
"Abis dari mana Mom?" Tanya Marcel saat melihat Keyla baru masuk ke dalam kamarnya.
"Abis menemui Aunty Diana di bawah katanya dia mau menginap di sini." Jelas Keyla berbohong dengan suara lelah, sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Huft lelah sekali hari ini." Gumam Keyla pelan sambil memejamkan kedua matanya.
"Oh." Marcel hanya ber oh ria saja dan mengikuti Keyla naik ke atas ranjang, dia juga bisa melihat jika istrinya malam ini sangat kelelahan apalagi di dalam tubuhnya kini tumbuh Marcel junior. Saat mengingat buah hatinya senyum Marcel tidak pernah pudar.
"Sayang siapa si Iman?" Tanya Keyla tiba-tiba membuka kedua matanya, dan menatap Marcel yang tengah menatap dirinya. Ternyata Keyla masih mengingat nama si Iman.
"Mom kau masih mengingat nama itu." Marcel terkejut dengan pertanyaan istrinya, padahal dia saja sudah lupa jika harus menjelaskan kepada Keyla siapa si Iman itu sebenarnya.
"Jadi gini Mom ketika kita melihat sesuatu yang sangat cantik di mata kita atau apapun itu, nah kita pasti bilang begini kan tolong kuatkan Imanku. Benarkan Mo--." Jelas Marcel panjang lebar, sementara Keyla sudah masuk ke alam bawah sadarnya dengan bibir yang sedikit terbuka.
Contoh visual Keyla.
"Kasihan sekali istriku ini, sepertinya hari ini dia sangat lelah em good night my wife and baby." Sebelum mengikuti sang istri masuk ke alam bawah sadar, Marcel mengucapkan selamat malam kepada istrinya dan babynya ya walaupun tidak ada jawaban dari mereka. Akan tetapi dia tetap mengucapkan kebiasaannya sebelum tidur, sambil tersenyum memperlihatkan sedikit deretan giginya.
Contoh visual Marcel.
🖤🖤🖤🖤🖤
Keesokan harinya.
Rangga di kejutkan dengan keberadaan Diana yang sudah berada di meja makan bersama Keyla dan Marcel, dia bisa melihat dengan jelas mata Diana yang sembab seperti habis menangis.
Apa semalam dia menginap di sini, tapi kenapa Diana tidak memberitahuku. Dan semalam pun nomornya tidak aktif. Batin Rangga bertanya-tanya.
Perlahan Rangga berjalan menghampiri meja makan, dan dia duduk berhadapan dengan Diana.
"Selamat pagi sayang." Sapa Rangga tersenyum lembut ke arah Diana.
"Pagi juga sayang." Jawab Diana tersenyum, dia tidak ingin orang lain tahu jika saat ini dia sedang kecewa karena Rangga.
*Kenapa aku merasa jika Diana hari ini sikapnya berbeda kepadaku, dan matanya kenapa? Aku merasa ada yang aneh dengan dia. Batin Rangga mulai curiga dengan sikap Diana. *
"Mata Aunty kenapa?" Marcel tak sengaja melihat mata Diana yang sembab, sambil menaikan satu alisnya.
"Oh semalam mata Aunty iritasi gara-gara memakai soflen kelamaan." Jawab Diana asal dan memperlihatkan senyumannya kepada Marcel.
"Jelek ya?" Tanya Diana mengerucutkan bibirnya, sambil menatap satu persatu orang yang berada di meja makan.
"Sangat jelek." Kini Rangga mulai menatap manik mata Diana dalam, dia ingin mencari tahu apa yang di sembunyikan oleh Diana darinya.
"Gpp yang penting aku masih bisa melihat walaupun mataku bengkak seperti ini." Gumam Diana yang masih terdengar oleh Rangga, setelah itu dia mulai menyantap sarapannya.
"Oh iya Di, apa hari ini ada pertemuan dengan perusahaan yang bergerak di bidang kuliner?" Tanya Keyla mengalihkan pembicaraan.
Walaupun semalam Diana tidak menceritakan apa masalahnya dia menangis seperti itu. Tapi Keyla sekarang bisa melihat dari gerak-gerik Diana kepada Rangga sangat berbeda, pikir Keyla mungkin ada kaitannya dengan Rangga.
