Hot Mommy

Hot Mommy
Suara aneh



Di perjalanan..


Di dalam mobil Rangga sesekali melirik ke arah Diana yang berada di sampingnya, sedangkan Diana hanya menatap kearah luar jendela mobil.


Sebenarnya kalau di lihat-lihat dia cantik juga, tapi kenapa setiap bertemu dengannya selalu saja ada pertengkaran dulu di antara kami. Batin Rangga membayangkan setiap pertemuannya bersama Diana.


Kenapa setiap dekat dengan Rangga jantung gue selalu berdetak sangat kencang, apa jangan-jangan. Batin Diana menepis pikiran mengenai perasaannya terhadap Rangga.


"Apa kau yakin jika mereka sedang berada di apartemen." Rangga memecah keheningan di antara mereka berdua.


"Iya mungkin mereka di sana." Jawab Diana dengan santai tanpa melihat ke arah Rangga.


Tidak berapa lama mobil yang di tumpangi oleh Rangga bersama Diana sudah sampai di depan apartemen Keyla, yang berada di apartemen mewah milik keluarga Wijaya.


"Heh buka pintunya, pucat." Teriak Diana kesal dari dalam mobil ketika hendak membuka pintu sudah di kunci oleh Rangga dari luar, karena Rangga sudah keluar terlebih dahulu dari dalam mobil dengan tergesa-gesa tanpa melihat ke arah Diana yang duduk di sampingnya.


Oh shit kenapa aku bisa melupakan si nenek lampir itu. Batin Rangga heran.


"Kenapa masih berada di dalam mobil, cepat keluar." Rangga membuka pintu mobil, sambil memutar kedua bola matanya malas ketika melihat Diana terus menggerutu tidak jelas.


"Pikun."


"Kau sengaja ya mau meninggalkanku di dalam mobil."


"Pucat menyebalkan."


"Hampir saja tenggorokanku kering."


Jika aku jadi menikah dengannya, sudah lah setiap hari kotoran telingaku keluar semua hingga tak tersisa. Batin Rangga membayangkan.


Sesampainya di lantai 3 Diana yang mengetahui pasword apartemen Keyla, perlahan dia membuka pintu masuk sambil mengendap-ngendap seperti seorang pencuri. Dan di ikuti oleh Rangga dari arah belakang.


"Jangan berisik buka sepatumu." Ucap Diana pelan kepada Rangga, sambil membuka high heels yang dia pakai.


"Kenapa seperti pencuri saja Di." Rangga malas jika harus membuka sepatu, apalagi berjalan mengendap-ngendap seperti pencuri.


"Ikuti saja rencanaku, jangan banyak bicara karena aku penasaran apa yang di lakukan oleh bocah tengil itu bersama Keyla." Panjang lebar Diana menjelaskan kepada Rangga, dan menaruh high heelsnya di atas lantai.


"Baiklah aku mengikuti rencana bodohmu itu." Dengan malas Rangga mengatakan hal itu kepada Diana yang berada di depannya, sementara Diana yang mendengar ucapan Rangga dia mendadak berhenti sehingga dada bidang milik Rangga menabrak punggungnya dan hampir saja terjatuh ke lantai jika Rangga tidak sigap memeluk pinggangnya.


"Huft astaga hampir saja." Diana mengusap dadanya, dengan posisi yang masih di peluk pinggangnya oleh Rangga.


"Makanya jangan ceroboh nenek lampir." Rangga melepaskan tangannya yang berada di pinggang Diana.


Oh jantungku berhenti lah sebentar gue malu jika harus ketahuan oleh Rangga. Batin Diana merasa malu.


"Ayo cepat, eh tapi dengar ada suara aneh dari arah kamar itu." Tunjuk Diana menatap ke arah kamar tersebut dan beralih menatap ke arah Rangga, sambil mencoba mendengarkan kembali suara dari arah kamar tersebut.


"Sepertinya, astaga mereka---" Rangga belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Diana yang berjalan terlebih dahulu ke arah kamar tersebut.


"Arrgghh sayang." Desah Keyla.


"Uuhhh,,, Arrgggh nikmat sayang." Desah Marcel.


"Hmmm sa---yang,, Arrgghhh." Desah Marcel dan Keyla bersama dengan suara tertahan.


Rangga dan Diana yang mendengar suara desahan dari kamar tersebut hanya bisa saling menatap satu sama lain, bahkan tubuh mereka membeku di tempat bingung harus melakukan apa ketika suara desahan dari kamar tersebut semakin terdengar sangat jelas.


Oh shit anak kurang ajar bisa-bisanya malah bercinta di sini, sedangkan aku sebagai ayahnya merasa khawatir tentang keadaannya yang tidak ada kabar selama dua hari bersama Keyla. Batin Rangga menahan kesal.


Astaga Keyla desahan lo ternyata begitu jelas di telinga gue, rasanya gue juga pengen. Batin Diana mendadak panas dingin.


Kini mereka berdua hanya bediri di depan pintu kamar tersebut, sambil mendengarkan suara desahan yang begitu nyaring seperti jangkrik saling bersahutan satu sama lain.


Hampir dua jam Rangga dan Diana bediri di depan pintu kamar dua insan yang sedang bercinta tanpa ada niatan untuk pergi dari sana , padahal mereka sudah berdiri selama dua jam.


❤️❤️❤️❤️


Sementara di kamar, Keyla dan Marcel menuangkan hasratnya satu sama lain setelah perdebatan mereka yang tidak mengakui kecemburuannya masing-masing. Hingga tanpa sadar sudah melakukan berbagai macam gaya bercinta dan mereka sudah mencapai pelepasan beberapa kali.


Keyla yang sudah mulai lelah dia hanya bisa pasrah melihat Marcel masih kuat untuk melanjutkan bercintanya yang sudah ke sekian kali pelepasan.


Perlahan jari Marcel bermain dengan lihai di area sensitif Keyla yang sudah basah, dan sesekali dia menghisapnya sampai cairan tersebut di teguk sampai habis oleh Marcel.


"Arrghh sayang." Desah Keyla mulai terangsang kembali.


Seringai tipis dari sudut bibir Marcel yang mendengar suara desahan Keyla.


Dan setelah itu dia melanjutkan kembali aksinya menciumi seluruh tubuh Keyla sehingga suara desahan pun kembali terdengar di dalam kamar.


Aku sangat menyukai suara desahanmu sayang. Batin Marcel tersenyum.


____________________


Terimakasih yang sudah mampir❤️


Jangan lupa tinggalkan Like, Coment dan Vote ya🙏