
"Mom malam ini aku tidur di sini ya." Marcel mengatupkan kedua tangannya di hadapan Keyla, dengan wajah memohon.
"Kau ini manja sekali." Keyla terkekeh, melihat raut wajah Marcel yang memohon kepadanya.
"Sama Mommy sendiri gpp kan." Dengan santai Marcel menjawab, sambil mengganti posisi tidur.
"Up to you dear." Dengan malas Keyla menjawab, sambil merebahkan tubuhnya di samping Marcel.
Hening..
Kini Keyla dan Marcel hanya asik dengan pikirannya masing-masing, tanpa ada yang memulai berbicara sepatah katapun.
"Sayang kenapa belum tidur." Keyla mulai berbicara, dan menatap ke arah Marcel yang sedang melamun.
"Belum ngantuk Mom." Marcel tersenyum ke arah Keyla, yang sedang menatapnya.
"Besok kan sekolah sayang, sini biar Mom peluk anak manja ini." Keyla merentangkan tangannya, dengan suara menggoda.
"Mom." Rengek Marcel membalas pelukan Keyla dengan erat, dan tersenyum penuh kemenangan.
*Coba setiap hari seperti ini pasti tidurku nyenyak*. Batin Marcel membayangkan.
Kini Keyla sudah berada di alam mimpi dengan memeluk Marcel, sedangkan Marcel dia tidak bisa tidur. Malah tersenyum sambil sesekali melihat wajah teduh Keyla yang sudah terlelap.
_______________
Sementara ditempat lain.
Akhir-akhir ini Ziko sibuk dengan pekerjaannya yang berada di luar kota, sampai-sampai tidak bisa menghubungi Keyla.
Dengan raut wajah gelisah Ziko terus saja mondar-mandir di ruang keluarga, tanpa mempedulikan Jack yang menatapnya dengan tatapan risih.
Jika di hadapkan dengan cinta, bos bisa berubah menjadi sangat bucin dan menyebalkan. Batin Jack mulai jengah, melihat tingkah Ziko seperti setrikaan.
"Jack apa lebih baik saya membatalkan perjodohan dengan Direktur rumah sakit itu." Ziko menatap Jack dan menghela nafasnya kasar.
Kenapa dia tiba-tiba membicarakan perjodohannya. Batin Jack bertanya-tanya.
"Memang kenapa Pak?! Bukannya Nyonya besar tidak bisa di bantah perkataannya." Jelas Jack melihat raut wajah Ziko yang mulai terlihat gelisah.
"Benar Jack, Nyonya besarmu menyebalkan hidupnya." Gerutu Ziko kesal, sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Begitu juga dia Ibumu Pak. Batin Jack terkekeh.
"Kau punya ide tidak Jack, saya tidak mau menikah jika tidak bersama Keyla." Ucap Ziko dengan suara parau, sambil memejamkan kedua matanya.
Seperti ABG saja yang sedang patah hati, ini si melebihi. Memang sih saya akui Pak kalau Bu Keyla perfect. Batin Jack membayangkan.
"Apa tidak sebaiknya Bapak mengenalkan Ibu Keyla terlebih dahulu kepada Nyonya besar, siapa tahu beliau setelah itu menyukainya." Jack menjelaskan kepada Ziko dengan ragu-ragu.
Tapi apa Mom akan menerimnya, jika aku mengenalkan Keyla bahwa dia wanita yang selama ini aku cintai. Batin Ziko bertanya-tanya.
"Jack apa lebih baik kawin lari saja bersama Keyla." Ucap Ziko spontan.
"What, apa Bapak serius?!" Tanya Jack serius menatap Ziko dengan tatapan menyelidik.
"Kenapa tidak Jack." Dengan santai Ziko mengangkat kedua bahunya.
Apa tidak salah mengajak Bu Keyla kawin lari, di ajak jadi kekasihnya saja tidak mau. Batin Jack terkekeh.
