
Ziko menatap intens kepada Rangga, ada perasaan tidak suka ketika Rangga dan Keyla bekerjasama dalam hal bisnis itu semua bisa membuat mereka semakin dekat.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu, apa kamu takut jika Keyla Wijaya menjadi milik saya." Ucap Rangga tersenyum menyeringai.
Namun Ziko hanya diam dengan menatap tajam kearah Rangga.
"Kamu tidak usah khawatir saya bukan pria licik seperti yang kamu pikirkan, lebih baik kita bersaing secara sehat." Ucap Rangga tersenyum penuh arti.
"Baiklah siapa takut." Tantang Ziko dengan suara tegas, beranjak pergi meninggalkan restoran tanpa menatap ke arah Rangga.
Seringai tipis dari sudut bibir Rangga, sambil menatap punggung Ziko yang mulai tidak terlihat dari dalam restoran.
"Kamu tidak akan pernah bisa memilikinya selagi ada aku Ziko." Gumam Rangga pelan.
Apartemen.
Sore ini Marcel menghabiskan waktu dengan tugas sekolahnya yang sudah menumpuk karena beberapa bulan lagi akan di adakan ujian, belum lagi memikirkan kedepannya untuk melanjutkan kuliah di Inggris atau di Jakarta. Marcel semakin prustasi tidak bisa jauh dari Keyla.
Keyla sudah sampai di Apartemen berjalan menghampiri kamar Marcel.
Tok tok tok...
"Marcel." Keyla mengetuk pelan pintu kamar Marcel.
"Masuk Mom.!" Perintah Marcel, sekilas tersenyum ke arah Keyla dan lanjut mengerjakan tugas sekolahnya.
"Iya sayang." Keyla memasuki kamar Marcel, ia berjalan menuju ranjang king size sambil merebahkan tubuhnya, saat Marcel kembali mengerjakan tugas sekolahnya ia tidak sengaja melirik ke arah Keyla yang sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Marcel setelah lulus sekolah kamu mau melanjutkan kuliah di Universitas mana?" Tanya Keyla sambil menatap langit-langit kamar.
Marcel menatap Keyla dengan tatapan yang sulit diartikan, ia beranjak dari sofa menghampiri Keyla di atas ranjang sambil merebahkan tubuhnya di samping Keyla.
"Tidak tau Mom aku bingung." Jawab Marcel dengan suara lirih, sambil menatap langit-langit kamar.
"Kenapa tidak tau sayang." Selidik Keyla menatap Marcel yang berada di samping tubuhnya.
"Nanti saja Mom aku pikirkan, saat ini aku fokus dulu belajar untuk ujian nanti." Ucap Marcel sambil melirik kearah Keyla yang berada disampingnya, ia kembali menatap langit-langit kamar.
Sebenarnya aku ingin melanjutkan kuliah di Inggris, tapi aku juga tidak bisa jauh darimu Mom. Batin Marcel lirih.
"Yasudah nanti kalau sudah ada rencana ingin kuliah di Universitas mana kabari Mommy ya." Ucap Keyla lembut.
"Hemm, Mom lapar." Ucap Marcel manja.
"Anak Mommy sudah dewasa dan tampan, tapi kenapa masih seperti anak kecil sekarang." Ledek Keyla terkekeh.
"Moommmy." Teriak Marcel sambil menggelitiki perut Keyla.
haha.. haha.. haha..
"Ampun sayang." Ucap Keyla sambil tertawa.
"Tidak ada kata ampun buat Mommy." Ucap Marcel masih Menggelitiki perut Keyla.
Seketika mereka berdua tertawa terbahak-bahak dan sprai yang di kenakan berantakan karena ulah Marcel yang terus menggelitiki perut Keyla sampai gulang-guling di atas kasur.
Di tengah tawanya Keyla berbicara kepada Marcel untuk berhenti menggelitiki perutnya.
"Marcel sayang stop!! Mom lelah." Gumam Keyla sambil menyeka bulir air mata yang sedikit keluar dari sudut matanya.
haha.. haha..
"Ok.. Ok baik Mom sorry." Ucap Marcel sambil mencium kening Keyla.
Cup.
"Istirahat saja dulu Mom, biar aku sekarang gantian yang masak buat nanti makan malam." Ucap Marcel sambil berjalan keluar dari dalam kamar.
