
Marcel melepas pagutannya dengan nafas tersengal begitu juga Keyla. Dada mereka berdetak sangat kencang dengan bibir basah dan bengkak. Marcel melonggarkan pelukannya, membuat Keyla menatap manik mata Marcel.
"Mom." Tanya Marcel lembut.
"Aku mencintaimu sayang." Ucap Keyla cepat, dan langsung menenggelamkan kepalanya di dada Marcel karena rona merah telah hadir di pipinya.
"Terimakasih Mom." Marcel langsung menghujani pucuk kepala Keyla dengan kecupan lembut.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka.
"Maaf, Nona." Pak Mun masuk tanpa permisi. Matanya terbelalak kaget dengan pemandangan indah yang di sajikan oleh majikannya. Pak Mun hanya tersenyum canggung, dia juga merutuki dirinya sendiri yang dengan bodohnya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Begitu juga dengan Keyla dan Marcel yang sama terkejutnya, Keyla berusaha melepaskan diri dari pelukan Marcel. Dia berusaha menahan malu karena tertangkap basah oleh kepala pelayannya.
"Ada apa Pak?!" Tanya Keyla kepada Pak Mun, sedangkan Marcel dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Hemm.. Maaf Nona, di bawah sudah ada seorang pengacara bersama sekertaris Diana." Ucapnya dengan jelas meskipun untuk mengawalinya dia merasa agak canggung.
"Adakan jamuan makan malam terlebih dahulu, nanti saya dan Marcel akan turun ke bawah." Jawab Keyla cepat, dan beranjak berdiri menatap ke arah Marcel yang sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Baiklah Nona, kalau gitu saya permisi."
"Sayang jangan lupa nanti turun ke bawah." Keyla berjalan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Marcel dengan raut wajah yang berseri.
"Baiklah." Dengan santai Marcel menjawab, sambil menatap punggung Keyla yang sudah mulai keluar.
"Lagi romantis-romantisnya malah ada pengganggu, menyebalkan." Marcel mendengus kesal.
Tidak lama kemudian Keyla dan Marcel berjalan melangkahkan kakinya masuk ke ruang makan, di sana sudah ada seorang pengacara bersama sekertaris Diana yang sedang menatap ke arahnya.
contoh ruang makan.
Keyla dan Marcel duduk berhadapan
dengan pengacara dan sekertaris Diana, mereka menyantap makanan terlebih dahulu. Mungkin Diana sudah kelewat lapar, Dia kali ini tidak banyak bicara sama sekali malam ini.
Setelah selesai makan Keyla sedikit menanyakan tentang pertemuan hari ini kepada Diana, karena dia penasaran tidak biasanya raut wajah Diana terlihat muram.
"Diana ada apa?!" Selidik Keyla menatap intens ke arah Diana.
"Seperti dugaanmu Key, semua pemegang saham dari perusahaan ternama mereka memutus kerjasama dengan perusahaan lo, jadi besok kemungkinan mereka menginginkan lo turun dari posisi CEO. Tapi ada sebagian yang masih setia sama lo mereka juga bersitegang mempertahankan lo tetep menjadi CEO." Jelas Diana panjang lebar menatap serius ke arah Keyla.
"Hem sepertinya tidak ada cara lain selain pemindahan saham atas nama Marcel." Keyla sekilas melirik ke arah Marcel.
"Itu satu-satunya cara Key, dan lo tau ternyata si brengsek itu mempunyai 30% saham di perusahaan lo. Dia menginginkan posisi lo di perusahaan." Di sela mengunyah makanannya Diana menjelaskan kepada Keyla.
"Sudah kuduga, berarti dia dalang di balik ini semua. Dan Rangga dia bagaimana Di?!" Ucap Keyla.
"Dia sama seperti lo hampir gulung tikar, ponsel lo sengaja di matiin ya Key? Gua dari tadi gak bisa nyambung menghubungi lo, dan semua orang sedang menghubungi lo termasuk sekarang liat kan ponsel gua bunyi terus. Dari tadi si Ziko nanyain terus tentang berita itu." Tunjuk Diana kesal menatap ponselnya yang berada di atas meja makan.
Deg.
Sedangkan Marcel yang sedari tadi diam mendengarkan percakapan Keyla antara Diana, ada perasaan tidak suka ketika Diana mengatakan nama itu. Seketika Marcel menatap intens ke arah Keyla yang berada di sampingnya.
Kenapa Mommy terlihat gelisah. Apa dia takut kalau Uncle Ziko akan menjauhinya, setelah mengetahui berita skandal Mommy. Batin Marcel bertanya-tanya.
"Hem, yasudah Pak tolong berikan berkasnya kepada Marcel supaya dia cepat menandatangani berkas-berkasnya." Keyla mengalihkan pembicaraan dan menatap kesembarang arah.
