Hot Mommy

Hot Mommy
Penguntit tak terlihat



"Aku tahu sayang, aku sangat tampan bahkan kau menikmati wajah tampanku yang sedari tadi menatapku tanpa berkedip." Goda Ziko tersenyum.


"Percaya diri sekali huh." Decak Keyla kesal sambil memalingkan wajahnya karena ketahuan sedang menatap Ziko.


Ah key lagi-lagi kau sangat menggemaskan dengan raut wajah seperti itu. Batin Ziko tersenyum.


Tiba-tiba tidak berapa lama ponsel Ziko berbunyi dari dalam saku jasnya pertanda ada pesan masuk, ketika hendak membuka ponsel Ziko terkejut ada 10 panggilan tidak terjawab dari Mommynya.


Ada apa ya Mommy memanggil nomorku sampai 10x panggilan tidak terjawab, tidak biasanya. Batin Ziko heran.


✉️ Jack.


Pak tadi Nyonya besar menghubungi Bapak tapi tidak ada jawaban, dan sekarang beliau menghubungi saya sekitar 10 menit yang lalu. Nyonya bilang sudah tiba di Jakarta tepatnya sekarang sudah berada di Mansion Bapak yang berada di jalan X.


✉️ Ziko.


Baiklah, jadi kau urus dulu sebentar Jack saya ada urusan di luar.


✉️Jack.


Baik Pak.


"Heem.. Ziko berdehem memecah keheningan sambil meletakkan ponselnya di atas meja makan."


"Uncle cepatlah pulang sudah malam, gak baik kalau perjaka pulang larut malam, kebetulan makanan Uncle juga sudah mau habis." Ucap Marcel terkekeh.


"Hey memangnya kenapa ini baru jam 8 malam, biasanya juga Uncle pulang larut malam tidak ada apa-apa." Protes Ziko.


"Kalau pulang larut malam biasanya ada penguntit yang tak terlihat, Uncle masa tidak tahu soal hal itu." Ucap Marcel dengan entengnya.


*Sepertinya* seru nih ngerjain Uncle Ziko. Batin Marcel terkekeh.


"Penguntit yang tak terlihat?!" Tanya Ziko penasaran.


"Hemm iya Uncle." Jawab Marcel santai.


Keyla hanya memperhatikan mereka berdua dan tidak bermaksud untuk ikut berbicara, tapi seketika Keyla tertawa melihat tingkah Ziko yang panik langsung menelpon Asisten pribadinya.


"Hallo Jack."


(______________________)


"Kau tahu tentang penguntit tak terlihat?!" Tanya Ziko penasaran.


(________________________)


"Ah bodoh kau Jack masa tidak tahu." Protes Ziko.


(___________________________)


"Kau di mana sekarang?!" Tanya Ziko mulai panik melihat jam tangannya.


(_____________________________)


"Jack 20 menit kau harus sudah tiba di apartemen milik Keyla, kalau tidak kau pilih pergi ke gurun atau kutub utara berternak di sana." Ancam Ziko.


(___________________________)


"Tidak ada bantahan Jack kau---" Teriak Ziko sambil melihat ke arah Keyla dan Marcel bergantian, ia melihat mereka sedang menutup telinga dan menahan tawa.


Baguslah Uncle penakut. Batin Marcel tersenyum menyeringai.


"Hey kalian sedang apa?! Kenapa menutup telinga dan wajah kalian kenapa merah menahan tawa?!" Tanya Ziko penasaran sambil meletakkan ponsel dan menatap intens kepada mereka berdua.


*Padahal Marcel hanya bercanda dan lagian* penguntit tak terlihat itu hanyalah CCTV, kau penakut Ziko. Batin Keyla terkekeh.


"Hey kalian apanya yang lucu.?!" Gerutu Ziko kesal.


haha.. haha.. haha..


Keyla dan Marcel masih tertawa terbahak-bahak, sesekali menatap kearah Ziko.


"Berhenti." Bentak Ziko kepada Marcel dan Keyla.


Kemudian Keyla dan Marcel berhenti tertawa, sambil menyeka buliran air mata yang sudah keluar dari sudut matanya. Seketika Ziko beranjak berdiri dan menghampiri Keyla.


"Sayang makasih untuk makan malamnya ya, sungguh lezat dan suatu kehormatan bagiku bisa makan malam bersama kalian." Ucap Ziko tersenyum.


"Heem sama-sama." Jawab Keyla datar tanpa melihat ke arah Ziko.


Perasaan di sini aku yang memasak makanan ini. Batin Marcel heran, sambil menatap Ziko.


"Aku pulang dulu sayang, hey kau bocah awas ya jangan sampai kau bikin anak dengan Mommymu, ingat." Ancam Ziko dengan tatapan tajam ke arah Marcel.


haha ... haha...


"Tidak janji Uncle." Ucap Marcel terkekeh.


