
Malam harinya.
Keyla sibuk sedang membereskan beberapa pakaiannya ke dalam koper, dan keperluan lain di dalam kamarnya.
"Sepertinya sudah semua." Gumam Keyla melihat kembali ke dalam kopernya.
Setelah selesai membereskan beberapa pakaian dan barang yang akan di bawa ke London, lantas Keyla segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Manik mata indah Keyla menatap langit-langit kamar dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Sepertinya aku harus pindah ke mansion, setelah pulang dari London."
Mengingat tadi bertemu dengan Andrew, aku sedikit khawatir kalau dia juga pasti akan menemui Marcel dan mencurigaiku kalau terus bertemu di sini. Batin Keyla nampak berfikir.
Tok.. Tok..
Lamunan Keyla buyar setelah mendengar suara ketukan pintu kamar, ternyata Marcel sedang memanggilnya dari luar kamar.
"Mommy, apa boleh aku masuk?!" Tanya Marcel hati-hati, sambil mengetuk pintu kamar Keyla.
"Boleh sayang masuk saja, Mom tidak menguncinya." Teriak Keyla dari dalam kamar.
Ceklek.
Marcel menatap Keyla dengan tatapan yang sulit di artikan. Dan kemudian dia berjalan menghampiri Keyla, sambil merebahkan tubuhnya di samping Keyla.
"Ada apa sayang." Keyla sekilas melihat raut wajah Marcel yang mulai gelisah.
Apa sebaiknya aku jujur saja dengan perasaanku kepada Mommy. Batin Marcel bertanya-tanya.
Hem.. Marcel berdehem menghilangkan rasa gugup dan kegelisahannya.
"Sayang bicaralah." Keyla mengerutkan keningnya menatap Marcel dengan tatapan menyelidik, karena tidak biasanya sikap Marcel seperti ini.
"Mom sebenarnya." Marcel tidak meneruskan ucapannya, melainkan menatap manik mata indah Keyla dengan dalam, saat ini ada rasa cinta yang belum bisa dia utarakan.
"Aku cuma mau bilang ingin kuliah di Universitas yang kemarin di rekomendasikan dari sekolah, karena aku memiliki IQ di atas rata-rata. Jadi kemungkinan besar saat kuliah di sana tidak akan ada orang yang bisa mengalahkan kecerdasanku." Akan tetapi hanya itu yang keluar dari bibir Marcel, dengan rasa percaya diri dia tersenyum ke arah Keyla.
"Sayang kau terlalu percaya diri sekali." Keyla terkekeh mendengar ucapan Marcel.
"Lebih baik percaya diri Mom, dari pada harus insecure." Marcel berdiri dari atas ranjang.
"Yes kau memang benar sayang." Dengan santai Keyla menjawab.
"Mom apa kau sudah membereskan beberapa keperluanmu untuk dua hari di London." Tidak sengaja Marcel melihat sebuah koper di dekat sofa.
"Iya sayang, pagi-pagi Mom harus segera ke bandara untuk take off ke London." Keyla berdiri di hadapan Marcel dan tersenyum.
Kenapa Mom tidak naik pesawat jet pribadi saja. Batin Marcel bertanya-tanya.
"Karena Mom ingin mencoba menaiki pesawat yang di dalamnya ada beberapa orang di sana." Dengan santai Keyla berjalan keluar kamar meninggalkan Marcel yang terlihat sedang berfikir.
"Kenapa Mom bisa tahu, padahal aku belum mengatakannya." Gumamnya pelan mengikuti langkah Keyla keluar kamar.
"Mom bukannya kau tidak menyukai." Marcel tidak meneruskan perkataannya, melainkan menatap ragu ke arah Keyla.
"Iya Mom tahu, tapi kenapa tidak mencoba sayang." Dengan santai Keyla mengangkat kedua bahunya.
________
Sementara di tempat lain seorang pria sedang menatap keluar jendela dari atas balkon, dengan tersenyum menyeringai.
"Kita lihat apakah dia tetap masih sombong, setelah aku menghancurkannya." Seringai tipis dari sudut bibirnya.
Keesokan paginya.
Keyla terlihat sudah rapih memakai rok di atas lutut berwarna nude, dan juga jas yang senada dengan warna rok.
"Sayang Mom berangkat dulu." Keyla tersenyum ketika melihat Marcel yang baru keluar dari dalam kamar, dengan rambut yang acak-acakan sehabis bangun tidur terlihat sexy di mata Keyla.
So sexy sayang. Batin Keyla terkekeh.
