
Perusahaan Wijaya Group.
Di dalam ruangan Marcel senyum-seyum sendiri seperti orang yang mendapatkan lotre, dia mengingat kejadian tadi malam yang berolahraga bersama Keyla sampai jam 2 pagi. Bahkan di pagi haripun masih berlanjut sehingga membuat area sensitif Keyla bengkak.
Sementara Diana yang sedang menyerahkan beberapa berkas di atas meja kerja Marcel, di buat penasaran dengan tingkah Marcel yang seperti sedang mendapatkan lotre.
Astaga sepertinya dia mendapatkan lotre hari ini, apa itu? Batin Diana penasaran.
"Heh bocah tengil, kau kenapa seperti orgil saja." Selidik Diana menggoda Marcel yang masih senyum-senyum sendiri.
"Stttt, Aunty diam saja jika tidak tahu." Marcel memberikan isyarat kepada Diana untuk diam.
Beraninya kau tidak menjawab ucapanku dasar bocah tengil, awas saja dia. Batin Diana mendengus kesal.
"Oh iya gimana si Keyla, lo tidak macam-macam kan sama dia." Tanya Diana dengan tatapan menyelidik ke arah Marcel.
Deg.
Oh ****, Aunty masih mengingatnya. Batin Marcel khawatir.
"Iya Mom baik-baik saja." Marcel menatap kesembarang arah, menghindari tatapan Diana yang sedang menatapnya dengan tatapan menyelidik.
"Ko bisa sih itu kan obat perangsang, jalan keluarnya hanya dengan satu cara yang Aunty tahu." Diana berfikir dan menatap Marcel dengan tatapan menyelidik.
Deg.
Oh **** apa yang harus aku jawab. Batin Marcel bertanya-tanya.
"Hemm menurutku ada satu cara lagi yang bisa bikin Mommy sadar dari obat perangsang, selain menyalurkan hasratnya." Dengan ragu Marcel menjawab ucapan Diana.
"Apa itu?" Diana penasaran dengan jawaban marcel, karena yang dia tahu tidak ada cara lain selain menyalurkan hasratnya.
"Berendam dengan air dingin sampai 1 jam atau masih belum hilang ya terus berendam, dan itu juga berhasil membuat Mommy bisa sembuh dari efek obat perangsang tersebut." Jawab Marcel dengan asal, sambil membayangkan wajah Keyla yang masih menahan sakit di area sensitifnya ketika dia akan berangkat kerja.
"Oh bisa jadi sih iya hilang sepertinya, yang panas dan bergairah biasanya harus di rendam dengan air dingin pasti akan kalah." Diana memikirkan perkataan Marcel yang seperti ada benarnya juga.
"Dan kenapa Keyla tidak ke kantor, padahal Aunty ingin menceritakan sesuatu kepadanya." Tanya Diana lagi kepada Marcel.
"Mommy lagi beristirahat, jangan mengganggu pikirannya saat ini ingat Aunty baik-baik." Marcel memperingati Diana dengan tatapan tajam.
"Hey kenapa kau menatapku dengan tatapan tajam." Diana tidak terima ketika Marcel menatapnya dengan tatapan tajam.
Tanpa menjawab Marcel berdiri, dan melangkahkan kakinya ke arah kursi kebesarannya yang biasa di tempati oleh Keyla, bahkan parfumnya masih menempel. Dan itu tidak di sia-siakan oleh Marcel sebelum duduk dia selalu menghirup aroma parfum Keyla yang masih menempel.
"Oh iya Aunty sekarang kau boleh keluar jika tidak ada hal penting yang harus di sampaikan." Tegas Marcel kepada Diana, dengan raut wajah datar.
Awas saja jika kau sudah menjadi anakku ku buat kau menjadi perkedel." Batin Diana kesal.
"Baiklah aku permisi pak." Diana berdiri dan menundukkan kepalanya memberikan hormat kepada Marcel, sebelum melangkahkan kakinya pergi keluar dari dalam ruangan Marcel.
