Hot Mommy

Hot Mommy
Junior Kecil



Di perusahaan Wijaya Group.


Di dalam ruangan, Keyla yang merebahkan tubuhnya di atas sofa sekilas menatap undangan pernikahan yang di letakkan oleh Diana di atas meja.


"Aku harap kalian berbahagia, dan setelah adanya pernikahan kau bisa melupakanku Ziko." Gumam Keyla menghela nafas panjang.


Namun tak di sangka dari arah pintu ada seseorang yang sedang menatap ke arah Keyla, dengan tatapan nanar dia berjalan menghampiri Keyla yang berada di atas sofa. Sedangkan Keyla tidak menyadari ada sosok seorang pria yang sedang berjalan ke arahnya.


Aku sangat merindukanmu sayang. Batin Ziko lirih menatap nanar ke arah Keyla.


"Sayang." Ziko yang sudah berada di hadapan Keyla, dengan tatapan sendu dia mulai berjongkok sambil menggenggam tangannya.


"Kenapa kau ada di sini." Keyla terkejut dengan kedatangan Ziko yang sudah berada di hadapannya, padahal dia mengetahui kalau sekertaris Diana tidak akan mengijinkan dia masuk ke dalam ruangannya.


"Aku merindukanmu." Dengan suara lirih Ziko mengatakan hal itu kepada Keyla yang sedang memasang wajah datar.


Keyla tidak menjawab ucapan Ziko, dia hanya memasang wajah datar dan tidak peduli dengan semua ucapan yang keluar dari mulut Ziko, kini hati dan pikirannya sudah mulai terukir nama Marcel.


"Sayang." Rengek Ziko beralih duduk di sebelah Keyla.


"Apa?!" Ketus Keyla yang masih memasang wajah datar.


"Aku masih mencintaimu." Sudah berapa kali Ziko mengatakan hal itu kepada Keyla, bahkan Keyla sudah mulai jengah dengan tingkah Ziko seperti anak kecil yang merengek meminta uang jajan kepada ibunya.


"Aku tahu, tapi sekarang kau akan segera menikah Ziko. Jadi aku harap kau bisa melupakanku dan belajar mencintai sahabatku." Keyla memperlihatkan undangan pernikahan Ziko bersama Caca, sementara dia hanya menggelengkan kepalanya menatap sendu kepada Keyla seolah tidak mau mencintai orang lain.


"Kau harus bisa Ziko, karena untuk saat ini cintaku hanya buat Marcel seorang." Keyla mempertegas ucapannya kepada Ziko.


"Tapi----. Ziko belum sempat menyelesaikan ucapannya, sudah di potong oleh kedatangan Marcel yang tiba-tiba berjalan dari arah pintu. Dan dia melihat di ruangan Keyla ada sosok pria yang dia benci selama ini.


Ziko dan Keyla menatap ke arah Marcel yang berjalan ke arahnya, dengan seribu pikiran negatif Keyla mulai beranjak berdiri untuk menjelaskan kepada Marcel, karena dia takut kalau Marcel salah paham terhadapnya. Akan tetapi belum sempat berjalan, Marcel terlebih dahulu sudah sampai di hadapan Keyla dan Ziko yang sedang menatap ke arahnya.


Aku harap kamu tidak salah paham terhadap Mommy." Batin Keyla khawatir.


****, anak ini mengganggu momenku bersama Keyla saja. Batin Ziko kesal.


Kau tidak akan pernah bisa memiliki Mommy, karena dia milikku selamanya dan hanya kematian yang bisa memisahkan ku bersama dengan Mommy. Batin Marcel tersenyum menyeringai.


Dengan cepat Marcel menarik tangan Ziko yang sedang duduk di sebelah Keyla.


"Kenapa kau menarik tanganku." Protes Ziko tidak terima, sambil menatap tajam ke arah Marcel.


"Karena kau tidak pantas berada di dekat Mommy." Ketus Marcel membalas tatapan Ziko yang sedang menatapnya tajam.


"Kau beraninya." Ziko berdiri dan mulai mendekati Marcel, sambil mengepalkan kedua tangannya.


Keyla yang melihat Ziko mengepalkan kedua tangannya, bahkan sudah mulai berjalan mendekat ke arah Marcel. Dengan sigap dia berdiri menghadang Ziko yang hendak akan memukul wajah Marcel.