"Apa Bapak yakin Bu Keyla mau, kurasa tidak." Ucap Jack dengan santai, tanpa melihat ke arah Ziko.
Sepertinya raja singa mulai terpancing amarahnya, gawat. Batin Jack mulai tidak enak.
"Kurang ajar Jack, kau mau mati ya." Teriak Ziko kesal menatap tajam ke arah Jack, yang sedang menundukkan kepalanya.
"Jack, lihat apa di bawah memangnya ada uang, Hah." Bentak Ziko kesal sekali lagi kepada Jack.
Dasar Bos gila beraninya ngatain bodoh, jika saya bodoh anda lebih bodoh. Batin Jack tidak terima.
"Baik Pak, ma--afkan saya." Jack menjawab dengan gugup, sambil berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada Ziko.
Keesokan harinya.
Kini Marcel sibuk dengan urusan tugas-tugas sekolahnya, karena 2 minggu lagi akan di adakan ujian. Belum lagi dia harus memikirkan setelah lulus sekolah ingin meneruskan kuliah di mana.
Sedangkan Keyla di perusahaan Wijaya Group, setiap ada waktu luang dia selalu memantau kinerja karyawannya. Dengan mengelilingi perusahaan dan di temani oleh Diana.
Ternyata masih ada yang tidak patuh ya." Gumam Keyla, ketika melihat beberapa karyawan sedang asik mengobrol pada jam kerja.
Haduh.. Mereka habis sudah saat ini oleh si Key. Batin Diana menggelengkan kepala.
Braakkk...
Keyla menggebrak meja sehingga semua karyawan yang sedang asik mengobrol langsung menoleh ke arahnya.
"Kalian di sini mau kerja atau mau bergosip!!!" Bentak Keyla, semua karyawan yang melihat ke arah Keyla langsung berlari ke tempat kerjanya masing-masing.
Keyla masih tetap berkeliling dan berjalan memantau semua karyawannya yang tidak patuh, sambil di selingi oleh obrolan dengan Diana.
"Key, lo benar-benar seorang CEO yang tegas dan gal--- Diana tidak meneruskan ucapannya karena sudah mendapatkan tatapan tajam dari Keyla.
Huft, saat ini lebih baik diam karena dia benar-benar mengerikan di saat marah. Batin Diana bergidik takut, melihat ke arah Keyla.
Tanpa sengaja Keyla melihat pimpinan dari divisi marketing sedang asik menelpon, dan divisi keuangan yang ada di sebelahnya juga malah asik bermain ponsel. Mereka tidak menyadari jika Keyla dari kejauhan sedang memantaunya.
Brakkkk..
"Kalian di sini pimpinan para divisi marketing dan keuangan kan?!" Bentak Keyla menatap dengan tatapan tajam.
"Iya B--u." Salah satu pimpinan divisi menjawab ucapan Keyla.
"Jika kalian sudah tidak berminat lagi kerja di perusahaan saya, lebih baik keluar sekarang." Ucap Keyla datar sambil menunjuk ke arah pintu exit.
"Maafkan saya Bu." Kedua pimpinan divisi meminta maaf kepada Keyla, sambil membungkuk memberi hormat kepada Keyla.
*Huft..
Melelahkan. Batin Keyla menghela nafas panjang.
Keyla mulai meninggalkan tempat itu, dan berjalan menuju ruangannya di ikuti oleh Diana dari arah belakang.
"Key, besok ada pertemuan para CEO dari semua perusahaan asia di london." Ucap Diana kepada Keyla.
"Hemm.. Lo sudah menyiapkan semuanya buat besok persentasi?!" Tanya Keyla menatap ke arah Diana.
Contoh visual Keyla menatap Diana.
"Semuanya sudah beres." Dengan santai Diana menjawab sambil tersenyum ke arah Keyla.
Contoh Diana tersenyum menatap Keyla.
"Good job Di." Keyla membalas senyuman Diana.
_________________________
Terimakasih sudah mampir❤️