Hot Mommy

Hot Mommy
Bocah tengil



Tanpa sadar Marcel berdiri berhadapan dengan Keyla, setelah itu Marcel menaikan dagu Keyla hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti.


Dengan gerakan cepat Marcel mencium bibir Keyla dan ********** habis-habisan, sedangkan Keyla terkejut dengan serangan Marcel yang tiba-tiba menciumnya di depan orang lain. Bahkan semua orang yang berada di ruang keluarga begitu terkejut yang di lakukan oleh Marcel.


Anak ini benar-benar tidak tahu malu, dan tidak tahu tempat sepertiku saja waktu muda. Batin Rangga terkekeh membayangkan.


"Hey bocah tengil, kenapa kau malah mencium Keyla. Seharusnya duduk saja dan lihat goyangan Mommy mu bukan malah berciuman." Gerutu Diana kesal menatap ke arah Keyla dan Marcel yang masih berciuman.


Aish jiwa jombloku bangkit. Batin Diana mendengus kesal.


Sekilas Diana melirik ke arah Rangga yang sedang menatap ke sembarang arah, setelah itu dia beralih ke arah Keyla dan Marcel kembali.


"Kalian mau sampai kapan berciuman di depan kami, ah kalau masih mau berciuman silahkan di lakukan di kamar bukan di depan kami." Dengan santai Caca mengatakan hal itu, sambil memutar kedua bola matanya malas.


Keyla yang mendengar ucapan Caca, dia langsung melepaskan ciumannya dan mendorong Marcel hingga terjatuh duduk di atas sofa.


"Sayang." Gerutu Marcel kesal, sambil mengusap bibirnya yang basah akibat berciuman dengan Keyla.


Keyla tidak menjawab ucapan Marcel, dengan santai dia berjalan ke arah Caca dan merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil menahan malu karena semua mata tertuju padanya.


Ah malu. Batin Keyla.


"Sekarang giliran lo, cepat Diana?!" Keyla menatap ke arah Diana, sambil mengatur nafasnya.


"Baik siapa takut." Dengan spontan Diana langsung berdiri dan berjalan ke arah Rangga yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


Kenapa dia berani sekali menerima tantangan itu. Batin Rangga mulai khawatir.


Sesampainya di hadapan Rangga, Diana mulai merasa gerogi dan berkeringat dingin karena sedari tadi Rangga terus memperhatikannya tanpa berkedip.


Dengan perlahan Diana mulai bergoyang di depan mata Rangga, yang masih menatapnya tanpa berkedip.



Contoh visual Diana.


Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak sangat kencang ketika melihat dia sedang bergoyang di hadapanku. Batin Rangga.



Contoh visual Rangga.


"Hey sudah belum." Protes Diana karena tidak ada yang menyuruhnya berhenti.


"Belum." Jawab Marcel spontan tanpa melihat kearah Diana yang masih bergoyang.


Aish pinggangku encok. Batin Diana memelas.


"Kau sengaja ya mengerjai Aunty Diana Son." Rangga menggertakkan giginya menatap ke arah Marcel.


Haha.. Haha..


"Dasar bocah tengil kau." Bentak Diana kesal sambil berjalan menghampiri ke arah Marcel.


Marcel yang sudah tahu Diana akan memukulinya dengan gerakan cepat, dia berjalan ke arah Keyla yang sedang duduk di sebelah Caca dan langsung bersembunyi di belakangnya.


"Hey kenapa kau malah bersembunyi di belakang Mommy, sayang?!" Keyla menoleh ke arah Marcel yang sedang bersembunyi di belakangnya.


"Hey bocah tengil sini kau." Dengan kesal Diana membawa bantal sofa dan akan memukuli Marcel, tapi belum sempat Diana memukulinya. Marcel dengan sigap langsung berlari menghindar, dan terjadilah kejar mengejar antara Marcel dan Diana di ruang keluarga.


"Hey bocah tengil awas kau ya." Ucap Diana yang masih mengejar Marcel.


Haha... Haha..


"Sorry mataku masih normal Aunty." Jawab Marcel di sela tawanya.


"Siapa bilang kalau kau buta." Gerutu Diana kesal tanpa mempedulikkan lagi tatapan di ruang keluarga yang sedang tertawa melihat tingkahnya.


Sementara Rangga yang melihat Marcel tertawa lepas dan sekilas dia beralih menatap ke arah Diana, tiba-tiba hati nya berdesir seperti melihat seorang anak yang sedang di marahi oleh ibunya karena kenakalannya.


Andai kau masih hidup sayang, pasti aku sangat bahagia bisa membesarkan anak kita bersama sampai dia menikah. Batin Rangga lirih.


"Son kasihan Aunty Diana mengejarmu, cepat kau mengalah minta maaf padanya." Ucap Rangga menatap ke arah Marcel yang masih berlari.


"Cie, ada yang belain nih." Goda Marcel terkekeh yang masih berlari.


Haha.. Haha..


"Diana kau cocok jika menikah dengan bokapnya Marcel." Timpal Caca di sela tawanya yang sedang memperhatikan.


"Cocok apanya, yang ada aku kena serangan jantung jadi Ibunya dia." Gerutu Diana kesal, sambil mengatur nafasnya.


"Siapa yang mau menikah denganmu juga." Protes Rangga tidak terima dengan santainya.


"Tapi aku menyetujui kalau Ayah menikah dengan Aunty Diana." Marcel merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil mengatur deru nafasnya.


"Tidak." Ucap Diana tegas.


*Beraninya dia tidak mau menikah denganku, padahal* banyak wanita yang mengantri untuk menjadi istriku bahkan mereka dengan terang-terangan m**elempar tubuhnya di atas ranjang demi mau tidur bersamaku. Tapi dia dengan beraninya menolakku, awas saja dia. Batin Rangga tersenyum menyeringai.


__________________


Terimakasih yang sudah mampir ❤️


Author sudah Up ya, sebelumnya makasih untuk dukungan votenya, like, dan comentnya. ❤️🙏


Nanti malam Author Up lagi sekitar jam 10 an seperti biasa😂