"say----- Rengek Ziko kepada Keyla tapi belum sempat melanjutkan ucapannya sudah di potong terlebih dahulu oleh Keyla.


"Cepatlah pulang kenapa kau masih di sini." Bentak Keyla mulai kesal.


"Baiklah aku pulang dulu." Jawab Ziko dengan suara lirih, sambil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan apartemen milik Keyla.


Sementara di ruang makan Keyla dan Marcel masih menikmati makan malam, yang sempat tertunda karena tingkah Ziko.


"Sayang apa maksudmu berbicara seperti itu kepada Uncle Ziko." Tanya Keyla sambil mengunyah makanan tanpa melihat ke arah Marcel.


"Maksud Mom?! Seperti itu apa." Jawab Marcel pura-pura tidak tahu.


"Jangan pura-pura tidak tahu, Mom tahu kau sedang berpura-pura." Ucap Keyla santai.


"Hem.. Baiklah Mom aku minta maaf, tadi hanya becanda." Jawab Marcel sambil memeluk Keyla yang berada di sampingnya.


"Baiklah Mom maafkan, lain kali kalau mau berbicara di saring dulu ucapanmu." Ucap Keyla membalas pelukan Marcel.


Saring, apa itu? memang ucapan harus di saring dulu. Batin Marcel bertanya-tanya.


"Mom yang akan membereskan meja makan dan mencuci piring kau isirahat saja sayang." Ucap Keyla sambil membereskan meja makan.


Ketika Keyla sedang mencuci piring tiba-tiba Keyla terkejut karena Marcel memeluknya dari arah belakang.


"Mom, apa kau menyukai Uncle Ziko." Tanya Marcel dengan suara serak.


"Kenapa kau bertanya seperti itu sayang, lepaskan tanganmu Mom lagi mencuci piring dulu." Ucap Keyla.


"Heem tidak, jawab dulu Mom." Rengek Marcel.


"Tidak sayang, Mom tidak menyukai Uncle Ziko." Jawab Keyla tersenyum.


Seketika Marcel merasa puas dengan jawaban dari Keyla, ia langsung memeluk erat Keyla dari arah belakang.


"Sayang lepaskan Mom." Protes Keyla.


"Baiklah sorry Mom." Jawab Marcel terkekeh sambil melepaskan pelukannya dan mencium bahu Keyla dari belakang.


Cup


Di tempat lain.


Di perjalanan Ziko duduk di samping Jack yang berada di kursi pengemudi, pikirannya masih bertanya-tanya sebenarnya siapa penguntit tak terlihat itu.


"Jack." Tanya Ziko menoleh ke arah Jack yang berada di kursi pengemudi.


"Iya Pak."


"Kau tahu tentang penguntit tak terlihat Jack.?!" Tanya Ziko pelan.


Hah penguntit tak terlihat?! Siapa dia. Batin Jack bertanya-tanya.


"Maaf Pak saya tidak tahu." Jawab Jack cepat.


"Bodoh kau Jack masa tidak tahu, Marcel saja dia tahu tentang penguntit tak terlihat itu." Gerutu Ziko kesal.


Anda juga bodoh Pak. Batin Jack tidak terima.


"Kenapa Bapak tidak menanyakan hal itu kepada Marcel saja Pak?!" Tanya Jack heran.


"Gengsi Jack, masa saya harus menurunkan harga diri saya di depan dia untuk menanyakan hal itu." Jawab Ziko dengan entengnya.


Gengsi ! Tidak ada di dalam kamus hidup Bapak kata itu. Batin Jack sambil menggelengkan kepalanya.


"Yasudah biar saya saja yang menanyakan hal itu kepadanya Pak." Ucap Jack santai.


"Ide bagus Jack, kau selalu bisa di andalkan." Ucap Ziko tersenyum.


"Iya Pak nanti saya bilang di suruh Pak Ziko karena beliau penasaran tentang penguntit tak terlihat itu." Jawab Jack dengan enteng.


"Kau bodoh sekali Jack itu sama saja aku yang menanyakan hal itu langsung kepadanya." Decak Ziko kesal.


"Jack putar arah sekarang ke Mansion yang berada di jalan Y, saya malas jika harus bertemu Mommy malam ini." Ucap Ziko dengan santai.


Haduh kebiasaan, kenapa tidak dari tadi mengatakannya Pak. Ini sudah hampir sampai dan kau bilang putar arah dasar bos gila. Batin Jack kesal.


"Baik Pak.


Ekspresi Ziko ketika sedang di tatap oleh Keyla.



Ekspresi Keyla yang sedang menatap Ziko.



Ekspresi Marcel yang tidak menyukai Keyla menatap Ziko.



Terimakasih Readers yang sudah mampir di karya pertamaku, Maafkan kalau masih ada kata yang kurang di mengerti.


Jangan lupa untuk Like, Coment, dan Vote ya supaya saya lebih semangat lagi buat Updatenya.