Hot Mommy

Hot Mommy
Hari yang di nantikan



Setelah lama menunggu akhirnya Keyla keluar dengan gaun pengantin berwarna hitam dengan belahan dada yang sedikit rendah, membuat dia terkesan sangat cantik dan bercahaya memakai gaun tersebut.


Marcel yang sedari tadi sudah mulai bosan dan tidak nyaman duduk di atas sofa, akhirnya terbayar sudah ketika melihat Keyla sedang berdiri mengenakan gaun pengantin sedang tersenyum ke arahnya.


Mommy memakai pakaian apapun pasti akan selalu terlihat cantik. Batin Marcel tersenyum.


"Sayang gimana apakah aku terlihat cantik memakai gaun ini, dan satu lagi menurutmu kita lebih bagus memakai tema berwarna black dengan sedikit sentuhan gold atau." Keyla nampak berfikir dan beralih menatap ke arah Marcel, sedangkan Marcel yang mendengar dengan susah payah dia menelan salivanya.


Apa katanya lebih bagus dengan tema berwarna black dengan sedikit sentuhan gold. Bukannya kemarin dia sudah menentukan warna white rose apalagi pihak WO sudah menyetujuinya dan sekarang, oh astaga. Batin Marcel merasa kesal dengan sifat Keyla yang sekarang, tidak seperti dulu yang sangat konsisten dengan ucapannya.


"Sayang kenapa kamu hanya diam saja, apakah kamu keberatan dan tidak menyetujuinya." Sekarang mata Keyla mulai berkaca-kaca menatap Marcel yang masih diam seperti patung hidup.


"Bo-leh sayang nanti aku suruh Andrew untuk suruh mereka mengganti tema." Marcel gugup dan berusaha menenangkan calon istrinya.


Sepertinya lebih menyenangkan langsung bergoyang di atas ranjang bersama Mommy dari pada harus menikah terlebih dahulu. Batin Marcel prustasi.


"Terimakasih sayang kau memang calon suami idaman semua wanita." Keyla tersenyum lembut membayangkan pesta pernikahannya memakai tema berwarna black dengan sedikit sentuhan gold.


Setelah mengatakan keinginannya dan memperlihatkan gaun pengantin di hadapan Marcel dia kembali masuk ke dalam ruang ganti, tidak berapa lama Keyla keluar dengan pakaian yang sebelumnya dia kenakan ketika masuk ke dalam butik.


"Ayo sayang kita pulang ke mansion, sepertinya hari ini menguras tenagaku. Huh melelahkan." Keyla mengajak Marcel sambil membuang nafas.


Menguras tenaga? Perasaan Mommy hanya sedang mencoba gaun bukan mengangkat beban. Batin Marcel menggelengkan kepalanya.


"Iya sayang, apa kamu lapar? Ingin makan terlebih dahulu atau langsung pulang saja." Marcel merangkul pinggang Keyla dengan posessive dan mulai berjalan meninggalkan butik, sementara para karyawan yang melihat kemesraan Marcel terhadap Keyla mereka merasa iri, karena sedari tadi mereka lihat jika Marcel sangat kesal dengan tingkah Keyla yang sudah beberapa kali mencoba gaun pengantin tapi dengan sabar Marcel masih tersenyum dan sekarangpun memperlakukan calon istrinya sangat posessive.


"Ya tuhan aku mau pria seperti dia."


"Sudah tampan, baik pengertian lagi."


"Jika ada satu lagi tolong berikan untukku tuhan."


Masih banyak lagi ucapan para karyawan butik yang sedang memuja Marcel.


Setiba di foodcourt Marcel segera memesan makanan kesukaan Keyla, dia tidak tega melihat wanita yang di cintainya terlihat sangat pucat bahkan mengeluarkan beberapa buliran keringat di keningnya.


"Sayang habis ini kita ke dokter ya?" Ajak Marcel khawatir.


"Tidak usah nanti juga sembuh, tenang aja sayang." Keyla berusaha tersenyum lembut supaya Marcel tidak khawatir dengan keadaannya.


"Tapi--- Hmm baiklah sayang." Ucapan Marcel terpotong dengan tatapan mata Keyla yang tajam, membuat Marcel dengan refleks mencium kedua mata Keyla.


