Hot Mommy

Hot Mommy
Mengetahui keberadaan Alex



Sesampainya di depan mansion Wijaya, Diana segera masuk ke dalam dan kebetulan kepala pelayan sudah menyambut kedatangan Diana di dalam mansion.


"Pak saya mau bertemu Keyla di mana dia?!" Tanya Diana mengedarkan pandangannya di dalam mansion.


Dia ada di sini gak ya. Batin Diana bertanya-tanya.


"Nona ada di atas."


___________


Sesampainya di lantai atas Diana terus berjalan mencari Keyla, akan tetapi hati dan pikirannya bukan mencari Keyla melainkan mencari keberadaan Rangga.



Contoh visual lantai atas.


Namun langkah Diana terhenti ketika melihat Rangga yang sedang berdiri di balkon ruang keluarga, dengan menggunakan kaos putih polos. Tanpa sadar dari ujung pintu Diana terus memandangi wajah Rangga dari samping.



Contoh visual Rangga.


Wah tampanku, ternyata kau ada di sini. Batin Diana tersenyum.


"Woi ngapain lo di sini." Keyla mengagetkan Diana yang sedang asik memandangi wajah Rangga, dan sekilas Keyla melihat arah pandang Diana.


Tuhkan ternyata lo beneran menyukai bokapnya si Marcel. Batin Keyla terkekeh geli.


"Gua, gua di sini." Diana menjadi kikuk berhadapan dengan Keyla, dan saat ini Diana menjadi gugup.


Mampus kayanya gua ketahuan. Batin Diana khawatir.


"Kenapa?!" Selidik Keyla melihat ke arah Diana yang terlihat gelisah.


"Oh iya gua ke sini ada kabar baik buat lo Key." Diana tersenyum lebar sambil menghela nafas panjang.


Akhirnya selamat. Batin Diana mengusap dadanya.


"Oh apa itu Diana?!" Keyla sengaja meninggikan suaranya supaya Rangga yang berdiri di balkon mendengar ucapannya.


Sementara Rangga yang mendengar nama Diana, dia menoleh ke arah belakang ternyata di sana ada Diana yang sedang berdiri bersama Keyla.


Ada apa dia kemari. Batin Rangga bertanya-tanya.


Dengan langkah panjang Rangga membalikkan badannya dan berjalan menghampiri ke arah Keyla dan Diana yang sedang berdiri di ujung pintu, akan tetapi tatapan matanya hanya tertuju ke arah Diana.


Cantik. Batin Rangga tersenyum tipis.


Hemm.. Rangga berdehem sambil berjalan mendekat ke arah ujung pintu. Sedangkan Diana yang mendengar suara langkah Rangga mendekat ke arahnya dia memberanikan diri menatap ke arah Rangga, namun tak di sangka mereka beradu pandang sangat lama.


Astaga tampanku, arrgh jantung tolong kondisikan di sini tidak ada dokter. Dan kenapa juga setiap melihat raut wajah Rangga jantungku berdetak sangat kencang, tolong aku dokter spesialis jantung jika ada banyak stok mau lah satu tapi jangan mahal-mahal kalau bisa harganya. Batin Diana memegang dadanya.


Keyla yang merasa mereka saling menatap, dia tersenyum melihat Diana akhirnya bisa menemukan laki-laki yang di cintainya.


Gua harap kalian berbahagia dan menua bersama. Batin Keyla penuh harap.


"Diana katanya tadi lo mau kasih gua kabar baik, apa itu?!" Keyla memecah keheningan, sambil menepuk bahunya.


"Oh iya gua lupa ini tentang Alex." Dengan gugup Diana menjawab perkataan Keyla.


"Alex" Gumam Rangga pelan, menatap ke arah Diana dengan tatapan menyelidik.


"Tadi kau bilang Alex, jadi kabar baik apa yang akan kau sampaikan kepada Keyla." Dengan santai Rangga berdiri di hadapan Diana.


"Oh itu, ikut gua." Diana berjalan terlebih dahulu menuju ke arah sofa, dan dari arah belakang Keyla bersama Rangga mengikuti langkahnya.


