
Pertemuan antara perusahaan Wijaya Group dengan Rahadian Cunlry akhirnya telah selesai dan mereka menjalin kerjasama. Akan tetapi saat sudah sampai di tempat parkir kedua CEO dari perusahaan tersebut masih saja memperdebatkan hal kecil.
"Restauran kelas atas tapi memakai gelas yang hah, apa itu tadi?" Marcel menyipitkan sebelah matanya, dan meremehkan harga diri Leo di hadapan Keyla.
"Tuan Marcel itu namanya mug klasik." Jawab Leo tersenyum ramah.
Ya ampun Cel jangan sampai kebodohanmu membuatku dan istrimu malu di hadapan tuan Leo. Batin Andrew tersenyum kecut.
Mendengar ucapan Marcel yang jelas-jelas mug itu klasik. Dan memang ciri khas dari restauran Rahadian Cunlry adalah klasik.
"Key sebenarnya suami lu itu berasal dari mana?" Bisik Leo terkekeh kepada Keyla, dan masih terdengar oleh Marcel.
"Maksudnya apa hmmm." Timpal Marcel yang tak terima dengan ucapan Leo.
*Suami si Keyla kenapa sensi terus dari tadi sama gue. Batin Leo menghela nafas panjang sekilas melirik ke arah Meilani. *
Meilani yang sudah hafal betul dengan raut wajah sang bos, dia segera mengeluarkan ide yang sering dia pakai ketika masih berada di sekolah.
"Tuan nona maaf kepala saya tiba-tiba menjadi pusing, bolehkah saya pamit lebih dulu." Meilani sangat pintar ketika memainkan sebuah peran, sepertinya dia sangat berbakat menjadi seorang aktris bukan seorang sekretaris.
Eh si Mei kenapa tuh, dia lagi sakit? Batin Andrew heran.
"Ah ya ampun nona Mei lagi sakit." Keyla begitu khawatir ketika mendengar Meilani sakit kepala.
"Ah nona tidak usah berlebihan saya hanya sedikit pusing, dan jangan memanggilku seperti itu nona saya tidak pantas." Meilani terkekeh, dia merasa tak enak hati karena sudah membuat Keyla mencemaskannya.
"Pantas atau tidaknya orang lain yang menentukan Mei." Jawab Keyla tersenyum ramah, merangkul pundak Meilani.
Nona Keyla sangat baik. Batin Meilani terharu.
Sungguh luar biasa sekertaris ku. Batin Leo terkekeh dengan akting Meilani yang mengetahui jika dirinya ingin segera pergi.
"Maaf Key sepertinya gue harus nganter si Mei pulang." Ucap Leo tersenyum.
"Ya memang seharusnya cepat pergi." Gerutu Marcel tanpa melihat ke arah Leo.
Keyla melirik ke arah suaminya dengan tatapan tajam, sedangkan Marcel hanya tersenyum membalas tatapan tajam sang istri.
Sepertinya istriku marah, tapi yasudahlah dia sangat mudah untuk aku luluhkan hatinya. Batin Marcel tersenyum menyeringai.
"Hmm baiklah gue pergi dulu Key senang bisa bekerjasama dengan perusahaan besar milik lu, lain kali gue mampir juga ke rumah lu." Leo sekilas melirik ke arah Marcel, dan tentu saja dugaannya benar jika Marcel sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam setelah mengatakan hal itu kepada Keyla.
"Wah dengan senang hati Le ajak juga Mei ok, kalau gitu hati-hati ya sampai jumpa dan semoga cepat sembuh buat nona Mei." Keyla benar-benar senang dengan sekertaris Leo, dia merasa jika Meilani adalah sosok dirinya yang ceria dan apa adanya sebelum tragedi kecelakaan mengambil nyawa kedua orangtuanya itu terjadi.
"Terimakasih nona." Jawab Meilani tersenyum sambil melambaikan tangan.
Setelah kepergian Leo bersama sekertarisnya, Keyla segera masuk ke dalam mobil tanpa
mengajak dan melihat ke arah sang suami.
Sementara Marcel yang melihat tingkah sang istri dia mengepalkan sebelah tangannya dan meninju udara, sambil tersenyum lebar.
Wah mulai perang nih. Batin Andrew terkekeh.
Di dalam mobil hanya ada keheningan, mereka sama sekali tidak bersuara bak seperti patung.
*Ini semua gara-gara sialan Leo Rahadian. Batin Marcel kesal, sekilas melirik ke arah Keyla. *
*Kenapa kamu sangat menyebalkan sayang di hadapan sahabatku. Batin Keyla kesal, dan sekilas melirik ke arah Marcel. *
Kini keduanya saling beradu pandang seakan mereka sedang berbicara dari hati ke hati bahwa mereka kesal dengan kejadian hari ini di restauran Rahadian Cunlry.
