Hot Mommy

Hot Mommy
Cemburu 2



Andrew nampak berfikir, dia menatap ke arah Keyla dengan tatapan intens. Kini Marcel yang sudah tahu kalau sejak tadi Andrew menatap ke arah Keyla dia langsung mencium punggung tangan Keyla. Sedangkan Keyla dia masih belum bisa mengatasi keterkejutannya.


Andrew hanya menanggapi dengan kekehan ringan.


"Hei bro kau tidak usah khawatir gua tidak akan merebutnya dari lo, karena gua bukan sahabat seperti itu." Ucap andrew di sela kekehannya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Renata yang berada di sebelah Andrew sudah mulai cemburu terhadap Keyla, kemudian dia berjalan menghampiri kursi yang berada di sebelah Marcel.


Marcel mengarahkan pandangannya ke arah Renata dengan tatapan tajam karena sudah berani duduk di sebelahnya, akan tetapi Renata tidak mempedulikan tatapan Marcel.


Raut wajah Andrew langsung berubah muram melihat Renata duduk di sebelah Marcel, kemudian dia juga berjalan menghampiri kursi kosong yang berada di sebelah Keyla. Kini Andrew tidak peduli jika Marcel marah padanya.


"Kenapa lo duduk di sebelah kekasih gua." Decak Marcel kesal sambil menatap tajam ke arah Andrew.


haha.. haha..


"Luar bisa Cel, gua baru tahu kalau lo punya kekasih ternyata bucin juga." Ucap Andrew terkekeh.


"Bukan urusan lo." Ucap Marcel tidak terima.


"Heh bro lagian gua di sini tidak menyentuhnya, santai bro lo juga duduk di sebelah Renata tapi gua biasa saja." Balas Andrew santai.


"Yaitu karena lo tidak mempunyai perasaan terhadapnya, sedangkan gua mencintai Keyla dan dia juga kekasih gua." Gerutu Marcel kesal.


Uhuk .. uhuk..


Tiba-tiba Keyla yang mendengar ucapan Marcel seketika terkejut dengan pernyataan Marcel, apakah dia hanya sedang bersandiwara pikirnya, Keyla yang sedang meminum lemon tea.


"Sayang pelan-pelan minumnya." Ucap Marcel khawatir.


Hemm.. Keyla tidak menjawab ucapan Marcel dia hanya berdehem sambil mengerutkan keningnya.


Sandiwara apalagi ini, awas saja kau Marcel jika sudah pulang habislah kau di tangan Mommy. Batin Keyla mulai jengah.


"Bro sepertinya gua pernah liat kekasih lo tapi dimana ya." Ucap Andrew sedang berfikir.


"Benarkah." Tanya Keyla penasaran.


Marcel mulai panik jika benar kalau Andrew mengetahui Keyla, karena dia baru teringat kalau sebenarnya Andrew tinggal di sebalah apartemennya.


Gawat si Andrew jika mengetahuinya. Batin Marcel khawatir.


"Ah tapi sepertinya gua lupa." Ucap Andrew terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Seketika Marcel lega mendengar ucapan Andrew bahwa dia tidak mengetahui Keyla yang sebenarnya, sementara Keyla dan Renata begitu penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh Andrew akan tetapi raut wajahnya berubah menjadi datar karena Andrew hanya mengatakan lupa.


"Kenapa muka kalian begitu serius, baru sadar ya ternyata gua tampan." Ucap Andrew percaya diri sambil mengangkat satu alisnya.


"Iya jika di lihat dari sedotan baru lo keliatan tampan." Balas Renata ketus.


Padahal gua juga tidak kalah tampan dengan Marcel. Batin Andrew lirih sambil melihat ke arah Renata.


"Lo beneran kekasihnya Marcel." Tanya Renata kepada Keyla sambil menatap dengan tatapan tidak suka.


"Yes dia kekasih gua, apakah dia mempunyai kekasih lain di sekolah." Jawab Keyla santai sambil tersenyum tipis.


Marcel terkejut dengan jawaban Keyla, dia tidak menyangka jika Keyla akan mengatakan seperti itu.


"Mana mungkin dia mempunyai kekasih Key, dia itu terlalu datar hidupnya di sekolah apalagi mempunyai kekasih. Setiap murid perempuan yang mendekatinya dia langsung menghindar kecuali ada satu yang bertahan." Ucap Andrew santai sambil melirik ke arah Renata.


"Wah siapa?!" Tanya Keyla penasaran.