Perasaan di sini gua tuan rumahnya. Batin Keyla merasa heran.


"Jadi gini, Alex sudah ketemu dan ternyata dia tinggal di indonesia bersama dengan keponakannya di sebuah mansion bukan di hotel maupun apartemen." Diana dengan santai menyilangkan satu kakinya, menatap ke arah Keyla.


"Pantas saja dia tidak ada di dua tempat itu, tapi kenapa selama ini dia susah di lacak keberadaannya." Selidik Keyla.


"Itu karena keponakannya tahu kalau Alex sedang di lacak keberadaanya, jadi Alex meminta keponakannya untuk menyembunyikan data-data dirinya bahkan meretas semua pencarian detektif handal gua dengan kemampuannya itu." Diana kembali menjelaskan kepada Keyla.


"Terus sekarang kau tahu dari mana, tentang informasi ini?!" Selidik Rangga yang sedari tadi hanya mendengarkan.


"Itu karena tidak sengaja Alex keluar dari persembunyiannya untuk menemui seseorang di sebuah cafe, nah di sana tidak sengaja detektif gua juga berada di cafe tersebut dan kebetulan dia mengenali sosok Alex walaupun dia sedang menyamar." Diana menjelaskan dengan detail kepada Rangga tanpa menatapnya.


"Key kenapa lo tidak menanyakan saja kepada Marcel, dia juga ikut menyelidiki kasus ini. Bahkan mungkin dia sudah lebih dulu mengetahuinya." Ucap Diana ketika melihat Marcel yang sedang berdiri tidak jauh dari arah sofa.


"Maksud lo?!" Keyla tidak mengerti dengan ucapan Diana.


"Tuh tanyakan saja pada orangnya langsung." Tunjuk Diana ke arah Marcel.


Glek.


Marcel yang di tatap oleh Keyla dengan tatapan tajam, dengan susah payah dia menelan salivanya membalas tatapan Keyla.


Ah jika Mommy sudah marah, habislah aku! Dia susah untuk di bujuk. Batin Marcel ketakutan.


"Sayang." Ucap Keyla menggertakkan giginya menatap ke arah Marcel.


"Iya sayang." Jawab Marcel terbata-bata, sambil berjalan menghampiri ke arah Keyla yang sedang duduk di atas sofa.


*Haha.. Haha ..


Ternyata kau ketakutan jika berhadapan dengan Keyla yang sedang marah Son. Batin Rangga terkekeh.


"Apakah ada yang ingin kau katakan sesuatu padaku sayang?!." Tanya Keyla serius.


"Apa ya sayang aku lupa." Marcel menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal, sambil tersenyum kikuk.


"Bocah tengil, cepat jelaskan tidak usah berpura-pura lagi." Timpal Diana kesal melihat Marcel yang pura-pura tidak mengetahui tentang keberadaan Alex.


"Baiklah." Marcel merebahkan tubuhnya di samping Keyla.


"Jadi aku sudah mengetahui semuanya jika yang menjebak Mommy dan Ayah itu adalah Alex, dan aku juga sudah mengetahui keberadaan Alex dari dua hari yang lalu karena kebetulan Renata adalah keponakan Alex. Jadi lebih gampang untuk mencari informasi dari Renata karena dia mencintaiku ya aku manfaatkan saja perasaannya untuk menjebak Alex." Dengan santai Marcel menjelaskan, sambil merangkul pundak Keyla.


"Dan aku juga lagi merencanakan sesuatu untuk menjebloskan Alex, karena sudah berani menyakiti dua wanita yang aku cintai." Dengan kesal Marcel menatap ke sembarang arah.


"Dua wanita?!" Selidik Keyla menatap manik mata Marcel dengan dalam.


"Iya sayang, kau dan Mommy Sella." Marcel mengelus sebelah pipi Keyla, sambil tersenyum.


"Arrgh sayang." Keyla menyembunyikan rona merah di pipinya di dalam dekapan Marcel.


____________________


Terimakasih yang sudah mampir❤️


Jangan lupa tinggalkan like, coment, dan vote ya😍🙏