Hot Mommy

Hot Mommy
Si Iman



"Setelah makan siang selesai saya tunggu kalian di ruangan saya." Marcel melihat arlogi di pergelangan tangannya, setelah itu dia menatap satu persatu para manager.


"Baik pak." Dengan serentak mereka menjawab ucapan Marcel.


"Apa pekerjaanmu sudah selesai sayang." Keyla menghampiri Marcel, sambil tersenyum lembut.


"Sudah sayang." Marcel merentangkan satu tangannya, setelah itu dia merangkul pinggang Keyla dengan possesive.


Tidak berapa lama Marcel dan Keyla sudah tiba di tempat bakso, dengan hati yang gembira Keyla menatap sekeliling tempat makannya. Ternyata di sana sudah ada beberapa pasangan yang sedang makan bakso sambil bercanda dan ada juga yang tertawa. Melihat itu seketika hati Keyla menghangat dan terus menampakkan raut wajah bahagia.


"Eh Mba ayo silahkan duduk, mau pesan berapa mangkok?" Ucap Udin pemilik bakso tersebut dengan ramah kepada Keyla dan Marcel, tidak lupa dia pun tersenyum lembut.


"Ah iya pak terimakasih, 2 mangkok saja pak." Keyla yang tak sabar langsung duduk, sementara Marcel hanya melongo menatap sekeliling.


"Dad."


Keyla yang tidak mendengar jawaban dari Marcel, dia berbalik ke arah belakang menatap suaminya yang masih melihat sekeliling dengan tatapan bingung.


"Ya ampun Dad kenapa masih berdiri, ayo cepat duduk sini." Keyla menepuk kursi yang kosong di sebelahnya, sambil menatap suaminya.


"Ah iya baiklah." Marcel menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal, dan duduk di samping istrinya.


Dia baru menyadari jika banyak pria yang menatap istrinya dengan tatapan takjub, dengan hati yang kesal dia berdehem dengan keras dan menatap satu persatu pria yang sedang menatap istrinya.


"Berhenti menatap istriku." Dengan suara ngebass Marcel menegur pria yang menatap istrinya.


"Daddy." Keyla menatap manik mata Marcel, berharap suaminya tahu jika saat ini dia tidak boleh mencari keributan.


"Iya aku tahu Mom." Marcel menghela nafas panjang dan menyandarkan punggungnya.


"Silahkan, maaf mba sama mas nya jadi tidak nyaman makan di sini." Ucap Udin sambil menaruh 2 mangkok bakso dan 2 gelas air teh hangat di hadapan Keyla dan Marcel.


"Tidak apa-apa em mang eh pak, saya nyaman makan di sini dan lagian di sini tempatnya sangat bersih." Jelas Keyla tersenyum lembut agar pemilik bakso tidak tersinggung.


"Panggil mang Udin saja mba, di sini orang-orang pada manggil saya mang Udin." Jawab Udin ramah sambil di selingi tawa.


"Ah baiklah mang Udin."


Marcel menatap 2 mangkok bakso yang berada di atas meja tanpa berkedip, sementara Keyla yang tahu arti tatapan Marcel dia langsung menggeser 2 mangkok bakso tersebut ke hadapannya.


"Kalau mau makan bakso di sini pesan aja Dad." Keyla menawari Marcel, sambil menaruh beberapa sambal ke dalam salah satu mangkok.


"Hah?? Jadi itu bukan untukku Mom, eh lagian aku juga tidak mau makan bakso." Jawab Marcel tanpa mengalihkan pandangannya dari mangkok bakso yang sedang di aduk oleh Keyla.


Glekk!


Kenapa bakso ini sangat menggoda lidahku, oh ****. Batin Marcel menelan salivanya dengan susah payah.


"Aku tahu kamu tertarik dengan baksoku Dad, jangan banyak gengsi nanti ngiler lagi lihat aku makan." Keyla terus menggoda suaminya, sambil menahan tawa ketika tidak sengaja melihat raut wajah Marcel yang menginginkan baksonya.


"Ha,, ha,, Siapa yang gengsi kamu so tahu Mom." Dengan tertawa sumbang Marcel menjawab ucapan Keyla.


"Uuhh so delicious, cuaca seperti ini memang sangat cocok di temani makan bakso yang pedas seperti ini." Keyla mengunyah bakso dengan mata yang terpejam, dan menikmati setiap bakso yang dia masukan ke dalam mulutnya.