Setelah Diana keluar dari ruangannya, Marcel mengetik sebuah pesan kepada Keyla untuk menanyakan keadaannya.
✉️My wife❤️
Sayang apa sudah membaik atau masih perih?
Ingat jangan banyak bergerak..
Dan satu lagi jangan kangen ya, sebentar lagi aku pulang sayang kau mau di bawakan apa?
I love u Mom❤️❤️❤️
Tidak berapa lama ponsel miliknya begetar ada notifikasi pesan masuk yang ternyata dari Keyla.
✉️My wife❤️
Aku sudah membaik sayang berkat obat yang kau berikan tadi pagi kepadaku. Sayang kangen, cepet pulang dan aku tidak mau apa-apa hanya ingin minta peluk😢.
Love u too Dad❤️
Bagaikan tersambar petir tubuh Marcel hangus terbakar oleh balasan pesan manis dari Keyla untuknya, walaupun bukan dari mulut Keyla langsung akan tetapi membuat senyuman melengkung dari bibir Marcel sambil menatap layar ponsel.
Jantungku oh seperti akan melompat, kau membuatku serangan jantung sayang. Batin Marcel memegang dadanya.
❤️❤️❤️
Sementara di tempat lain.
Ziko di buat pusing oleh Mommy nya yang dari tadi pagi menyuruh ini dan itu kepadanya, bahkan pagi-pagi buta dia sudah mengirim pengawal ke kamarnya untuk menyampaikan kalau hari ini Ziko ataupun Caca jangan pergi untuk bekerja terlebih dahulu harus istirahat di dalam kamar. Dan jika melanggar para pengawal Marisa tidak akan segan-segan memukulinya.
Oh **** membuatku pusing saja, sebenarnya dia Mommy siapa. Batin Ziko prustasi menjambak rambutnya.
"Kau kenapa?!" Tanya Caca yang baru keluar dari dalam kamar mandi, dia tidak sengaja melihat Ziko seperti orang yang prustasi.
"Ah aku pusing dengan Mommyku sendiri, pikirannya susah untuk di tebak. Jika sudah selesai berpakaian makanlah karena sudah di siapkan oleh pelayan." Ziko berdiri dari atas ranjang yang hanya mengenakan boxer dengan telanjang dada, sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Ya dia seperti anaknya yang susah di tebak, sebenarnya kamu itu masih mencintai Keyla atau." Caca menepis pikiran tentang Ziko yang tidak mungkin kalau dia mecintainya.
"Tapi semalam apa maksudnya." Caca membayangkan kejadian tadi malam bersama Ziko yang melakukan malam pertama.
Flashback On.
Setelah acara pernikahannya selesai Ziko dan Caca pergi ke dalam kamar pengantin yang sudah di dekorasi oleh Marisa dengan nuansa penuh bunga mawar merah di atas ranjang, bahkan dekorasi kamar pengantinnya seperti berada di sebuah hotel yang sedang merasakan berbulan madu. Mereka di buat terkejut dengan isi kamarnya yang penuh dengan bunga mawar merah.
Astaga Mommy. Batin Ziko menggelengkan kepala.
Ya ampun ini seperti lagi bulan madu saja. Batin Caca menahan pipinya yang pasti sudah merah merona.
Sesampainya di dalam kamar, Ziko terlebih dahulu membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi. Dan setelah itu bergantian dengan Caca untuk membersihkan tubuhnya.
Tidak berapa lama Caca keluar dari dalam kamar mandi yang di balut oleh jubah handuk putih, di dalam kamar mandi Caca sempat berfikir kalau dia takut bahwa Ziko akan melakukan malam pertama dengannya akan tetapi dia menepis pikiran itu. Karena dia mengetahui jika Ziko sangat mencintai Keyla kemungkinan dia tidak akan melakukan malam pertama dengannya.
____________________
Terimakasih yang sudah mampir ❤️
Jangan lupa tinggalkan like, coment dan vote ya karena belum pengumuman pemenang giveaway😁