"Marcel Wijaya." Bentak Keyla dengan suara keras sehingga membuat beberapa orang yang berada di sana menoleh ke arahnya.


"Sepertinya suara itu tidak asing bagiku." Di tempat lain terlihat seorang pria bersama seorang wanita tengah menikmati makanannya, tiba-tiba mereka mendengar suara bentakan yang sangat familiar di telinganya.


Perlahan mata mereka menangkap sosok Keyla dan Marcel yang masih beradu mulut di salah satu meja yang tidak jauh dengannya.


Sepertinya Ziko masih mencintai Keyla. Batin Caca merasa sakit.


"Keyla aku merindukanmu." Ziko dengan antusias memeluk Keyla yang sedang berdiri memaki-maki Marcel, dan dia melupakan statusnya saat ini yang sudah memiliki seorang istri bahkan dia menghiraukan Marcel yang tengah mengepalkan tangannya dengan tatapan membunuh.


Sementara Keyla sangat ketakutan saat melihat perubahan di raut wajah Marcel, baginya dia sangat menakutkan seperti monster apalagi ketika melihat sorot mata tajamnya.


Keyla bukan malah melepaskan pelukannya dengan Ziko, dia justru lebih mengeratkan pelukannya di tubuh Ziko dan memejamkan kedua matanya.


"Are you okay honey." Ziko merasa sesak karena pelukan Keyla yang tiba-tiba sangat erat, sepertinya ada yang tidak beres pikirnya.


"Lepaskan dia." Tidak tahan melihat Keyla memejamkan matanya di bahu Ziko, Marcel dengan kesal menarik tangan Ziko supaya menjauhi wanita yang di cintainya.


"Kau." Ziko terkejut melihat Marcel tengah menatap dirinya tajam dan menarik tangannya kasar.


"Apa?! Kemana istrimu bukannya kau lagi berbulan madu." Gerutu Marcel kesal dengan mengajukan beberapa pertanyaan.


"Aku di sini, dan kami sudah pulang." Caca menjawab ucapan Marcel dan berdiri di samping suaminya.


"Caca." Keyla tidak menyangka akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan sahabatnya.


"Iya ini aku apa kabar?!" Sapa Caca terlihat datar tidak seantusias Keyla yang sedang memeluk dirinya erat.


❤️❤️❤️❤️


Keesokan harinya.


Hari yang di nantikan oleh Keyla bersama Marcel menuju gerbang pernikahan pun akhirnya di rasakan oleh mereka berdua, tak di sangka yang awalnya pertemuan Keyla terhadap Marcel kecil hanya merasa kasihan melihat anak kecil tengah malam sedang menangis seorang diri di pinggir jalan.


Membuat Keyla membawa Marcel kecil masuk ke dalam kehidupannya, dan perlahan membuat seorang Keyla Wijaya yang dulunya terkenal dengan sosok wanita dingin berubah menjadi wanita hangat dan mudah tersenyum.


Keyla masih tidak menyangka statusnya yang dulu bersama Marcel hanya seorang Mommy dan anak angkat, kini dia telah berubah status menjadi seorang istri dari Marcel Putra Jaya yang tak lain sebenarnya Marcel adalah anak dari seorang pengusaha yang sama berpengaruhnya di dunia bisnis.


"Key lo sangat cantik sekali hari ini." Diana sangat mengagumi kecantikan Keyla saat ini yang tengah selesai di rias oleh MUA terkenal di dunia.


"Hey kemana aja lo baru menyadari kecantikan gue, apalagi MUA yang gue pakai adalah yang terkenal di dunia." Keyla menyombongkan dirinya di depan Diana dengan suara ketus.


"Yaelah lo sombong amat sih nanti gue kalau jadi nikah sama si bapak mertua lo, gue kutuk lo jadi biri-biri dasar mantu durhaka." Tanpa sadar Diana meracau di depan Keyla bahkan dia keceplosan tentang hubungannya bersama Rangga.


"Maksud lo." Selidik Keyla menaikkan satu alisnya.


Mampus dah gue ketahuan, ini mulut kenapa tidak bisa di rem sih. Batin Diana merasa kesal.


_________________


Terimakasih yang sudah mampir❤️