Hot Mommy

Hot Mommy
Dijodohkan



Ketika Diana keluar dari ruangan Keyla, dia begitu terkejut mendapati Marcel yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Keyla dengan raut wajah sendu.


"Kau sedang apa di sini, kenapa tidak pergi ke sekolah?!" Tanya Diana penasaran menatap ke arah Marcel.


"Hemm.. Apa Mommy ada di dalam Aunty?!" Jawab Marcel mengalihkan pembicaran.


"Iya dia ada di dalam, sebenarnya kau kenapa?! Apa jangan-jangan kau terlibat tauran antar sekolah ya." Selidik Diana dengan tatapan tajam.


Sedangkan Marcel dia malas jika harus menjawab perkataan Diana, karena dia tahu jika Diana tidak akan pernah puas dengan satu pertanyaan.


Tanpa di persilahkan masuk, Marcel langsung melewati Diana yang sedang berdiri di hadapannya. Dan menatap pintu ruangan Keyla sambil memegang handle pintu.


"Hei kau kenapa tidak menjawab." Decak Diana kesal.


"Lebih baik Aunty diam dan jangan ikut campur tentang urusan orang lain." Dengan malas Marcel menjawab tanpa melihat ke arah Diana, sambil memegang handle pintu.


"Baiklah Aunty pergi, ingat jangan bikin ulah di dalam apalagi sampai menghancurkan ruangan Mommymu. " Ucap Diana terkekeh, sambil menatap ke arah Marcel.


Marcel hanya menjawab "Iya." sambil memutar kedua bola matanya malas yang masih memegang handle pintu.


Ketika Marcel menekan handle pintu ruangan Keyla untuk masuk ke dalam. Tiba-tiba Diana bertanya lagi kepada Marcel.


"Oh iya sebenarnya kau kenapa?!"


"Auntyyy." Gerutu Marcel kesal karena dari tadi Diana terus saja bertanya kepadanya, membuat Marcel sedari tadi geram karena belum juga membuka pintu.


"Ok masuklah." Ucap Diana dengan santainya.


Cih


Tanpa di suruh juga aku pasti masuk. Batin Marcel kesal sambil membuka handle pintu.


Marcel melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Keyla, dan berdiri di hadapannya. Akan tetapi Keyla tidak menyadari kedatangannya.


*Mom kau ternyata di kantor sesibuk ini bahkan begitu banyak dokumen di atas mejamu, tapi ketika kau pulang tidak pernah mengeluh sama sekali. Malahan Mom selalu tersenyum. Batin Marcel lirih* menatap Keyla.


Jari jemari Keyla sangat lihai menggunakan keyboard komputer, ketika Keyla meregangkan otot-ototnya dia menatap heran ke arah Marcel yang sedang berada di hadapannya.


"Sayang kenapa tidak pergi ke sekolah." Ucap Keyla heran, sambil menatap raut wajah Marcel yang terlihat sendu.


"Mom aku minta maaf soal tadi pagi, please jangan mendiamkanku." Jawab Marcel dengan suara parau mengalihkan pembicaraan, sambil menghampiri kursi kebesaran Keyla.


"Aish kau ini kenapa masih di bahas soal tadi pagi sayang, kan Mommy sudah bilang lupakan saja." Keyla menjelaskan sambil menatap manik mata Marcel.


"Tapi kenapa sikap Mom sekarang berbeda kepadaku."


"Maaf sayang, Mom tidak bermaksud hanya saja Mom--- Keyla belum sempat menyelesaikan ucapannya, Marcel langsung menarik tangan Keyla dan memeluknya dengan erat.


"Please Mom aku tidak menyukai sikap Mommy yang seperti ini." Ucap Marcel lirih, sambil menempatkan kepalanya di ceruk leher Keyla.


"Iya sayang Mom minta maaf." Keyla membalas pelukan Marcel dan mengelus punggung kokoh Marcel


"Keylaaaa." Teriak Caca kesal sambil membuka pintu, dan seketika raut wajah Caca berubah menjadi terkejut melihat Keyla dan Marcel sedang berpelukan.


"Ca apa mau gua cabut jabatan lo dari Direktur, kebiasaan ya kalau ke sini seenaknya main masuk aja. Gimana kalau di ruanganku ada tamu penting." Decak Keyla kesal, sambil melepaskan pelukan dari tubuh Marcel.


"Sorry Key gua suka lupa, maksud lo tamu pentingnya ini." Ucap Caca cengengesan.


"Sebenarnya ada perlu apa Direktur Caca sampai datang ke kantorku?!" Tanya Keyla mengalihkan pembicaraan sambil duduk di atas sofa.