Iman oh iman kenapa kamu tidak kuat melihat Mommy makan bakso ini. Batin Marcel menghela nafas panjang.


Perlahan tangan Marcel mulai menggeser 1 mangkok bakso yang berada di hadapan Keyla, akan tetapi belum sempat sampai di hadapannya tangan Keyla sudah menggeser kembali mangkok bakso tersebut ke hadapannya.


"Sudah ku bilang bakso ini punyaku." Ucap Keyla kesal menatap tajam ke arah Marcel.


"Apa Mom serius mau menghabiskan 2 mangkok sekaligus, memang perut Mommy muat." Marcel mulai bernegosiasi dengan istrinya.


"Yaiyalah orang ada baby di dalam perutku Dad." Jawab Keyla sambil terus memasukkan bakso ke dalam mulutnya.


"Mang pesan bakso 1 mangkok, cepat." Marcel tidak menjawab ucapan istrinya, dia langsung memesan bakso sambil menelan salivanya dengan susah payah ketika melihat Keyla sangat menikmati bakso tersebut.



"Katanya tidak mau, dan lebih enak makan bakso di resto ternama." Ledek Keyla tanpa melihat ke arah Marcel.


"Lagian kamu Mom membuat si Iman jadi gak kuat." Jawab Marcel terkekeh.


"Iman?" Keyla mengerutkan keningnya sambil menatap Marcel.


"Hmm Iman." Marcel menahan tawa ketika melihat istrinya kebingungan dengan sebelah pipi yang kembung oleh bakso.


"Siapa dia?" Tanya Keyla sekali lagi dengan raut wajah yang penasaran.



Contoh visual Keyla.


"Silahkan mas." Belum sempat Marcel menjawab ucapan Keyla, mang Udin sudah menaruh 1 mangkok bakso di hadapannya dan membuat dia segera ingin mencicipi bakso tersebut.


"Dad jawab?" Keyla masih tetap penasaran dan menunggu jawaban suaminya.


"Nanti aku jawab setelah kita pulang ke Mansion Mom." Marcel sangat menikmati bakso yang di sajikan oleh mang Udin, apalagi dia menambah 2 sendok cabe ke dalam mangkok baksonya.


"Huft menyebalkan." Keyla kembali makan bakso yang sempat tertunda karena rasa penasarannya sama si Iman.


Tidak berapa lama Keyla dan Marcel menyandarkan punggungnya dan mengusap perut mereka masing-masing.


"Perutku kenyang sekali." Gumam Keyla masih mengusap perutnya.


Ghhhhrrrrrtt


"Ya ampun sampai sendawa Mom." Marcel baru pertama kali mendengar jika istrinya sendawa, itu tandanya dia benar-benar kekenyangan dan menikmati makan bakso di sini.


"Ups maaf sayang." Keyla menutup mulutnya sambil terkekeh.


"Keyla,, Marcel ini beneran kalian." Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara wanita yang familiar di telinga mereka, dengan suara menggelegar Diana bertanya.


"Pelankan suara lu Di." Keyla merasa risih ketika mereka menjadi pusat perhatian di tempat bakso.


"Tumben kalian makan di tempat seperti ini." Ceplos Diana menyipitkan sebelah matanya.


"Diana." Bentak Keyla kesal merasa tidak enak dengan pemilik bakso, pasalnya mang Udin tidak sengaja mendengar ucapan Diana dan sedang menatap ke arahnya.


"Ups maaf." Diana melihat arah pandang Keyla dan setelah itu dia meminta maaf kepada mang Udin sebagai pemilik bakso.


"Saya tidak apa-apa mba." Timpal mang Udin sama sekali tidak tersinggung.


"Lu si mulutnya kagak pernah di saring." Ucap Keyla menatap ke arah Diana yang merasa tidak enak dengan mang Udin.


"Ya sorry gue kan gini mulutnya." Jawab Diana pelan.


"Ada angin apa nih kalian makan di sini?" Diana masih saja bertanya hal itu kepada Keyla dan Marcel.



Contoh visual Diana.


"KEPO!!" Jawab Keyla dan Marcel secara bersamaan.


"Ye dasar pasangan aneh." Dengan kesal Diana menyandarkan punggungnya.


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan LIKE, COMENT DAN VOTE YA !!