Hot Mommy

Hot Mommy
Dikutuk



Di mansion keluarga Wijaya.


Malam harinya Keyla sedang mondar-mandir di dalam kamarnya, dia memikirkan kejadian tadi siang yang membuat hatinya sekarang gelisah dengan keberadaan Rangga yang berstatus sebagai seorang ayah Marcel.


Sebenarnya Keyla juga ikut bahagia ketika Marcel bertemu dengan keluarga satu-satunya yang dia punya. Akan tetapi di sisi lain dia juga bingung harus bagaimana hubungannya dengan Marcel. Memang saat ini Keyla mengakui tentang perasaannya terhadap Marcel.


Tok.. Tok...


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar membuat lamunan Keyla buyar seketika.


"Siapa?!" Teriak Keyla dari dalam kamar.


"Ini Marcel Mom, makan malam sudah siap." Balas Marcel teriak dari luar tanpa membuka pintu kamar.


"Baik sayang, sebentar lagi Mom akan turun ke bawah." Teriak Keyla.


"Baiklah."


"Tumben dia tidak menyelonong masuk ke dalam kamarku, biasanya dia sangat manja denganku." Gumamnya pelan berfikir.


Tidak berapa lama Keyla turun ke bawah menuju ruang makan, akan tetapi di saat tangga terakhir dia terkejut dengan keberadaan Rangga yang sedang berada di ruang makan bersama Marcel.


"Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak sangat kencang." Keyla memegang dadanya sambil berjalan menghampiri meja makan.


"Mom cepat, lama sekali aku sudah lapar." Gerutu Marcel mengerucutkan bibirnya.


"Aish kau ini kebiasaan, tinggal makan saja terlebih dahulu sayang." Keyla berjalan melangkahkan kakinya, duduk di sebelah Marcel yang berhadapan dengan Rangga.


Hemm.. Rangga berdehem sambil melihat ke arah Marcel dan Keyla secara bergantian.


Dengan ragu-ragu Keyla sekilas melirik ke arah Rangga, tanpa sengaja mereka beradu pandang sangat lama. Padahal diam-diam Marcel memperhatikkan mereka berdua yang membuat wajahnya merah menahan kesal terhadap Rangga yang sudah berani menatap kekasihnya.


"Ayah." Bentak Marcel kesal menatap tajam ke arah Rangga.


"Hem.." Rangga hanya berdehem sebagai jawaban.


"Jangan menatap kekasihku seperti itu." Decak Marcel kesal yang masih menatap tajam ke arah Rangga.


Uhuk... Uhuk..


Tiba-tiba Keyla tersedak makanan, ketika Marcel mengatakan hal itu di hadapan Rangga.


"Sayang pelan-pelan." Marcel menyodorkan satu gelas minum kepada Keyla.


"Sepertinya Ayah harus mengalah demi kebahagianmu Son." Timpal Rangga sambil mengunyah makanan.


"Harus dong Yah, kalau tidak mengalah mau kau ku kutuk jadi arang." Ucap Marcel dengan santainya.


"Durhaka kamu sama Ayah." Ketus Rangga di sela mengunyah makanan.


"Bisanya ngancam pake kata durhaka, gak elit Yah keren dikit dong." Marcel tersenyum menyeringai.


"Memangnya apa?!" Selidik Keyla penasaran.


"Mau mobil sport terbaru kamu Son." Marcel mempraktekan ucapan Rangga.


Haha.. haha..


"Maunya itu mah." Ucap Keyla di sela tawanya.


"Lebih baik kau pikirkan kembali Key menjadi kekasihnya, sudah manja, di bawah umur, belum bekerja, minta-minta, hidup pula." Rangga terkekeh, sambil menatap ke arah Marcel yang sedang menatap dengan tatapan tajam.


"Ayah." Teriak Marcel kesal.


"Bisa tidak jangan teriak Son, di sini itu ruang makan bukan hutan memalukan saja jadi anak." Rangga menutup telinga, membalas tatapan Marcel.


"Ck, dasar matre."


"Hey kamu itu 6 hari lagi mau ujian jangan memikirkan harta sayang, Mommy mencintaimu itu tulus jadi tidak usah pikirkan perkataan Ayahmu." Ucap Keyla tersenyum ke arah Marcel.