"Heem sebenarnya gua--- Caca belum menyelesaikan ucapannya dia terus menatap bingung ke arah Marcel dan Keyla secara bergantian.


Marcel tahu dengan situasi seperti ini dia memutuskan untuk pergi dari ruangan Keyla.


"Mom aku pergi dulu ya." Ucap Marcel sambil mencium kening Keyla, dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan Keyla.


"Uh sosweet." Gumam Caca pelan.


"Hati-hati sayang, awas jangan bolos sekolah lagi." Teriak Keyla kepada Marcel.


"Iya Mom."


"Jadi sebenarnya lo mau cerita apa Ca?!" Tanya Keyla to the point.


"Gua mau di jodohin Key." Dengan gugup Caca menjawab ucapan Keyla.


"What sama siapa?!" Tanya Keyla penasaran.


"Entah gua gak tahu Key, yang pasti gua belum tau namanya bahkan lihat mukanya saja belum." Caca menjelaskan sambil menyandarkan tubuhnya di atas sofa.


"Menunggu Key." Jawab Caca spontan.


"Menunggu siapa?! Selidik Diana yang baru datang, sambil berjalan menghampiri Keyla dan Caca yang sedang duduk di atas sofa.


"Diana lo mau gua pecat hah!" Bentak Keyla kesal, sambil memegang dadanya.


"Sorry Key, dari tadi gua mengetuk pintu tapi tidak ada respon dari dalam, yaudah gua masuk saja lagian gua gak bikin kalian kangen." Dengan santainya Diana menjelaskan sambil duduk di sebelah Caca.


"Hemm.. Terserah lo." Jawab Caca malas.


"Jadi lo menunggu siapa?! Tanya Diana penasaran.


"Si Caca mau di jodohin Di, tapi katanya dia gak mau tuh. Karena dia sedang menunggu dudanya si brengsek itu." Ucap Keyla.


"Serius Ca lo mau di jodohin? Kalau tampan dan berduit buat gua saja." Ucap Diana antusias.


"Eh dasar mata duitan." Gumam Caca.


Haha .. haha ..


"Gua udah malas bekerja Ca." Celetuk Diana langsung menutup mulutnya.


"Oh jadi lo udah malas bekerja, hemm jadi kapan lo mau mengundurkan diri." Ucap Keyla dengan tatapan mengintimidasi.


Haduh salah ngomong gua. Batin Diana


"Ca nanti kabarin lagi ya tentang jodoh lo siapa, gua pamit duluan ya sepertinya gua sedang membangunkan singa betina yang sedang tidur." Bisik Diana kepada Caca, tapi masih bisa di dengar oleh Keyla.


"Sialan lo ngatain gua singa betina, Diana lo mau pilih yang mana hah?!" Bentak Keyla kesal.


"Gua pilih keluar ruangan ini aja Key." Diana berdiri dan langsung berjalan keluar.


"Awas saja nanti Di." Gerutu Keyla kesal.


"Key, lo sama Diana seperti tom and jerry saja." Ucap Caca terkekeh.


"Huh menyebalkan." Gumamnya pelan.


"Terimakasih ya Key, lo udah mau mendengarkan cerita putri cantik." Ucap Caca dengan percaya diri.


Cih.


"Ya ya ya mending sekarang lo pulang, guamasih banyak kerjaan tuh liat di meja." Tunjuk Keyla ke atas meja.


"Okay gua pamit Key, thanks ya lo sahabat gua yang terbaik." Ucap Caca sambil memeluk Keyla dengan erat.


"Iya cepat lepasin, gua gak bisa bernafas."


"Okay bye."


Sementara di tempat lain, Ziko yang sedang menunggu balasan pesan dari Keyla terus menatap layar ponsel. Akan tetapi sampai sekarang Keyla belum juga membalas pesannya membuat raut wajah Ziko menjadi gelisah.


"Jack, cepat kau masuk ke ruanganku." Perintah Ziko lewat telpon.


"Baik Pak."


Tok.. tok..


"Pak ini saya Jack." Ucap Jack sambil mengetuk pintu dari luar.


"Masuk."


Ketika mendengar perintah dari dalam ruangan, Jack langsung membuka handle pintu dan masuk ke dalam ruangan Ziko.


"Apa Bapak sekarang sedang membutuhkan sesuatu." Tanya Jack penasaran melihat raut wajah Ziko yang terlihat gelisah.


"Hemm.. Jack hari ini ada berapa jadwal agendaku." Tanya Ziko to the point.


"Untuk hari ini Bapak ada beberapa jadwal agenda di luar kota." Jack menjelaskan.


"Baiklah kau boleh keluar Jack."


Ziko menghela nafas panjang sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.


Terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa Author minta dukungan kalian untuk like, coment dan vote ya 😍