
"Hey kenapa kau mengikutiku." Decak Ziko kesal, menatap tajam ke arah Rangga yang berada di belakangnya.
"Aku yang mengundangnya." Timpal Keyla menghampiri ke arah Rangga, sedangkan Marcel yang berada di antara mereka menatap ke arah Rangga dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana dan kapan. Batin Marcel bertanya-tanya.
Hem.. Marcel berdehem ketika Keyla memegang tangan Rangga, sambil berjalan menghampiri ke arah sofa.
Sementara Keyla tidak menyadari kalau Marcel sedang berdehem dan menatap ke arahnya, dengan santai Keyla duduk di samping Rangga.
Tidak sengaja Keyla menatap ke arah Marcel, dia mengerutkan keningnya ketika melihat Marcel yang sedang menatap tajam ke arahnya.
Kenapa dia menatapku seperti itu. Batin Keyla bertanya-tanya.
"Sayang kenapa kamu mengundang dia ke sini?!" Tanya Ziko sambil menghampiri ke arah Keyla.
"Itu bukan urusanmu." Ketus Keyla tanpa melihat ke arah Ziko.
"Kenapa?!" Jawab Ziko lirih duduk di sebelah Keyla.
"Karena kamu bukan siapa-siapa bagi saya." Dengan santai Keyla mengatakan hal itu.
Deg.
Seketika tubuh Ziko membeku, tidak percaya jika selama ini ternyata Keyla tidak memiliki perasaan lebih terhadapnya.
Haha.. Haha..
"Sayang pasti kamu becanda kan." Ucap Ziko di sela tawanya, sementara semua orang yang berada di ruangan Keyla menatap ke arah Ziko dengan tatapan aneh.
"Uncle lebih baik kau terima saja jika Mommy tidak menyukaimu." Dengan santai Marcel tersenyum ke arah Ziko.
"Heh diam kau, atau jangan-jangan kau senang mendengar jika Mommymu tidak menyukaiku. Dengan begitu kau bisa memiliki Mommymu seutuhnya sebagai seorang kekasih." Decak Ziko kesal.
"Jaga bicaramu Ziko." Timpal Keyla menatap tajam ke arah Ziko.
"Dia itu mencintaimu sebagai kekasih Key, bukan sebagai seorang anak mencintai Ibunya." Jelas Ziko tersenyum menyeringai.
"Memang kenapa jika itu terjadi toh aku sama Mommy bukan sedarah, dia hanya Ibu angkatku jadi kemungkinan bisa menjalin hubungan bahkan sampai menikah." Jelas Marcel panjang lebar dengan tegas, dan di akhir kalimat dia menekan kata menikah.
Jadi sebenarnya dia anak siapa? Kenapa wajahnya seperti tidak asing bagiku. Batin Rangga bertanya-tanya menatap ke arah Marcel.
"Jadi semua yang di katakan oleh Ziko benar, Cel." Tanya Diana dan Caca serentak, dengan tatapan menyelidik ke arah Marcel.
"Yes Aunty." Balas Marcel tersenyum.
Diana dan Caca masih penasaran dengan hati Keyla sebenarnya mencintai siapa, mereka beralih menatap ke arah Keyla dengan tatapan menyelidik.
"Key, sebenarnya lo mencintai siapa?!" Selidik Diana.
Hening.
Keyla tidak menjawab pertanyaan Diana, melainkan menatap ke arah Marcel dengan tajam.
Aish kenapa dia malah berterus terang tentang perasaannya kepada semua orang, Mom belum siap mengatakannya sayang. Batin Keyla bingung.
"Key." Selidik Diana.
"Iya sorry, sebenarnya gua juga mencintai Marcel." Dengan ragu Keyla mengatakan hal itu kepada Diana.
*Deg.
Deg*.
Semua orang yang berada di ruangan itu sangat terkejut ketika Keyla mengatakan hal itu, akan tetapi berbeda dengan Marcel dia sangat bahagia mendengar pengakuan Keyla.
"Kalian dengar sendirikan." Marcel menatap sinis ke arah Ziko.