"Mom kenapa kau berdiri di hadapannku." Marcel tidak suka jika Keyla melindunginya, bagi Marcel saat ini seperti seorang pengecut yang berlindung di belakang seorang wanita.


"Diamlah sayang, Uncle Ziko sepertinya sedang menahan amarahnya yang sewaktu-waktu bisa meledak seperti gunung meletus mengeluarkan larva dan asap seperti cerobong kereta api.


Ngomong apasi Mom. Batin Marcel menggelengkan kepala.


Ziko terkejut dengan keberadaan Keyla yang berdiri di depan tubuh Marcel, seketika dia tersenyum tipis. Dan tanpa sadar Ziko sudah berhadapan dengan Keyla sambil mencondongkan wajahnya yang berjarak beberapa centi dengannya.


"Apa yang kau lakukan." Marcel menarik tangan Ziko agar menghindar dari hadapan Keyla.


Haha.. Haha..


"Kau sangat cemburu sekali denganku ya." Ucap Ziko di sela tawanya.


"Kenapa memangnya?!" Tantang Marcel dengan tatapan tajam ke arah Ziko.


Ziko berjalan melangkahkan kakinya dengan santai meninggalkan ruangan Keyla, sementara Marcel menoleh ke arah Keyla yang sedikit terkejut dengan serangan Ziko yang tiba-tiba akan menciumnya di hadapan Marcel.


Oh **** dia membuat Mommy takut saja. Batin Marcel.


"Sayang." Marcel memeluk Keyla dengan erat menempatkan kepalanya di ceruk leher Keyla.


"Aku takut." Keyla membalas pelukan Marcel, sambil menempatkan wajahnya di dalam dada bidang milik Marcel.


"Jangan takut sayang, ada aku di sini." Marcel mengusap rambut milik Keyla, dan sesekali mencium pucuk kepalanya.


"Terimakasih sayang." Balas Keyla melepaskan pelukaannya dan menatap manik Marcel dengan dalam.


"Aku memang tampan sayang tidak usah segitunya menatapku." Marcel mencubit hidung Keyla dengan gemas, sambil terkekeh.


"Kau." Decak Keyla kesal menatap tajam ke arah Marcel, sambil menyentuh hidungnya.


"Sorry."


"Ya ya ya Mom maafkan asal dengan satu syarat." Keyla tersenyum menyeringai.


"Apa itu." Marcel merebahkan tubuhnya di atas sofa, dan menarik tangan Keyla sehingga dia duduk di pangkuannya.


"Sayang nanti di liat--." Keyla berusaha untuk berdiri dari pangkuan Marcel.


"Tidak akan ada orang yang masuk ke sini sayang." Marcel menempatkan telunjuknya di bibir Keyla, sambil tersenyum.


"Tapi." Keyla tetap berusaha untuk berdiri di pangkuan Marcel, sehingga tanpa sadar dia sudah membangunkan junior kecil yang berada di antara kedua paha Marcel.


Kenapa di bawah pantatku sepertinya ada benda yang berdiri dan keras. Batin Keyla heran.


"Diamlah sayang jangan bergerak." Marcel menahan hasratnya karena Keyla masih saja menggerakan tubuhnya.


"Benda apa yang keras mengenai pantatku sayang." Tanya Keyla polos, yang masih menggerakan tubuhnya.


"Arrggh sayang diamlah jangan bergerak terus." Marcel tanpa sadar mulai meremas pantat Keyla.


"Sayang." Keyla dengan kesal langsung berdiri dari pangkuan Marcel.


"Sorry sayang, karena kau terus bergerak sehingga junior kecilku langsung berdiri tegak." Ucap Marcel dengan lirih, sambil menunjuk ke arah junior kecil yang di bungkus oleh celananya.


____________________


Terimakasih yang sudah mampir❤️


Jangan lupa tinggalkan Like, Coment, Dan Vote 😍.


**Pengumuman Giveaway.


Juara I Rp.200.000


Juara II Rp.100.000


Juara III Rp. 50.000 + Cendra mata.


Hadiah nya hanya uang tunai maaf ya auhtor hanya bisa kasih segitu, semoga lain kali bisa lebih ya dan semoga bermanfaat buat jajan.


Kalian hanya tinggal vote sebanyak-banyaknya untuk melihat juara 1, 2 dan 3 di lihat dari urutan baris paling atas. untuk pengumuman hadiahnya ketika cerita Hot Mommy end ya 😉**