"Hemm.. Keyla hanya berdehem sambil memejamkan kedua matanya seketika terlelap.
⬇️
Malam Hari
"Selesai." Gumam Marcel tersenyum menatap hidangan yang sudah siap di atas meja makan.
Marcel berjalan kearah kamarnya.
Ceklek
Seketika mata Marcel membulat melihat dress hitam yang di kenakan Keyla terangkat hampir sampai ke atas pahanya, dan menampakan paha Keyla yang putih mulus.
Marcel langsung berjalan ke arah ranjang menutupi paha Keyla dengan selimut, tidak sengaja saat menaikan selimut ke atas pinggangnya ia melihat bibir tipis Keyla berwarna cerry sedikit terbuka.
Kenapa jantungku tiba-tiba berdebar saat melihat bibir Mommy, seperti nya ada yang tidak beres aku harus periksa ke dokter, takutnya gejala jantung wah bahaya nih. Batin Marcel memegang dadanya.
Marcel mendekatkan wajahnya dengan wajah Keyla. Hembusan nafas saling menerpa dan menimbulkan kehangatan pada wajah mereka. Jarak mereka semakin dekat, tiba-tiba tanpa sadar Marcel mengecup bibir tipis Keyla, menempelkan bibirnya ke bibir Keyla yang manis dengan sedikit tekanan.
Seketika Keyla terusik tidurnya ketika Marcel sedikit menekan bibirnya di bibir Keyla.
Tidak ingin ketahuan oleh Keyla, Marcel langsung beranjak melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Manis sekali bibir Mommy. Batin Marcel tersenyum memegang bibirnya.
Hoamm...
Keyla menguap dan menggeliat di atas tempat tidur sambil perlahan kedua matanya terbuka.
"Ternyata aku ketiduran, hem di mana ini? Eh iya aku lupa ini kan kamar Marcel." Gumam Keyla celingak-celinguk, ketika hendak berdiri ia tidak sengaja melihat Marcel keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di atas pinggangnya.
Melihat Keyla sudah bangun Marcel menghampirinya seketika raut wajah Keyla bersemu merah ketika Marcel semakin dekat ke arahnya dengan telanjang dada, yang menampakan otot-otot perut seperti roti sobek dan kulit yang putih, hingga ia menelan salivanya dengan susah payah.
Marcel yang sudah tau kalau Keyla menatap tubuhnya, tanpa sadar sudut bibirnya menyeringai.
"Mom apa yang kamu lihat.?" Goda Marcel.
"Ti-dak a--da." Jawab Keyla terbata-bata sambil memalingkan wajahnya ke samping.
"Kenapa wajah Mommy merah." Goda Marcel lagi.
Menggemaskan sekali wajah Mommy jika seperti ini, haha maafkan Mom aku ngerjain Mommy kali ini. Batin Marcel tersenyum.
Keyla mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa malunya.
"Kau jadi memasak dan menyiapkan makan malam sayang." Tanya Keyla.
"Sudah Mommy yang cantik." Jawab Marcel menggoda.
"Baiklah terimakasih sayang, kamu suka sekali ya menggoda Mommymu huh menyebalkan." Gerutu Keyla cemberut sambil beranjak pergi keluar dari kamar Marcel.
Mom kamu begitu sangat menggemaskan. Batin Marcel tersenyum.
"Kenapa wajahku merah ketika melihat Marcel telanjang dada dan jantungku berdebar. Ada yang tidak beres ini mungkin gara-gara kelamaan sendiri." Gumam Keyla memegang dadanya terkekeh.
Tidak berapa lama Marcel keluar dari dalam kamar dan berjalan menghampiri kamar Keyla.
Tok .. tok .. tok...
"Mom aku tunggu di ruang makan ya jangan lama Mom aku sudah lapar." Ucap Marcel.
"Iya sayang." Sahut Keyla dari dalam.
Saat Marcel hendak ke meja makan tiba-tiba pintu bel Apartemen berbunyi, ketika ia hendak membuka pintu Marcel terkejut siapa yang datang malam-malam ke Apartemennya.
Wah siapa tuh 🤣..
Contoh visual Marcel telanjang dada
Contoh visual Keyla melihat Marcel telanjang dada
Terimakasih yang sudah mampir😊 jangan lupa like, coment dan vote ya 🙏