"Iya ada, kenapa? Bukannya sekarang laki lu yang selalu menemui client atau jangan-jangan lu ingin melihat CEO nya." Goda Diana, sambil menelisik wajah Keyla yang sekarang sudah berubah menjadi pucat.
"Em buat apa gue ingin melihat CEO nya, ha ha gak penting." Jawab Keyla gugup sekilas dia melirik ke arah Marcel yang sedang menatap dirinya tajam.
"Aunty bisa menjelaskan kepadaku, siapa CEO dari perusahaan yang bergerak di bidang kuliner itu?" Tanya Marcel tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Keyla.
*Astaga ini bocah tengil lagi cemburu apa ya? sepertinya waktu sakit dia banyak minum obat jadi over dosis cemburunya. Batin Diana terkekeh, sambil menggelengkan kepalanya. *
"Marcel hentikan, kita sedang berada di meja makan bukan sedang di ruang keluarga jadi hentikan pembicaraan kalian dan cepat habiskan sarapannya." Ucap Rangga dengan suara dingin, sambil menatap satu persatu orang yang berada di meja makan dengan tatapan tajam.
*Huft akhirnya lega, setidaknya untuk sekarang aku terbebas dari amukan singa, rasanya leherku seperti tercekik susah sekali bernafas. Batin Keyla menghela nafas, sambil menyentuh lehernya. *
30 Menit kemudian ..
Marcel kini sudah berada di dalam ruangannya bersama Andrew, mereka sibuk menyiapkan berkas-berkas untuk pertemuan meeting dengan perusahaan Rahadian Cunlry.
"Drew tolong panggilkan semua staf manager keruanganku sekarang." Titah Marcel, dia baru teringat jika kemarin semua staf manager membicarakan dirinya dan Keyla.
"Untuk apa?" Tanya Andrew penasaran, tidak biasanya Marcel memanggil semua staf manager keruangannya.
"Jangan banyak tanya, cepat panggilkan mereka." Decak Marcel kesal menatap tajam ke arah Andrew.
"Baiklah, tunggu sebentar." Kini Andrew menelpon salah satu staf bagian manager untuk menemui Pak Marcel di ruangannya.
"Panggil semua staf manager, dan sekarang kalian semua di panggil keruangan presdir." Ucap Andrew tegas.
"Baik pak." Jawab manager di sebrang sana.
"Sebentar lagi mereka datang, sebenarnya ada apa? Tidak biasanya lu manggil mereka semua." Tanya Andrew masih penasaran.
"Nanti lu juga tahu." Jawab Marcel tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptop.
*Tok,, tok,, *
Tidak berapa lama dari luar ruangan terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk." Sahut Marcel yang mengetahui jika di depan pintu ruangannya adalah semua staf manager.
Mendengar perintah dari Marcel semua staf manager memasuki ruangan dengan berbaris seperti pasukan paskibra, dan mereka berdiri tepat menghadap ke arah Marcel yang masih duduk di kursi kebesarannya.
"Apa kalian sudah bercermin sebelum masuk ke ruangan saya?" Tanya Marcel menatap satu persatu semua staf manager, dengan tatapan tajam. Sementara semua staf manager saling pandang dia tidak tahu maksud dari ucapan presdirnya.
Hah? Sebenarnya ada apa dengan si Marcel. Batin Andrew bertanya-tanya, ketika mendengar Marcel bertanya seperti itu kepada semua staf manager.
"Oh hebat ya kalian tidak menyadari kesalahan yang kalian perbuat kepada saya dan istri saya." Marcel tersenyum menyeringai, dan mulai beranjak dari kursi kebesarannya. Dia berjalan ke arah semua staf manager.
*Apa maksud dari ucapan si Marcel. Batin Andrew kembali bertanya-tanya, pasalnya Marcel tidak mengatakan apapun kepadanya. *
Seketika semua staf manager teringat tentang kejadian kemarin yang sedang membicarakan Keyla dan Marcel ketangkap basah oleh Keyla.
"Maafkan kami pak, kami tidak bermaksud untuk-- Ucap salah satu staf yang sedang menjelaskan kepada Marcel, akan tetapi dia belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah terpotong dengan suara ketukan pintu dari luar ruangan.
Terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa LIKE, COMENT, dan VOTE ya.