"Sayang." Marcel tiba-tiba akan mencium bibir Keyla, akan tetapi Rangga menggebrak meja dan menatap tajam ke arah mereka.


Brakkk.


"Kalau mau pacaran jangan di sini, Ayahmu sudah jomblo bertahun-tahun Son demi menunggu Ibumu." Rangga menatap kesembarang arah dengan suara parau.


"Oh **** Yah, kau mengganggu momen romantisku saja dengan dramamu itu. Dan siapa suruh kau tidak mencari pengganti Mommyku." Marcel bersandar ke kursi sambil menatap ke arah Rangga.


"Hey kau lupa ya, Ayahmu itu sudah mencari pengganti Mommymu tapi seenaknya saja kau malah merebut dia dariku." Tunjuk Rangga ke arah Marcel.


"Yang ada Ayah mau merebutnya dariku, aku bahkan sudah hidup bertahun-tahun dengannya." Marcel melirik ke arah Keyla sambil tersenyum lebar.


_____________________


Sementara di tempat lain.


Ziko terus membanting semua barang mewah yang berada di dalam kamar. Tanpa sadar dia memaki siapa saja yang terlihat oleh arah pandangan matanya.


"Arrggghh." Ziko menonjok kaca lemari sampai pecah dengan tangan yang berlumuran darah.


"Dasar anak kurang ajar, anak angkat." Tanpa sadar Ziko membanting ponselnya ke atas lantai.


Tiba-tiba dari ambang pintu Marisa sudah berdiri dengan berkacak pinggang, sambil menggelengkan kepalanya menatap ke arah Ziko.


"Ziko kamu ngapain masih mengharapkan dia, sudah jelas-jelas dia beberapa kali menolakmu. Apa masih kurang jelas hah dia itu M-E-N-O-L-A-K-M-U." Bentak Marisa kesal menatap Ziko yang seperti orang kesetanan.


"Diam wanita tua." Balas Ziko membentak ke arah Marisa.


"Ziko beraninya kau mengataiku tua." Marisa tidak terima dengan Ziko mengatakan hal itu, tapi di sisi lain memang faktanya dia sudah tua.


"Keluar." Ziko prustasi menjambak rambutnya sambil menangis.


Marisa yang melihat anak semata wayangnya yang seperti orang kesetanan. Dia merasa iba dan tidak tega. Perlahan Marisa berjalan melangkahkan kakinya menghampiri ke arah Ziko, dan langsung memeluknya dengan erat.


"Maafkan Mom, sudah tidak bisa membantumu mendapatkannya sayang." Marisa meneteskan air matanya, sambil mengusap punggung kokoh Ziko.


"Mom, aku sangat mencintainya." Dengan suara parau Ziko mengatakan hal itu dalam pelukan Marisa.


"Iya Mom tahu, tapi ingat sayang cinta itu tidak harus memiliki. Asalkan dia hidup bahagia bersama pria lain itu menandakan cinta kamu tulus terhadapnya, bukan sebagai perasaan yang membuatmu menjadi seseorang yang sangat berambisi untuk memilikinya." Panjang lebar Marisa menjelaskan kepada Ziko, tidak lupa dia memberikan kecupan di pucuk kepala anaknya.


Ziko hanya diam menangis di pelukan Marisa, sambil berfikir dengan perkataan Marisa bahwa ada benarnya juga.


Di balik tubuh besar yang atletis, dan perawakan yang sempurna mirip Daddymu, kau begitu sangat rapuh ketika mengenal cinta sayang. Batin Marisa lirih sambil menangis.


"Sudah sayang, lebih baik sekarang ayo Mom obati luka di tanganmu." Marisa melepaskan pelukannya, dan menatap ke arah tangan Ziko yang berlumuran darah.


Ziko hanya mengangguk sebagai jawaban, tanpa melihat ke arah Marisa.


Setelah ini Mommy berjanji akan melanjutkan perjodohanmu dengan wanita pilihan Mommy, dan membuat kamu bahagia hidup bersamanya. Setelah itu kau bisa melupakan sosok seorang Keyla yang pernah hadir di hatimu. Batin Marisa penuh tekad.


Bonus visual seorang CEO cantik Keyla Wijaya.



_______________________


Terimakasih yang sudah mampir, dan terimakasih juga buat readers setia Hot Mommy.❤️


Jangan pernah melupakan untuk like, coment, dan vote ya🙏