"Ada apa Mom tersepona ya." Goda Marcel yang tak tahan ingin segera baikan dengan sang istri.
Tuhkan dia gampang sekali luluh. Batin Marcel senang.
Dasar pasangan bucin. Batin Andrew menggelengkan kepala melihat tingkah pasangan suami istri bucin tingkat akut.
_________________________
Sementara di tempat lain.
Caca terus berusaha untuk mendapatkan bukti dari dokter yang berada di rumah sakit dia bekerja, dia tidak ingin ada informasi sedikit pun yang terlewati.
Sepertinya memang benar jika dokter ini dan si Alex biadab sedang menyusun rencana untuk membunuh Keyla dan anaknya. Batin Caca tak menyangka, sambil melihat beberapa photo Keyla yang akhir-akhir ini di ambil oleh anak buah Vino.
"Bukannya itu Alex." Caca yang masih mencari bukti lain, tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan Alex dan dokter Vino dari kejauhan mereka sedang berjalan ke arah ruangannya.
"Bagaimana ini aku harus sembunyi di mana." Gumam Caca cemas, mencari tempat untuk bersembunyi.
"Bagaimana apa anak buahmu bisa di andalkan." Suara Alex semakin terdengar jelas, sehingga membuat Caca yang sedang bersembunyi di balik tirai hanya bisa pasrah jika dia sampai ketahuan oleh mereka.
"Tenang saja bos semuanya beres." Jawab dokter Vino sambil membuka handle pintu, tapi dia merasa ada yang aneh dengan ruangannya.
*Sepertinya ada yang masuk ke ruanganku, hmm mungkin itu OB habis membersihkan *
ruanganku. Batin dokter Vino acuh.
"Mana photo yang di dapat oleh anak buahmu ketika mengikuti kegiatan si Keyla beberapa hari ini." Alex kesal ketika menyebut nama Keyla.
Saat sedang mengambil amplop coklat yang berada di atas meja, Vino tidak sengaja melihat gantungan aksesoris handphone berada di atas mejanya.
"Punya siapa ini?" Gumam dokter Vino menyipitkan sebelah matanya.
"Ada apa?" Teriak Alex penasaran saat melihat t dokter Vino terdiam, sambil melihat benda kecil yang sangat menggemaskan berada di atas mejanya.
"Ingin menelpon atau menemui pacarmu Vin." Tanya Alex.
"Untuk apa?" Jawab dokter Vino menaikkan sebelah alisnya.
"Untuk mengembalikan itu." Tunjuk Alex ke arah benda yang di pegang oleh dokter Vino.
"Dia tidak suka benda seperti ini untuk ponsel nya, hmm mungkin ini punya OB yang terjatuh saat sedang membereskan ruanganku." Pikir Vino tidak merasa curiga.
Oh ya ampun itu punyaku. Batin Caca semakin cemas.
"Ini ada beberapa photo yang diambil oleh anak buahku untuk mengikuti kegiatan si Keyla ." Dokter Vino menyerahkan amplop tersebut kepada Alex.
"Bagus, saya akan transfer sisanya setelah kamu bereskan mereka dan jika bisa bunuh juga si Rangga kecuali Marcel anakku." Ucap Alex tersenyum menyeringai, di hati kecilnya dia masih menyayangi jagoan kecil yang sering dia marahi sewaktu kecil.
"Apa rencana mu?" Tanya dokter Vino.
"Saya ingin ketika pergantian tahun mereka semua mati, saya tahu mereka akan menghabiskan malam pergantian tahun dengan sahabat dan rekan kerjanya di London. Jadi saya harap sebelum pergi kamu urus bagian rencana yang sudah saya susun, masih ingat rencanamu?" Ucap Alex panjang lebar, dan di balas anggukan oleh dokter Vino.
"Dan saya ingin kejadian 8 tahun yang lalu menimpa keluarga Wijaya terulang kembali." Ucap Alex tertawa bahagia membayangkan kejadian tersebut.
*Ya ampun mereka sangat jahat sekali. Batin Caca tidak percaya jika yang membunuh mendiang keluarga Wijaya sebenarnya adalah Alex dan dokter Vino. *
Alex dan Vino yang tengah serius, tiba-tiba mendengar suara getaran ponsel milik Caca yang berbunyi di balik tirai.
Drrttttt,, Drtttttt,,, Drttttt.
📞 My Hubby ♥️ is calling !!
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan LIKE, COMENT DAN VOTE !!