Pelayan yang berdiri di sudut ruang makan, dia berjalan mendekati meja makan setelah mendengar ucapan Keyla dengan sigap dia langsung membereskan beberapa hidangan di atas meja makan.
Apa sebenarnya Mommy mencintai Uncle Ziko, tapi kenapa tadi Mom mengatakan kalau dia mencintaiku. Batin Marcel penasaran.
Kini Marcel terpaksa menandatangi berkas-berkas yang di berikan oleh pengacara Keyla. Pikiran Marcel hanya tertuju dengan perasaan Keyla yang sebenarnya mencintai siapa.
Sedangkan Keyla, dia sedang berfikir bagaimana cara menangkap Alex yang sudah berani mau merebut posisinya. Padahal papahnya sudah susah payah mendirikan perusahaan dari nol.
Tidak akan aku biarkan kau mengambil milikku, Alex brengsek. Batin Keyla kesal.
"Dan sekarang perusahan Ibu telah beralih menjadi atas nama Marcel, kalau begitu saya pamit terlebih dahulu." Ucap pengacara membereskan berkas-berkas yang sudah di tandatangi oleh Marcel.
"Iya Pak terimakasih." Jawab Keyla tersenyum.
"Baik Bu, saya permisi." Pengacara berdiri dan membungkuk memberikan hormat kepada Keyla.
"Sialan lo Diana malah curhat." Gerutu Keyla kesal.
Sedangkan Marcel sedari tadi hanya diam sambil mengaduk-ngaduk makanan, bahkan tidak menatap ke arah Keyla sama sekali.
Keyla yang merasa bahwa Marcel tidak berbicara sama sekali kepadanya, dia menatap ke arah Marcel dengan mengerutkan keningnya.
Ada apa dengannya. Batin Keyla bertanya-tanya.
"Sayang." Ucap Keyla lembut.
Hening.
"Marcel Wijaya." Bentak Keyla kesal, berdiri dari dan menatap tajam ke arah Marcel.
Marcel yang mendengar Keyla membentaknya, dia langsung menatap heran ke arah Keyla.
"Mom kau kenapa membentakku." Tanya Marcel membalas tatapan Keyla.
"Kenapa kau diam saja dari tadi." Gerutu Keyla kesal, sambil berkacak pinggang.
"Mom yang kenapa tiba-tiba membentakku, Mom sebenarnya kau mencintai siapa?!" Marcel menatap sendu ke arah Keyla yang sedang berdiri.
Contoh visual Marcel.
Kenapa dia menanyakan hal itu kepadaku, bukannya tadi sudah jelas kalau aku juga mencintainya. Batin Keyla heran.
"Kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu sayang." Ucap Keyla lembut.
"Apa sebenarnya Mom mencintai Uncle Ziko?!" Selidik Marcel.
"Aish kau ini, tadi kan sudah bilang kalau Mom sangat mencintaimu sayang." Keyla berjalan menghampiri kursi Marcel.
"Benarkah."
"Memangnya kurang jelas tadi di kamarmu." Keyla dengan ragu mengatakan hal itu.
"Kurang Mom." Rengek Marcel kepada Keyla.
"Yasudah supaya kamu percaya sama Mommy, kita tidur bersama tapi ingat hanya tidur jangan macam-macam sayang." Tegas Keyla meninggalkan Marcel yang masih terkejut dengan ucapan Keyla.
____________________
Di dalam kamar Keyla.
Kini Keyla sedang tertawa mendengarkan serial TV yang menayangkan komedi, dengan kepalanya yang berada di atas lengan Marcel. Sedangkan Marcel dia menatap ke layar TV sambil tersenyum dan memeluk Keyla. Tanpa sadar dia lupa untuk bertanya kepada Keyla alasan mencintainya bukan Uncle Ziko.
Contoh visual Marcel dan Keyla.
"Sayang besok jangan lupa datang ke kantor Mommy ya." Ucap Keyla di sela tawanya.
"Baiklah Mom, lagian besok aku juga tidak berencana untuk ke sekolah." Jawab Marcel.
"Oh iya Mom melupakan ujian di sekolahmu, sayang jadi kapan di adakan ujiannya?!" Tanya Keyla menatap ke arah Marcel.
"Satu minggu lagi Mom, tapi tenang saja Marcel Wijaya sangatlah cerdas dia mempunyai IQ di atas rata-rata." Dengan bangga Marcel mengatakan hal itu kepada Keyla.
"Ck, menyebalkan ayo tidur sudah malam." Gumam Keyla kesal.
Cup.
"Good Night Mom." Marcel mencium kening Keyla sambil tersenyum.
"Hemm.. Sedangkan Keyla dia hanya berdehem sebagai jawaban, sambil menyembunyikan rona merah di pipinya.
____________________
Terimakasih yang sudah mampir❤️
Maaf telat Up, Author akhir-akhir ini banyak kerjaan🙏