Hot Mommy

Hot Mommy
Merasa jijik



Perusahaan Wijaya Group.


Setelah pemindahan saham dan memperkenalkan CEO baru di perusahaan Wijaya Group, sekarang Marcel lebih sibuk mengurusi berkas-berkas yang menumpuk di atas meja.


"Sungguh melelahkan bekerja sebagai CEO itu, sudah tidak ada yang menggaji, kerjaan semakin menumpuk, memikirkan nasib karyawan ke depannya. Bahkan masih banyak lagi tanggung jawab menjadi seorang CEO tentunya tidaklah mudah." Gumam Marcel sambil memeriksa beberapa berkas di atas meja.


"Sebentar lagi kau akan menjadi istriku Keyla sayang." Tiba-tiba Marcel tersenyum membayangkan wajah Keyla yang sedang berjemur di bawah sinar matahari.



Contoh visual Keyla.


Tok.. Tok..Tok.


Dari luar pintu ruangan terdengar suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Marcel, membuat raut wajahnya berubah menjadi kesal mengingat akan bayangan tentang dirinya dan Keyla sedang bersanding di atas pelaminan.


"Masuk." Perintah Marcel dari dalam ruangan.


Ceklek.


Ternyata dia lagi sibuk, semoga kau jatuh dengan pesonaku setelah ini Marcel. Batin Renata tersenyum menyeringai.


Sebelum ke ruangan Marcel, terlebih dahulu Renata yang mengenakan kemeja putih dan rok span hitam di atas lutut dia sengaja menaikkan roknya sampai ke paha dan membuka satu kancing kemeja atasnya sehingga memperlihatkan dua bukit kembarnya yang padat.


"Cel ini berkas-berkas yang harus lo tanda tangani." Ucap Renata dengan nada sensual,sambil mencondongkan badannya ke hadapan Marcel yang masih fokus menatap layar laptop.


"Hmm." Marcel hanya berdehem tanpa menjawab ucapan Renata, dan tanpa menatap ke arah Renata yang berusaha sedang menggodanya.


Renata sudah mulai kesal dengan Marcel yang tidak melihat ke arahnya, perlahan dia berjalan menghampiri kursi Marcel dan berdiri di sampingnya.


"Apa kau ingin minum sesuatu." Renata menyentuh lengan kekar Marcel, sambil mendekatkan tubuhnya.


Sementara dari tadi Marcel menahan amarahnya karena masih menghargai Renata sebagai temannya Andrew, jika dia tidak mengingat Andrew sebagai sahabatnya mungkin Renata sudah habis di maki-maki oleh Marcel karena sudah berani menggoda dirinya secara terang-terangan.


"Kenapa kau masih berada di sini, cepat keluar!!" Marcel menatap tajam ke arah Renata yang masih berdiri di sampingnya.


"Apa kau tidak rindu kepadaku." Renata sengaja lebih mendekatkan tubuhnya dan sesekali menatap ke arah Marcel yang hanya memakai kemeja dengan kancing atasnya terbuka, karena memang Marcel sudah terbiasa memakai kemeja selalu terbuka kancing atasnya.



Contoh visual Marcel.


"Tergoda denganmu." Marcel tersenyum sinis menatap ke arah Renata.


"Iya, lihatlah tubuhku sayang." Renata mencondongkan badannya ke hadapan Marcel sehingga hanya berjarak beberapa centi dengan wajahnya, akan tetapi Marcel sama sekali tidak tergoda. Dia menatap jijik dan tiba-tiba mendorong tubuh Renata ke belakang hingga terjatuh ke atas lantai.


"Jika kau bekerja hanya untuk menggodaku lebih baik mengundurkan diri, karena masih banyak orang lain yang ingin bekerja denganku." Tegas Marcel menatap tajam ke arah Renata yang masih duduk di atas lantai, sambil meneteskan air matanya.


"Kenapa?? Apa karena perempuan itu." Tunjuk Renata tidak suka yang melihat Keyla berada di ambang pintu menyaksikan perdebatan antara dirinya bersama Marcel.


Marcel membalikkan badannya menatap ke arah Keyla yang berada di ambang pintu dengan raut wajah yang terkejut atas perlakuan Marcel terhadap Renata.


"Sayang kenapa kau masih berdiri di situ." Marcel tersenyum sambil berjalan melangkahkan kakinya menghampiri Keyla yang berada di ambang pintu.


"Oh iya maaf." Dengan canggung Keyla berjalan melangkahkan kakinya ke arah Marcel, sambil membawa paper bag berisi makan siang.


Kenapa hatiku sakit ketika melihat dia begitu hangat dengan kekasihnya. Batin Renata lirih menatap sendu ke arah Marcel.


Renata menguatkan hati dan menahan air matanya agar tidak jatuh kembali di hadapan Keyla, dengan sekuat tenaga dia berdiri dan merapihkan pakaiannya. Setelah itu dia berjalan melewati Marcel dan Keyla yang sedang berbincang-bincang di atas sofa sambil sesekali mereka tertawa, bahkan mereka melupakan keberadaan Renata di dalam ruangan.


"Kau kenapa suka sekali menggodaku." Ucap Keyla di sela tawanya.


"Eh tunggu kemana dia." Keyla baru menyadari jika Renata sudah tidak ada di dalam ruangan.


"Siapa sayang?!" Marcel mengerutkan keningnya melihat Keyla kebingungan seperti mencari seseorang.


"Kau melupakan temanmu itu sayang, sebenarnya ada apa di antara kalian tadi." Kini Keyla menatap ke arah Marcel dengan tatapan menyelidik.


"Oh kirain siapa." Jawab Marcel malas sambil menyandarkan tubuhnya di atas sofa dan menatap ke arah Keyla.


"Kenapa?!" Keyla penasaran karena Marcel belum menceritakan kepadanya.


*Jika sedang penasaran wajahmu sangat menggemaskan*. Batin Marcel terkekeh.


"Dia dengan terang-terangan menggoda calon suamimu yang tampan ini." Marcel mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.


"Terus." Keyla menaikkan satu alisnya yang masih menatap Marcel dengan tatapan penasaran.


"Ya aku tidak menyukai hal itu lalu mendorongnya hingga dia terjatuh ke atas lantai." Jawab Marcel kembali menjelaskan kepada Keyla.


"Terus." Tanya Keyla kembali.


"Kau ini terus, terus seperti tukang parkir saja." Marcel dengan gemas mencubit hidung Keyla.


"Saakiit sayang." Keyla memukul lengan kekar Marcel yang di balut oleh kemeja berwarna putih.


"Hari ini kau masak apa sayang." Dengan tidak sabaran Marcel membuka paperbag yang di bawa oleh Keyla.


"Hmm sepertinya enak." Gumam Marcel mencium aroma masakan Keyla yang masih di dalam tupperware.


"Iya dong, kan yang masak koki handal di mansion Wijaya." Dengan bangga Keyla mengatakan hal itu kepada Marcel yang terkejut dengan ucapannya, padahal sedari tadi Marcel sudah memuji masakan Keyla ternyata yang masak adalah koki handal keluarga Wijaya.


❤️❤️❤️


Sementara di tempat lain.


Ziko bersama Caca sedang berada di kota Paris selama 3 hari mereka tengah asik berbulan madu, walaupun pernikahan mereka awalnya tanpa di dasari oleh cinta akan tetapi dengan ikhlas mereka memulai hidup rumah tangga yang bahagia dengan penuh suka cita.


__________________________


Terimakasih yang sudah mampir❤️


Jangan lupa tinggalkan Like, Coment dan Vote🙏