"What sepagi ini Mom." Marcel terkejut dengan ucapan Keyla, dan menatapnya tidak percaya.
"Iya sayang, lagian Aunty Diana sudah ada di dalam mobil nungguin Mommy." Keyla sekilas melihat jam tangan yang melingkar, dan tersenyum ke arah Marcel.
"Wait Mom, aku ikut." Marcel segera masuk kembali ke dalam kamar mengganti pakaian untuk siap-siap mengantar Keyla ke bandara.
"Baiklah, Mom akan menunggumu." Ucap Keyla sambil menggelengkan kepala.
"Ayo Mom berangkat." Ajak Marcel tersenyum kepada Keyla, sambil membawa koper.
"Iya sayang." Balas Keyla tersenyum.
Akhirnya Keyla dan Marcel sudah sampai di depan apartemen, di sana sudah ada mobil hitam dan Pak supir yang sedang berdiri menunggu kedatangannya.
"Selamat pagi Bu, silahkan." Sapa Pak supir tersenyum ke arah Keyla dan Marcel, sambil membuka pintu mobil.
"Iya pagi Pak, makasih." Balas Marcel tersenyum, sedangkan Keyla tidak menjawab dia langsung memasuki mobil.
"Eh Aunty cepetan pindah ke depan." Ucap Marcel, ketika melihat Diana sudah berada di dalam mobil duduk di sebelah Keyla.
"Hey yang sudah duluan masuk mobil siapa." Diana tak terima, menatap sengit ke arah Marcel.
"Aunty ini mobil punya siapa." Gerutu Marcel kesal, yang melihat Diana melayangkan tatapan sengit ke arahnya.
"Punya setan." Jawab Diana spontan menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Ah dasar bodoh malah membangunkan dua singa sekaligus. Batin Diana ketakutan.
"Diana." Decak Keyla kesal menatap tajam ke arah Diana.
"Sorry Key, lo merasa ya jadi setan." Ucap Diana dengan hati-hati, menatap ragu ke arah Keyla.
"Yaiyalah.. Diana ini mobil punya gua otomatis lo menyebut punya setan berarti lo ngatain gua setan." Gerutu Keyla kesal.
"Sorry Key, gua hanya becanda." Diana hanya menyengir kuda di hadapan Keyla.
*Cih.
Menyebalkan. Batin Keyla kesal.
"Ayo pindah Aunty." Perintah Marcel dengan raut wajah datar kepada Diana
"Ibu sama anak sama saja, semua menyebalkan." Gumamnya pelan, sambil keluar dari mobil dan pindah ke kursi depan di samping Pak supir.
"Aunty, Diana." Ucap Marcel dan Keyla serentak kepada Diana.
"Apa, kalian so kompak saja." Gumam Diana kesal, tanpa melihat ke arah kursi belakang.
Haha.. haha..
"Memang kita kompak." Ucap Marcel di sela tawanya.
*Huh..
Terasa geli mendengarnya. Batin Diana kesal.
15 Menit kemudian..
Akhirnya mobil Keyla sudah sampai di bandara, dan kemudian Pak supir segera mengeluarkan koper milik Keyla dan Diana. Serta membawa koper tersebut mengikuti langkah majikannya memasuki bandara untuk segera melakukan penerbangan.
"Mom semoga selamat sampai tujuan." Marcel memeluk Keyla dengan erat, seakan di tinggalkan beberapa tahun.
"Iya sayang makasih, kamu jaga diri baik-baik ya di sini selama Mommy di luar negri." Keyla membalas pelukan Marcel.
"Hey kalian serasa dunia milik berdua saja, so romantis padahal cuma di tinggal dua hari tapi seperti mau bertahun-tahun saja." Gerutu Diana kesal melihat pemandangan di hadapannya.
"Sirik aja Aunty." Marcel kesal segera melepaskan pelukannya dan menatap tidak suka ke arah Diana.
"Biarin, Ayo Key sebentar lagi pesawat akan take off kita harus segera memasuki pesawat." Diana sekilas melihat jam tangannya, dan menatap ke arah Keyla.
"Baiklah."
Keyla mengikuti langkah Diana, dari kejauhan dia membalikan badannya menatap ke arah Marcel yang masih berdiri menatapnya sambil tersenyum.
Keyla yang melihat itu ikut tersenyum, dan langsung melambaikan tangannya ke arah Marcel.
Setelah pesawat yang Keyla tumpangi sudah terbang, Marcel hanya bisa menatap sendu ke atas awan. Pikirannya saat ini dua hari terasa dua tahun bagi Marcel.
________________________
Terimakasih sudah mampir❤️