Hot Mommy

Hot Mommy
Tatapan sengit



"Jack jadwal selanjutnya setelah ini." Tanya Ziko.


"Untuk jadwal selanjutnya kosong pak." Jawab Jack.


"Yasudah Jack kamu boleh pergi." Perintah Ziko.


"Baik pak terimakasih." Jawab Jack sambil menundukkan kepala tanda hormat.


Restoran X


Tidak berapa lama Keyla masuk kedalam restoran menggunakan dress berwana hitam, dan rambut yang di gerai kebawah Keyla begitu sangat cantik.


Rangga yang sedang memperhatikannya begitu takjub saat melihat Keyla pertama kali bertemu, sebelumnya Rangga hanya melihat Keyla dari sampul majalah tentang pengusaha muda cantik yang sukses menguasai tiap Negara.


"Wah kenapa dia sangat cantik sekali, bahkan rumor dia memiliki anak yang sudah tumbuh dewasa tapi ternyata dia benar-benar kelihatan lebih cantik dan hot." Gumam Rangga tersenyum kecil.


"Maaf pak apa ada yang salah dengan penampilan saya." Ucap Keyla cepat melihat penampilannya.


Rangga yang masih menikmati pemandangan indah di depan matanya tidak mendengar ucapan Keyla.


"Hallo."


"Pak, apa Anda baik-baik saja?" Tanya Keyla sambil melambaikan tangannya di depan wajah Rangga.


"Oh iya maaf nona, Anda terlihat sangat cantik." Ucap Rangga terlihat gugup.


Keyla duduk di hadapan Rangga sambil tersenyum kecil.


"Maaf pak saya terlambat." Ucap Keyla datar.


"Ah tidak apa-apa saya baru sampai sekitar 5 menit yang lalu. Jadi nona tidak usah sungkan terhadap saya." Ucap Rangga tersenyum ramah.


"Oh iya nona mau makan atau minum apa ter dulu, sebelum berbicara tentang kerjasama perusahaan kita selanjutnya." Tanya Rangga menatap intens kearah Keyla.


"Americano latte." Ucap Keyla datar.


Tidak berapa lama Rangga memanggil pelayan untuk membuatkan pesanan Keyla.


Flashback on


Diana yang sudah tiba di perusahaan Wijaya Group dan tepatnya di dalam ruangan Presiden direktur, menyerahkan berkas-berkas profil perusahaan Rangga kepada Keyla.


"Oh iya Key itu berkas-berkas profil perusahaan Rangga dan ada salah satu photonya juga gue selipin di dalam, supaya lo tidak salah menghampirinya saat nanti di restoran karena lo kan hari ini baru bekerja di sini. Setelah beberapa tahun malas bekerja." Sindir Diana.


"Ah baiklah terimakasih ibu Diana yang terhormat, lain kali saya akan bekerja lebih giat lagi di sini." Ucap Keyla menundukkan kepala tanda hormat.


Seketika mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


Flashback off.


"Silahkan." Ucap pelayan sambil meletakkan pesanan Keyla.


"Terimakasih." Jawab Keyla.


Dulu sebelum bertemu dengan Marcel kata terimakasih adalah kata keramat bagi Keyla karena sedari dulu dia sangat dingin terhadap siapapun.


Dari kejauhan Ziko yang memasuki restoran tidak sengaja melihat Keyla dengan pria lain, duduk berdua di sudut ruangan restoran.


Ziko yang mulai cemburu melihat wanita yang selama ini ia susah untuk mendapatkannya, ia segera menghampiri meja mereka.


"Sayang." Ucap Ziko sambil duduk di sebelah Keyla.


"Kamu." Decak Keyla kesal.


"Sayang kenapa kamu tidak mengajakku makan di restoran ini." Ucap Ziko tersenyum, tanpa mempedulikkan tatapan tajam Rangga ke arahnya.


Keyla hanya memutar kedua bola matanya malas.


Walaupun aku tau kamu tetep dingin terhadapku, tapi rasa sayang selalu tumbuh begitu saja terhadapmu Keyla Wijaya, sebenarnya lelah rasanya untuk menggapaimu. Batin Ziko lirih.


"Siapa dia sayang." Tanya Ziko menatap tajam ke arah Rangga.


Rangga yang sedang di tatap dengan tatapan tajam ia tersenyum mengulurkan tangan.


"Perkenalkan saya Rangga rekan bisnisnya ibu Keyla." Ucap Rangga memperkenalkan diri.


"Oh hanya rekan bisnis." Ucap Ziko datar.


Cih


Sombong sekali dia sepertinya pria ini sainganku saat ini. Batin Rangga tersenyum penuh arti.


Ziko dan Rangga saling menatap dengan tatapan sengit, hingga tidak terasa hanya aura mencengkam di meja tersebut, sedangkan Keyla tidak peduli dengan mereka ia asik meminum Americano latte miliknya.


Ah menyebalkan situasi macam apa ini. Batin Keyla mulai jengah.


"Hemm.. Keyla berdehem memecah keheningan seketika Ziko dan Rangga beralih menatap ke arah Keyla.


"Permisi saya ke toilet dulu sebentar." Ucap Keyla datar sambil beranjak melangkahkan kakinya pergi menuju toilet.


"Jauhi Keyla Wijaya." Bentak Ziko kesal.


Haha .. haha ..


"Ada hak apa Anda terhadap Keyla." Rangga tertawa mendengar ucapan Ziko.


"Diam kamu bera-- Ziko belum sempat menyelesaikan ucapannya, sudah di potong oleh kedatangan Keyla yang baru saja keluar dari arah toilet.


"Pak Rangga saya permisi pulang lebih dahulu dan untuk kerjasama selanjutnya. Silahkan hubungi sekertaris saya saja." Ucap Keyla datar dan langsung pergi meninggalkan restoran tanpa melihat ke arah Ziko.


"Ah iya baiklah ibu Keyla senang bertemu dengan Anda." Teriak Rangga.


"Ingat jauhi Keyla kalau tidak kita lihat apa yang akan terjadi padamu " Ancam Ziko kepada Rangga.


"Baiklah kita lihat saja." Jawab Rangga santai.


Seketika Ziko pergi meninggalkan Like, Coment dan Vote untuk Author. Supaya semangat terus buat Updatenya😊


Visual Keyla melihat Rangga menatapnya tanpa berkedip



Visual Rangga menatap Keyla



Visual Ziko yang melihat Keyla bersama Pria lain