
Alex dengan lembut membelai rambut milik Sella, sambil menatap lekat wajahnya.
Kemudian Alex yang sudah mulai mengantuk membaringkan tubuhnya di samping Sella, sambil memeluknya dengan erat.
Pagi harinya Sella terbangun, sambil memegang kepalanya yang terasa sangat berat. Dia mengingat kejadian tadi malam ternyata semalam dia menghabiskan beberapa botol vodka, kemudian tubuhnya terasa sangat berat dan tidak bisa bernafas. Seperti ada sesuatu yang berat yang berada di atas tubuhnya. Dengan perlahan Sella membuka kedua matanya, dan betapa terkejut dirinya saat melihat wajah seorang pria asing yang sangat dekat dengan wajahnya. Bahkan tubuhnya kini sudah di himpit oleh tubuh kekar Alex.
"Kau siapa? Kenapa bisa ada di sini? Tanya Sella, dengan wajah yang terkejut karena dirinya merasa tidak kenal dengan pria yang sedang tidur seranjang dengannya.
"Kau tak perlu tahu siapa aku yang pasti aku sangat mencintaimu sekarang." Alex berkata sambil terus mendekat ke arah wajah Sella, hingga hidung mereka saling menyentuh.
"Kau mau apa? Sella berusaha melepaskan kungkungan Alex. Namun usahanya gagal, karena Alex saat ini sudah mulai mencium bibirnya dengan tangan yang sudah mengunci tubuhnya. Alex terus mencium bibir Sella, tanpa memberi sedikit waktu untuk Sella mengambil nafas. Hingga ciuman itu terlepas baru Sella bisa bernafas dengan lega.
"Kau ini sebenarnya siapa? Tangan Sella yang sudah terlepas dari genggaman Alex, langsung mendaratkan pukulan yang bertubi di dada bidang Alex. Membuat Sella menyadari bahwa saat ini seorang pria yang tidak dia kenal sudah bertelanjang dada.
Kau tahu betul, kalau yang kau lakukan saat ini hanya akan sia-sia." Ucap Alex, yang menyadari Sella semakin berusaha untuk lepas darinya.
Alex kembali menyesap bibir Sella, dengan penuh hasrat. Mengingat Caca yang selalu menolak bercinta dengannya, bahkan saat ini Sella membiarkan pria tersebut mencium kembali bibirnya.
Sella yang kewalahan menghadapi serangan dari Alex yang semakin kasar menciumnya, Sella semakin berusaha melepaskan dirinya. Dia dapat merasakan dengan jelas, kalau Alex mencium dirinya dengan gerakan bibir yang kasar. Bahkan saat ini bibir Sella pasti sudah bengkak karena ******* bibir Alex yang kasar.
Alex yang sudah sangat menggebu mulai membuka pakaian yang di kenakan oleh Sella. Dan mulai menurunkan bibirnya, dia mulai mengecap ke leher dan semakin turun bermain di dua bukit kembar yang ada di depan matanya. Membuat Sella langsung kehilangan kendali akan dirinya, dan membiarkan saja saat Alex mulai melepas satu persatu pakaiannya. Hingga membuatnya polos tanpa sehelai benang pun.
Dengan nafas yang saling memburu Alex menatap wajah Sella yang terlihat pasrah. Sudah satu jam Alex bergumal dengan Sella, dan menghentikannya setelah pelepasan datang beberapa kali pada mereka, dengan nafas yang terengah-engah Alex mengusap wajah Sella yang di penuhi oleh keringat dan dia baru menyadari kalau hati Alex sudah jatuh pada pesona Sella yang cantik.
Namun ketika Alex sedang memeluk tubuh polos Sella yang sudah terlelap, dia mendengar suara ponsel miliknya berdering beberapa kali. Sehingga dia memutuskan untuk melihat nama panggilan masuk yang ternyata adalah Caca kekasihnya, akan tetapi Alex mengabaikan dan mematikan ponselnya. Setelah itu dia membaringkan kembali tubuhnya memeluk tubuh Sella dengan erat.
Setelah kejadian itu Alex berubah menjadi sangat dingin dan kasar terhadap Caca, dia bahkan sama sekali tidak mempedulikan hubungannya dengan Caca karena baginya saat ini memiliki seorang wanita secantik Sella sudah lebih dari cukup.
Padahal jelas Alex mengetahui kalau sebenarnya Sella adalah seorang wanita penghibur, yang jelas-jelas Sella adalah wanita khusus seorang pengusaha muda sukses seperti Alex akan tetapi kedua orangtuanya tidak menyukai Sella. Dengan begitu Alex mempunyai kesempatan, dan dia pun belum mengetahui pengusaha muda yang selalu menjadi teman tidur Sella itu.
Setelah mengetahui hubungan Alex dengan seorang wanita penghibur itu, Caca memutuskan untuk pindah keluar negri untuk meneruskan gelar dokter yang dia impikan sejak kecil. Dengan kesibukannya Caca bisa melupakan sosok Alex yang sudah pernah mengisi hatinya sampai sekarang dia tidak mengetahui kabarnya sekalipun.
Flashback off.
Sementara di tempat lain..
Marcel yang sudah pulang dari sekolahnya, dengan cepat dia masuk ke dalam mansion untuk mencari keberadaan Keyla yang tidak terlihat sama sekali.
"Mom kau di mana?!" Teriak Marcel mengedarkan pandangannya.
Kepala pelayan yang melihat Marcel sedang mencari keberadaan Nona Keyla, dengan santai Pak Mun berjalan ke arah Marcel.
"Maaf Tuan, Nona tadi saya lihat berjalan menuju kolam renang dengan menggunakan jubah handuk, mungkin saat ini Nona sedang berenang yang berada di halaman belakang." Ucap Pak Mun kepada Marcel.
"Oh iya Pak makasih." Dengan tergesa-gesa Marcel berjalan ke arah taman belakang untuk melihat Keyla yang sedang berenang.
Sesampainya di dekat kolam renang Marcel di buat terkejut, dengan Keyla yang sedang berdiri membelakanginya hanya menggunakan bikini hitam.
Terlihat jelas kulit putih, dan mulus milik Keyla sangat kontras di mata Marcel dengan susah payah Marcel menelan salivanya, karena dari tadi Keyla tidak menyeburkan tubuhnya ke kolam renang.
Tanpa sadar Marcel melangkahkan kakinya berjalan ke arah Keyla, dengan sigap Marcel memeluk tubuh Keyla yang basah dari arah belakang dengan erat, dan Marcel bisa mencium aroma tubuh Keyla seperti vanila.
____________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote. 🙏