"Heem dia---- Andrew belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Marcel.


"Sayang katanya tadi pengen pulang, ayo kita pulang lagian sudah larut malam." Potong Marcel sambil mengajak Keyla.


"Tapi--- Ucap Keyla sambil melirik ke arah Andrew karena dia penasaran siapa perempuan yang bertahan itu.


"Ayo." Ajak Marcel beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya menghampiri Keyla sambil mengulurkan tangannya.


Renata yang melihat Marcel mengulurkan tangannya terkejut karena dia baru melihat Marcel begitu sangat perhatian terhadap perempuan, karena selama ini dia melihat Marcel cuek terhadap perempuan di sekolahnya.


Keyla membalas uluran tangan Marcel sambil beranjak berdiri.


"Andrew, Renata gua balik dulu ya." Ucap Keyla berpamitan sambil tersenyum ramah sedang Marcel dia diam dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Keyla dan Marcel berjalan melangkahkan kakinya pergi menuju parkiran, akan tetapi tiba-tiba tawa Keyla pecah setelah meninggalkan Foodcourt, Marcel mengerutkan keningnya saat melihat Keyla tertawa sambil memegangi perutnya.


"Mom kau kenapa?!" Tanya Marcel heran.


"Sayang kau tahu Mom dari tidak ingin tertawa ketika masih di Foodcourt, rasanya Mom geli melihat tingkah kalian bertiga." Ucap Keyla di sela tawanya.


"Maksud Mom."


"Ya Mommy tau jika Renata menyukaimu sedangkan Andrew dia menyukai Renata dan kau Mommy tidak tahu." Ucap Keyla serius sambil menatap Marcel.


sedangkan aku mencintaimu Mom. Batin Marcel lirih sambil membalas tatapan Keyla.


"Mom nanti butuh penjelasanmu sayang, kenapa kau mengatakan jika Mommy kekasihmu." Gumam keyla serius.


"Baiklah Mom."


Di saat Keyla dan Marcel sedang berjalan menuju parkiran tiba-tiba ponsel milik Keyla berbunyi ada tanda pesan masuk.


Ting..


**Pesan Masuk.


✉️ Ziko.


Sayang kamu sedang apa?


✉️Keyla.


Aku lagi di luar, ada apa?


✉️Ziko.


Sayang masih belum pulang, kenapa? ini sudah larut malam. Cepat sekarang kamu pulang sayang tidak baik wanita sepertimu malam-malam keluar.


Keyla tidak membalas pesan dari Ziko, dia hanya melihat saja dan memasukan ponselnya ke dalam tas.


"Siapa Mom." Tanya Marcel penasaran.


"Heem Uncle Ziko, sayang."


Seketika raut wajah Marcel berubah menjadi muram ketika mendengar kalau Uncle Ziko yang mengirim pesan kepada Keyla, sedangkan Keyla setelah menerima pesan dari Ziko dia nampak berfikir kenapa Ziko bisa mengetahui kalau dia masih diluar dan belum pulang apa maksudnya. Gumamnya di dalam hati.


Sementara di tempat lain Ziko yang tidak menerima balasan pesan dari Keyla uring-uringan di dalam kamar.


"Keyla Wijaya kenapa tidak membalas pesanku." Ucapnya kesal sambil melihat layar ponsel.


"Kenapa dia belum pulang."


"Kemana dia bersama si bocah tengil itu."


"Oh ****." Teriak Ziko sambil membanting ponsel ke ranjang.


Tok.. tok..


"Sayang boleh Mom masuk." Marisa mengetuk pintu sambil teriak dari luar kamar.


"Hemm .. Masuk Mom." Perintah Ziko malas dari dalam kamar.


Marisa yang mendengar sahutan dari dalam kamar Ziko dia langsung masuk ke dalam dengan tergesa-gesa.


"Ada apa Mom." Tanya Ziko penasaran melihat Marisa panik.


"Sayang cepat ganti pakaianmu dan sekarang jemput calon istrimu, cepat!!" Perintah Marisa panik sambil menyiapkan pakaian milik Ziko.


"What dimana Mom." Decak Ziko terkejut.


"Di rumah sakit memangnya di mana lagi, Hah!!" Bentak Marisa kesal sambil melepar pakaian ke wajah Ziko.


"Mommm." Teriak Ziko kesal.


Terimakasih yang sudah mampir,


jangan lupa tinggalkan Like, Coment, dan Vote.