar.
"Ba---baik bu." Jawab Diana gugup.
Sebelum meninggalkan ruangan Keyla, Ziko sekilas menatap ke arah Marcel yang sedari tadi tersenyum sambil tersenyum menyeringai.
Di perusahaan Pratama.Corp.
"Pak, apa bapak mau saya melakukan sesuatu?" Tanya Jack ragu-ragu.
"Tidak Jack" jawab Ziko santai.
Hah tumben apa dia sudah berubah. Tapi mana mungkin secepat itu. Ah sudahlah tidak ada untungnya sama sekali tetep saja dia masih pelit, ngasih bonus 50rb apa-apaan! Emangnya aku lagi di lampu merah apa mengemis ganteng begini seperti artis korea, apa kata dunia nanti haha. Batin Jack tersenyum geli membayangkannya.
Terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa tinggalkan Like, Coment dan Vote.