Dengan berat hati Ziko setelah mendengar pengakuan Keyla, dia memutuskan untuk segera pergi meninggalkan ruangan Keyla.
"Wow.. Aku tidak percaya jika kau mempunyai skandal dengan anak angakatmu sendiri Keyla Wijaya." Rangga tersenyum penuh arti menatap Keyla dan Marcel secara bergantian.
"Iya masalah karena Uncle juga mencintai Mommymu, jadi mari kita bersaing secara sehat." Ucap Rangga tersenyum menyeringai.
"Baik siapa takut." Tantang Marcel membalas tatapan Rangga.
"Hey memangnya aku ini apa, dengan seenaknya taruhan tanpa memikirkan perasaanku." Protes Keyla berdiri dan berjalan menghampiri kursi kebesarannya.
"Bukan begitu Mom, ini lebih baik siapa sebenarnya yang pantas mendampingimu kelak." Ucap Marcel lembut menatap ke arah Keyla.
"Hey sudah-sudah lebih baik sekarang pikirkan bagaimana cara menangkap Alex." Protes Diana.
"Alex." Gumam Caca pelan menatap Keyla dan Diana secara bergantian.
Deg.
Keyla dan Diana melupakan keberadaan Caca di ruangan, sekilas dia merasa gugup mengatakan tentang Alex.
"Key, Diana." Selidik Caca.
"Heem itu si Alex sudah kembali Ca, akan tetapi di bagian wajahnya terluka parah yang mengharuskan dia operasi plastik." Jelas Diana ragu-ragu tanpa melihat ke arah Caca.
Caca hanya terdiam setelah mendengar ucapan Diana, dan menatap sendu ke sembarang arah.
Apakah dia masih mengingatku. Batin Caca bertanya-tanya.
"Apakah Alex yang kau maksud ini." Timpal Rangga memperlihatkan poto Alex di dalam ponselnya.
"Bagaimana kau bisa mengetahui dia?!" Tanya Keyla.
"Dulu dia adalah seorang teman saya, akan tetapi suatu hari dia berselingkuh dengan kekasih saya sampai menikah. Padahal wanita yang saya cintai saat itu sedang mengandung anak saya, entahlah sekarang dia ada di mana yang pasti saya sangat merindukannya. Saya dari dulu sampai sekarang tidak pernah berhenti mencari keberadaannya." Jelas Rangga panjang lebar dengan suara parau menatap ke sembarang arah.
"Berarti." Ucap Diana ragu.
"Ayah." Marcel berdiri dan berjalan menghampiri ke arah Rangga sambil memeluk dengan erat.
Deg.
Rangga masih terkejut dengan serangan Marcel yang tiba-tiba menyebutnya dengan sebutan Ayah bahkan memeluknya dengan erat.
"Ayah ini aku Marcel anakmu dan Mom Sella." Ucap Marcel lirih, meneteskan air matanya.
"Sella, apakah benar kau anakku." Rangga melepaskan pelukaannya, dan menatap manik mata Marcel sambil menyentuh wajahnya.
"Iya Ayah, Mommy sudah lama meninggal dia kecelakaan." Ucap Marcel kembali memeluk Rangga.
"Maafkan Ayah sayang tidak bisa menjagamu dan Mommymu." Balas Rangga lirih memeluk Marcel erat, sambil meneteskan air matanya.
Sementara Keyla, Diana dan Caca hanya diam menatap sendu ke arah Rangga dan Marcel yang sedang menumpahkan rasa rindunya setelah sekian tahun berpisah.
"Keyla terimakasih kau sudah merawat anak saya" Ucap Rangga tersenyum ke arah Keyla yang masih memeluk Marcel.
"I--ya sama-sama." Jawab Keyla terbata-bata.
Jadi Marcel anaknya Rangga, dan mereka tanpa sadar sedang bersaing untuk mendapatkanku. Batin Keyla membayangkan.
Contoh visual Rangga.
Contoh visual Marcel.
______________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Jangan lupa Like, coment dan vote😍